Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
Layanan Sms Renungan
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
KISAH DI BALIK SEMINAR MENGEDALIKAN STRES MELALUI MEDITASI
Posted by Oentari Suwandajani on 2012-06-24
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Belum lama ini di Surabaya diselenggarakan seminar sehari bertema “Mengendalikan Stres melalui Meditasi” bersama Prabhu Darmayasa. Seminar yang berlangsung pada Sabtu, 23 Juni 2012 ini adalah sebuah seminar yang independent, tanpa sponsor utama, tapi syukurlah terselenggara dengan baik.

Panitia inti awalnya berlima, namun setelah proposal jadi, dua orang mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Aah…mungkin mereka belum terpanggil untuk tuntas melakukan pelayanan, padahal salah seorang dari mereka adalah yang membuka jalan untuk melaksanakan seminar tersebut. Maklum salah satu kenalan dia adalah seorang pengusaha tionghoa ternama di Surabaya yang menyukai meditasi yang langsung menawarkan tempat untuk seminar, tapi selanjutnya kami kesulitan untuk konfirmasi lagi karena yang menghubungkan tersebut mundur, padahal jika tidak mundur, dari panitia sudah tercermin keragaman dari berbagai suku bangsa dan agama. Tapi akhirnya kita mendapat tempat yang amat representative di Town Suite Hotel (Sutos), sebuah hotel di mall yang paling gaul dan disukai kalangan anak muda Surabaya.

Diadakannya seminar ini pun hanya dari sebuah bincang-bincang dengan Prabhu disela waktu sibuk super sibuk beliau revisi tesis. Tema kala itu belum tahu, tapi ingin bentuk seminar yang universal, menggandeng semua golongan dan agama, terutama untuk mereka yang belum mengenal Meditasi Angka. Sebuah acara yang amat menantang. “Bisa nggak ya melaksanakan?” pikir saya.

Pesan lain, panitia harus orang muda. Dan Dhunaguru seakan mengirim panitia-panitia tersebut, padahal penawaran mendukung seminar dan jadi panitia hanya lewat telepon, hubungan pertemanan lewat jejaring sosial…hanya ketua panitia ditunjuk oleh Prabhu yaitu mas Sandiantoro, seorang professional muda dalam bidang penerbitan dan percetakan yang menerbitkan buku “Lentera Spiritual Prabhu Darmayasa” dan “Renungan Tahunan Pembuka Cakrawala Spiritual”. Mas Sandi juga yang mendistribusikan buku “Renungan Tahunan” ke berbagai toko buku ternama, seperti Gramedia, Togamas, Uranus dan Gunung Agung.

Mas Sandi hanya mengenal Prabhu lewat tulisan. Dan seorang lagi yang gigih adalah mbak Kadek Dristiana, lulusan S2 ilmu Komunikasi. Wanita muda yang masing single asal Samarinda, meski bila ditilik dari nama asal Bali he he he… dia bukan pemeditasi Angka, tapi dia gigih membantu.

Dengan berjalannya waktu yang super cepat…akhirnya satu persatu para sponsor dan donatur berdatangan mendukung seminar, meski kita menghubungi mereka hanya lewat telepon, maklum kita semua pekerja yang terikat jam kantor jadi waktu efektif menghubungi para klien saat jam makan siang atau setelah pulang kerja.

Setelah semuanya pasti, mulai tempat seminar, tanggal, jam, akomodasi Prabhu, makan siang vegetarian untuk peserta, desain spanduk dan lain-lain, baru menghubungi tetua Pemeditasi Angka di Surabaya yaitu bapak I Gusti Ganda Kusuma. Tidak kami libatkan sejak awal agar beliau tidak stress untuk ini itu..agar tidak mempengaruhi jantungnya…bisa berabe kan???

Sempat stress karena hari H kurang 15 hari, sementara peserta yang terdaftar baru 7 orang. Segala cara ditempuh untuk merekrut peserta, panitia optimis jumlah peserta akan tercapai yaitu 50 orang sesuai kapasitas ruangan, juga belajar dari kebiasaan orang Surabaya yang lebih suka mendaftar di saat-saat akhir. Dan benar, tiga hari hingga sehari sebelum hari H seminar telepon pendaftar berdering terus, sms tidak ada habisnya. Dan syukur…ketika acara, peserta yang berdatangan dari berbagai etnis dan agama, sesuai dengan harapan, mereka juga kebanyakan orang-orang baru, meski beberapa sebelumnya sudah malang melintang dalam dunia spiritual dan meditasi yang lain.

Ada sepasang suami-istri orang India yang sempat berbincang sejenak dengan Prabhu memakai bahasa Hindi. Lantas dari kalangan Kejawen juga hadir yaitu Pak Heru Darmanta dan teman-temannya.

Beberapa orang Tionghoa juga terlihat, mungkin karena kita umumkan acara ini di harian berbahasa Tionghoa, Guojiribao. Enggak bisa membacanya sih, tapi bisa paham karena ada nama Prabhu Darmayasa disebut demikian juga ada tanggal dan tempat …he he he. Terima kasih Mr Ling Fe

Kemudian, seorang ibu yang berjilbab dengan tekun mendengar penjelasan Prabhu, dia senang bisa bertemu Prabhu padahal kedatangan dia ke tempat seminar ini mewakili suaminya yang tidak bisa datang karena tugas mendadak keluar kota.

“Belum puas mbak, waktunya kurang panjang,” komentarnya. Padahal Prabhu 5 jam mengulas panjang lebar bagaimana menata stress dalam kehidupan ini, tentang Meditasi Angka, hingga praktek bersama Meditasi Angka. “Untung saya datang. Kapan ada lagi?? Agar suami bisa datang,” ujar Ny Buang Juliady ini.

Buang Juliady adalah salah satu pembaca setia Lentera di harian Surabaya Post, sejak Prabhu mengisi rubrik tersebut 2 tahun lalu. Dan beliau adalah pendaftar pertama pada seminar ini. “Saya suka artikel beliau karena pemahaman tentang kehidupan ini luar biasa meski dalam rubrik itu beliau dalam bingkai Hindu. Tapi bahasannya amat universal, buktinya saya suka…” ujarnya sambil tertawa di ujung telepon sana saat mendaftarkan diri.

Dan Ny Buang merasa nyaman saja dengan uraian-uraian Prabhu, meski terkadang Prabhu memetik sloka-sloka. Demikian pula dengan Ny Sisca, yang akhirnya merasa sakit punggungnya sembuh dengan hanya duduk di ruangan seminar tersebut, padahal sebelumnya dia divonis dokter kalau tulang belakang no 5 dan no 6 bermasalah dengan bantalan sendinya, segala upaya sudah dilakukan.
Ia datang ke seminar tersebut hanya ingin mengatasi sakitnya melalui meditasi. “Siapa tahu dengan jalan meditasi bisa sembuh, apalagi meditasinya katanya hanya 5 menit. Jadi saya ingin datang,” paparnya. Dan kesembuhan pun menyelinap di tulang punggungnya…suksma Prabhu dengan segala berkah-NYA.

Peserta lain yang jauh hari sudah mendaftar adalah seorang ibu muda yang mempunyai anak usia 4 tahunan. Anaknya ini sejak lahir sering sakit-sakitan, dan sebenarnya ibunya pun tidak memiliki kesehatan yang prima. Semalam sebelum datang seminar, si anak sempat disarankan dokter harus opname di rumah sakit, tapi sang ibu memilih bertemu dengan Prabhu dulu baru kemudian ke rumah sakit, padahal mbak Reni namanya, tidak kenal beliau, tahu Prabhu lewat browsing saja.

“Meski saya khawatir, tapi saya yakin ingin ketemu Prabhu dulu..buktinya pulang dari dokter yang menyarankan opname itu, anak saya tidak seperti sebelumnya meski masih lemas. Padahal belum ketemu Prabhu. Jadi semalaman itu saya kepikiran…untung bisa ketemu Prabhu meski datang terlambat gara-gara macet luar biasa akibat pipa PDAM yang pecah,” tuturnya.

Dan si bocah pun mendapat sentuhan dari Prabhu. Dia yang awalnya terlihat lemas serta tidak ada cahaya di mukanya meski sempat berisik di ruang seminar, setelah diusap punggungnya oleh Prabhu terlihat wajahnya lebih segar.

Sebuah kue lapis diberi Prabhu untuk si bocah, benang suci merah, serta sekantung vibuthi. Dan Minggu siang (1 Juli 2012) sang ibu SMS, “Sampaikan salam saya untuk Prabhu, anak saya sudah sehat, bahkan jauh lebih sehat dibanding setelah dari dokter ini itu. Yang saya herankan dia sekarang bisa makan tiga kali sehari, padahal dulu sejak bayi makannya hanya sekali sehari. Saya senang dengan perubahan
ini. Kapan Prabhu datang ke Surabaya? Kami akan hadir ke seminar beliau, lengkap dengan suami dan keluarga lain,” tulisnya.

Seperti pada seminar Prabhu di tempat lain, orang seakan enggan beranjak pulang. Beberapa peserta pun lantas indent untuk hadir pada seminar Prabhu yang akan datang dengan mengisi kembali buku daftar tamu yang dijaga oleh gadis-gadis cantik yang dengan sukarela membantu acara ini meski tidak mengenal siapa Prabhu, apa itu Meditasi Angka…”Percaya saja sama Amik (panggilan Laksmi) dan tante…Kita senaaang…Prabhu baiiik banget, rasanya gimana gitu ketemu dengan beliau apalagi setelah sejenak diajari Meditasi Angka dan diberi selendang suci…,” ungkap Gina, Amanda, Marita anggota “Geng 9” sobat Laksmi berbarengan. Harapan mereka di depan Prabhu …semoga kita diterima di PTN … he he he.


Calon peserta seminar yang lain adalah dari peserta seminar ‘tetangga’ yang kesengsem setelah melihat buku Prabhu dan majalah Meditasi Angka, tabloid Suluh Meditasi. Di sebelah ruang The Asset Room tempat seminar Prabhu, memang ada seminar juga tetapi tentang investasi saham, di waktu jeda seminar mereka itu, mereka mampir ke stand penjualan buku dan majalah …satu dua orang yang tertarik langsung mendaftar. Dengan nada bercanda saya katakan. “Seminar bapak adalah untuk investasi dunia, sementara seminar ini untuk investasi akherat.” Mereka pun tersenyum dan bertanya tempat berlatih dimana, kapan ada lagi, malah beberapa minta kartu nama. Berhubung tidak punya kartu nama untuk Meditasi Angka ini jadi yang bisa saya lakukan hanya memberi sisa undangan yang berbentuk penyekat buku itu sebagai kartu nama karena ada kontak personnya. Undangan yang tidak akan terbuang percuma. Mungkin karena saya suka baca buku itu ya, jadi desain undangan bentuk pembatas buku langsung terlintas.

Akhirnya, kami tidak bisa berkata apa-apa selain syukur dan syukur …acara ini berjalan lancar, meski kendala ada di sana-sini. Terimakasih dukungan para donatur dan sponsor, serta pihak-pihak yang tidak bisa kami sebutkan.

Lega menyelinap di hati kami …ketika peserta pulang sambil tersenyum bahagia dan
menenteng goody bag yang berisi penuh.. ada snack, buah prasadham, makalah seminar, dua copy tulisan lain dari Prabhu, seminar kit dari hotel, kaset VCD tentang vegetarian, buku SOS tentang pengaruh vegetarian terhadap bumi.

Sekali lagi, tak lupa, kami juga mohon maaf sebesar-besarnya bila ada salah, baik yang disengaja maupun tidak, bila merepotkan banyak pihak…karena kami hanya bisa melakukan pelayanan kecil ini, lain tidak. Semoga masih bisa bertemu di acara seminar yang akan datang…dan saya pun bersih-bersih lantas memasukkan sisa pisang yang masih tergeletak di meja saji tidak lagi dihiraukan oleh orang lain…baru ketika sampai di rumah ketika pisang itu saya ambil …berkah- Mu Dhunaguru…pisang itu tersisa sembilan buah… Jay Dhunaguru…Pahimam…Raksamam… bersama sujud yang tak pernah henti. (oentari)











Menghindar Dari Tangkapan Rasa Iri Hati
Pembersihan Pikiran Dalam Praktek Medang
Korban Suci Japa/dzikir Dalam Meditasi Angka (bagian 3)
Menanggalkan Kaca Mata Dunia
Hari Gita Jayanti
Cinta Kasih Sejati (era Baru)
Memperlemah Volume Perbedaan
Lesson Of The Day – April 2013
Korban Suci Japa/dzikir Dalam Meditasi Angka (bagian 2)
Korban Suci Japa/dzikir Dalam Meditasi Angka (bagian 1)
Selayang Pandang Syc 2013 Hari Ke Tiga
Selayang Pandang Sadhana Youth Camp 2013 Hari Ke Dua
Sadhana Youth Camp 2013
Proposal Kegiatan Sadhana Youth Camp 2013
Melepaskan Keterikatan Cinta Duniawi
Begitu Kuatnya Angka…
Buku "keagungan Dhuna Guru"
Kronologis Perjalanan Tirthyayatra Ke India 13-22 Februari 2013
Melangkah Di Zaman Kali (bagian 3)
Melangkah Di Zaman Kali (bagian 2)

Gerakan Suryanamaskar