Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
GODAAN SPIRITUAL (BAG-2)
Posted by Darmayasa on 2012-01-13
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Sekarang kita lihat indria telinga. Biasanya kita susah mendengar hal-hal yang indah-indah dan spiritual. Lebih menarik hati ketika kita mendengar gosip artis atau sinetron ini dan itu. Lebih menarik mendengar si anu kecelakaan, si anu cerai, si anu kesedihan, dan sebagainya. Kita seperti mendapat energi lebih, meski dalam keadaan lelah kita seakan segar kembali ketika mendengar berbagai gosip. Jadi konsentrasi kita terampas untuk menjauh dari target Spiritual.

Mengenai hal di atas, dalam sastra-sastra suci disebutkan bahwa dari ribuan-ribuan manusia, sangat sedikit sekali yang tertarik pada hal-hal spiritual. Lalu dari ribuan-ribuan orang yang tertarik pada hal spiritual, sedikit sekali yang tertarik pada praktik spiritual. Dan dari ribuan-ribuan orang yang tertarik pada praktik spiritual, mungkin hanya satu yang berhasil di jalan Spiritual. Artinya bahwa begitu banyak saringan-saringan yang harus kita lewati untuk menjadi Manusia yang sesungguhnya, dan bukan sekedar menjadi “dwapada pasu”, yaitu manusia dalam wujud hewan berkaki dua. Dan untuk itu kita harus dengan sengaja dan sepenuh hati serta usaha untuk berhasil tetap berada di jalur Spiritual yang menjadi target kita dalam hidup sebagai manusia ini.

Indira kita yang lainnya seperti Mulut, juga ikut berperan memberikan halangan. Dalam pergaulan sehari-hari, dalam berkata-kata kita lebih senang berkata yang jauh dari urusan Spiritual.
Mungkin ada yang beralasan takut dikira sok dan pamer agar dirinya dikenal orang sebagai seorang spiritualis, atau karena tidak mempunyai bahan yang pas untuk membicarakan hal spiritual. Namun apapun alasannya, kita memang lebih tertarik membicarakan keburukan dan kekurangan orang lain, dibandingkan membicarakan kebaikan atau hal-hal yang indah tentang orang lain. Kita akan merasa mendapat tenaga luar biasa ketika membicarakan keburukan orang lain, dan merasa tidak ada waktu ketika membicarakan hal-hal spiritual.

Begitu pula dalam pergaulan kita sehari-hari. Kita hendaknya lebih bisa membatasinya, karena banyak diantaranya merupakan pergaulan yang tidak perlu. Banyak pergaulan yang menjauhkan kita dari target spiritual. Ia dapat muncul dalam bentuk baik dan mungkin pula hadir dalam bentuk buruk.

Yang dimaksudkan dengan membatasi pergaulan bukan berarti kita tidak bergaul sama sekali, menghindari bertemu teman-teman, lalu melarikan diri ke tengah hutan untuk menyendiri. Maksudnya adalah, kalau biasanya kita ngobrol ngalor-ngidul yang tidak membawa manfaat kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain biasanya dalam sehari 2 jam, ya secara perlahan kita kurangi menjadi setengah jam. Sisanya kita pergunakan untuk pergaulan yang memberi manfaat kebaikan bagi orang lain. Dalam pergaulan pun hendaknya kita harus selalu menjaga agar kita bukan pihak yang menerima, tetapi sebagai pemberi. Artinya kita tidak akan menerima sifat-sifat buruk dari luar untuk kita jadikan bagian dari diri kita, tetapi sebaliknya kitalah yang menularkan segala hal-hal baik yang dapat bermanfaat bagi kemajuan orang lain.
Saya sendiri selalu berdoa agar setiap orang yang bertemu dengan saya mendapatkan kebaikan. Karena kalau tidak, untuk apa saya bertemu atau menemui orang lain?

Maka dari itulah, perlu dengan penuh segala kesadaran kita mengubah jadwal pergaulan ngawur tersebut ke arah yang lebih baik. Kalau memang ada waktu lebih, daripada bergaul yang tidak menguntungkan bagi diri kita ataupun orang lain, jauh lebih baik jika kita memberikan waktu bersama anak-anak di rumah, untuk mempersiapkan mereka secara mental spiritual, sambil kesadaran diarahkan pada Angka pilihan. Sekali lagi saya tekankan bahwa anak bukanlah untuk dinikmati, tetapi ia adalah titipan dariNya untuk kita bentuk menjadi insan yang kelak akan memberi manfaat kebaikan bagi dirinya sendiri, maupun orang lain. Salah mendidik anak berarti kita menciptakan alat penghancur dunia ini, dan kitalah yang bertanggung jawab akan hal itu.

Dunia ini tidak berteman dengan kita. Ia memang secara alamnya dibuat untuk berusaha menjauhkan kita dari target, yang lebih banyak datangnya dalam bentuk khayalan kesenangan luar. Begitu kata orang-orang bijak. Namun sekali lagi, tidak berarti kita meninggalkan dunia. Kita juga tidak meninggalkan pergaulan. Tetapi lebih mengatur dan membatasi diri, sehingga kita akan terhindar dari kejatuhan spiritual.

Demikianlah, semoga Renungan Mingguan yang mengawali Tahun 2012 ini akan memberi manfaat kebikan demi kemajuan Spiritual kita. Semoga kita semua diijinkan melangkah bersama di jalan Spiritual. Semoga kita semua dapat saling menyemangati satu sama lain di jalan Spiritual. Dan semoga kita dijauhkan dari rasa iri satu sama lain.

… selesai…

Sriguru,

(Darmayasa)











Godaan Spiritual (bag-2)
Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud

Gerakan Suryanamaskar