Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
TEKNIK MENERIMA BERKAH (BAGIAN 1)
Posted by Darmayasa on 2011-08-12
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Pada kunjungan ke Malta bulan Desember 2010 yang lalu saya sempat mengunjungi peternakan Miss Sue yang adalah adik dari salah satu pe-Meditasi Angka yang bernama Nikita. Tempatnya berada di daerah terpencil namun suasananya sangat bagus, rapi, di sekelilingnya membentang pemandangan alam nan indah dan lapang yang sangat mempesona.

Sejarah didapatkannya koleksi hewan-hewan tersebut adalah, Miss Sue membeli beberapa hewan dari rumah potong untuk menyelamatkan hewan-hewan tersebut dari penggalan kepalanya oleh sang butcher, si tukang jagal tanpa ampun. Kemudian hewan-hewan tersebut ia pelihara di peternakannya. Selain itu pula ia dapatkan dengan memungut hewan-hewan tersebut dari jalanan. Biasanya para hewan yang sudah sakit-sakitan dan tidak lagi dapat memberikan hasil apa pun kepada pemiliknya lagi, entah itu susu, kerja keras, atau bahkan dagingnya pun diperkirakan tidak akan dapat dimanfaatkan, maka oleh pemiliknya hewan tersebut akan dibuang begitu saja di jalanan hingga mati sendiri karena kelaparan. Tentu saja itu dilakukan karena pertimbangan biaya pemeliharaan serta perawatan yang harus dikeluarkan bagi pemiliknya, sedangkan ia tidak mendapat keuntungan apapun dari apa yang diberikannya kepada hewan-hewan tersebut.

Latar belakang kesadaran Miss Sue menjalankan peternakannya adalah sebuah action yang sangat indah, dan hal itulah yang membuat peternakan Miss Sue sangat berbeda dengan peternakan-peternakan pada umumnya. Ia betul-betul melayani hewan-hewan tersebut sangat sungguh-sungguh, sepenuh hati, dan penuh welas asih. Ketika suatu saat ada salah satu hewan di peternakannya yang menderita sakit lever, segera ia obati ke dokter sebagaimana layaknya seseorang mengantarkan saudara atau anggota keluarganya yang sakit ke dokter. Bahkan sering pula kita melihat seseorang bahkan tidak mau membawa saudara atau anggota keluarganya ke dokter hanya karena berbagai pertimbangan kesibukan duniawi atau faktor material.

Ketika saya sampaikan kepada Miss Sue, "Anda melayani hewan-hewan ini sama seperti melayani manusia dengan penuh kasih ", Miss Sue segera menjawab, "Tidak, saya memperlakukan mereka lebih dari manusia, karena seringkali binatang jauh lebih baik daripada manusia..." katanya dengan nada datar. Sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan, bahwa di zaman seperti saat ini masih ada orang yang begitu peduli dan mempersembahkan hidupnya bagi kebahagiaan dan demi hidup makhluk lainnya tanpa memandang tinggi rendah ataupun status, dimana sering diartikan oleh manusia saat ini bahwa hewan lebih rendah dari manusia, sehingga bisa diperlakukan sekehendak hati. Luar biasa..., Miss Sue benar-benar tidak lagi berada dalam “teori” kasih, melainkan telah berada di dalam kasih. Inilah salah satu contoh dari "meditation in action", yang artinya secara otomatis ia akan menerima berkah langsung dari meditasi dengan melakukan pelayanan. Perlu kembali saya ingatkan bahwa hasil dari meditasi dengan duduk dan mengingat angka selama 1 jam, mungkin hasil yang kita dapatkan hanyalah 10 menit. Sedangkan jika kita melakukan pelayanan selama 1 jam, maka hasil yang dihasilkan adalah pasti 1 jam. Tentu bukan berarti kita harus mengabaikan meditasi, tetapi maksudnya adalah bahwa selain duduk dengan tekun memprakitkkan meditasi angka, kita perlu dengan sengaja meluangkan waktu untuk melakukan pelayanan yang dalam bentuk yang tidak terbatas minimal 1 jam dalam seminggu.

Suatu kali Miss Sue mengirimkan email mengatakan bahwa ia mengalami sesuatu di dalam meditasinya, suatu hal luar biasa, tetapi pada saat yang sama ia mengeluhkan bahwa dirinya kesulitan dalam konsentrasi pikiran. Lalu saya menjawab, "Anda tidak perlu terlalu memikirkan masalah meditasi, karena dalam pandangan saya, denga melayani para hewan dengan penuh kasih sesungguhnya anda telah melakukan meditasi dengan baik. Sebab, tujuan dari meditasi adalah demi terbangkitkannya rasa kasih sayang spiritual seperti yang anda sedang lakukan itu..."

Demikianlah Miss Sue telah membuat peternakannya sangat berbeda dengan peternakan lain, dimana peternakan-peternakan pada umumnya yang memang memberikan kasih sayang, tetapi semua kasih saying dan perhatian yang diberikan hanya untuk menunggu ke"matang"an dagingnya, lalu dijual untuk dibantai dan dimasak. Sedangkan Miss Sue, ia memang pada akhirnya menjual hewan tersebut kepada orang lain, tetapi mereka dijual hanya untuk dipelihara, dan dikasihi oleh pemilik barunya nanti. Bahkan karena kasih sayangnya, sampai-sampai ia lebih memilih memberikan makanan hewan-hewan itu dengan makanan imported yang mutu dan kualitasnya terjamin dengan baik. Luar biasa... Kasih seperti itu adalah kasih yang hendaknya dituju oleh seorang pe-Meditasi Angka.

Kemarin saya bertemu dengan seorang teman di Denpasar. Dalam percakapan antara kami ada hal yang barangkali ada hubungannya dengan pembicaraan kita tentang apa yang sedang dilakukan oleh Miss Sue tersebut, namun dari sisi sebaliknya. Teman tersebut menceritakan bahwa ia baru saja mengalami kerugian cukup besar dalam usaha peternakan.

Teman kita tersebut adalah seorang pemeditasi yang sangat baik, dan saat itu beliau menceritakan kegagalannya dalam usaha peternakan dengan bersemangat. Lalu tiba-tiba di tengah percakapan kami saya menyela, "Pak..., sebaiknya bapak kurangi melakukan bisnis yang ada unsur bunuh-membunuhnya..". Beliau dengan segera menjawab, "Ah susah... segalanya serba tidak boleh.... tidak boleh ini... tidak boleh itu... susah..., lebih baik saya menjadi orang biasa saja...." dan seterusnya yang akhirnya berubah menjadi ceramah dari beliau untuk saya, yang lebih baik tidak kita bahas di sini.

Barangkali ia tidak menyadarinya, atau melakukan dengan tujuan bercanda. Tetapi apa yang ingin saya sampaikan di sini adalah sebuah pelajaran yang dapat kita petik dari kejadian tersebut. Dalam hal ini saya meminjam canda beliau itu untuk menyampaikan pelajaran bagi kita di sini, yaitu sebuah pelajaran untuk kawan-kawan semua dan juga untuk diri saya.

…bersambung…


Sriguru,


(Darmayasa)











Godaan Spiritual (bag-2)
Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud

Gerakan Suryanamaskar