LIPUTAN SYC HARI KE-8, TGL 3 JULI 2011 PENUTUPAN Posted by Adi Candra on 2011-07-03 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam kasih,
Acara Penutupan ke Puncak Lempuyang, adalah salah satu acara yang ditunggu2 oleh anak2. Seperti diumumkan, jam 08 wita, sebagaian besar anak2 sudah siap. Ada beberapa yang masih menunggu kiriman pakaian sembahyang dari orang tuanya. Jam 09 wita kita sudah mulai persembahyangan di Parama Dhama. Jam 10 wita kita berangkat menuju Puncak Lempuyang. Ada sekitar 9 kendaraan kecil dan sebuah minbus yang disumbangkan oleh seorang rekan kita. Sebagain besar anak2 naik di minibus yg memuat 18 anak. Mereka diminta berjapa sepanjang perjalanan, karena ini adalah perjalanan suci.
Sekitar 2 jam perjalanan, kita tiba di Pura Penataran Lempuyang. Kita lakukan
persembahyangan. Selesai sembahyang, waktu sudha menunjukkan pukul 13 wita, maka kita putuskan untuk makan siang bersama di samping pura. Ternyata selain dari panitia, banyak juga rekan2 yang membawa makanan tambahan, sehingga semua bisa makan dengan kenyang.
Selesai makan, rombongan segera naik ke atas. Sebagian kecil yang naik ojek,
sebagian besar milih jalan kaki. Kami agak was-was juga, karena sudah jalan dari
awal, jangan2 anak2 tidak kuat naik ke Puncak. Tapi karena itu keinginan mereka,
kami ikuti saja berjalan kaki juga. Sesampai di Pura kedua (Pura Telaga Mas)
sambil menunggu semua rombongan tiba, anak2 asyik memperhatikan tingkah laku
monyet yang banyak ada di sana. Kita lakukan sembahyang bersama, sampai pukul 14 wita.
Karena waktu yang semakin terbatas, rombongan segera mendaki ke puncak, melewati ribuan anak tangga. Ada anak yang bisa berjalan dengan mudah, ada juga yg dengan terengah-engah...:) Sepanjang perjalanan mereka sibuk sambil menghafalkan sloka2. Jika ada yang salah atau kelupaan, maka temannya yang lain akan mengkoreksinya. Kami tersenyum melihat ketekunan mereka, karena sebelumnya direncanakan, lomba-lomba akan diadakan di Puncak. Jadi semua anak pun naik dengan semangat, karena semua ingin ikut lomba.
Sekitar 1,5 jam perjalanan, kita tiba di Pura Lempuyang Madya. Setelah semua
tiba dan berkumpul, kita sembahyang bersama. Selesai sembahyang, tanpa buang
waktu, kita segera menuju Pura Puncak Luhur. Satu persatu rombongan tiba di
puncak. Bahkan peserta yang masih TK pun bisa capai puncak tanpa digendong. Ada
juga Bapak2 yang menggendong bayinya sampai puncak. Salut untuk semua deh.
Sebelum sembahyang, kita semua melukat/mandi suci, dengan diguyur kepala dan
punggung kita dengan air yang duinginnn. Semua berteriak kedinginan, tapi
setelah itu terasa segar sekali. Sebelum bersembahyang, Bu Agung Krishna mohon
air suci dari bambu keramat yang ada di pura itu. Pemangku pura di sana, segera
memohon dan memotong sebatang bambu. Bambu yang telah dipotong, dibawa ke depan Padmasana. Ruas pertama dipotong, tidak ada air sucinya. Memang tidak
sembarangan orang bisa mendapatkan air suci ini. Semua tampak khusuk berdoa,
semoga Tuhan berkenan memberkati kita semua dengan air suci. Kemudian pemangku memotong ruas bambu tadi yang kedua, ada air suci yang mengalir keluar. beberapa orang menyaksikan peristiwa tersebut dengan tangis haru dan bahagia. Ruas ketiga dipotong, juga berisi air suci, yang kemudian ditampung dalam wadah kendi yang telah disiapkan. Pas saat kejadian tersebut, Guru menelpon saya, beliau menanyakan bagaimana perjalanan rombongan.
Selanjutnya semua rombongan bersembahyang dengan khusuk. Kemudian istirahat
sejenak sambil menikmati mathari yang mulai tenggelam di balik Gunung Agung.
Anak2 memperhatikan monyet2 yang suka mengambil makanan kita. Beberapa anak yang merasa lapar, membeli aneka makanan. Karena hari makan gelap, kita bergegas turun. Perjalanan turun terasa lebih mudah daripada naik. Hari pun makin gelap, tak ada lampu penerangan sepanjang jalan. Semua rombongan bergegas. Ada adik kita yang khusuk menghitung jumlah tangga, ternyata semuanya ada 4,370 tangga. Sampai di bawah, hari sudah gelap. Sekitar jam 19 wita, semua sudah berkumpul di bawah dan kita segera pulang menuju Parama Dhama. Selama perjalanan pulang, anak2 di minibus yang masih diliputi rasa semangat, menyanyi lagu2 suci dalam perjalanan.
Jam 21 wita, rombongan tiba di Parama Dhama. Anak2 diminta berkumpul lagi,
karena Guru akan mengadakan lomba2 yang sudah dijanjikan. Wah, apa mereka masih kuat? Kami yang dewasa saja sudah sangat loyo karena tumben berjalan jauh, apakah anak2 bisa mengikuti lomba2? Kita umumkan, ada 5 jenis lomba yaitu:
- Menghafal sloka terbanyak.
- Melafalkan 3 sloka tercepat.
- Yoga asana.
- Lagu suci.
- Lomba kidung.
Ternyata anak2 sangat antusias sekali. Mereka diberi waktu 10 menit untuk
mempersiapkan diri. Ada beberapa juri yang ditunjuk oleh Guru yaitu Pak Mangku
Suteja, Pak mangku Sudarsana, ms Marsha, mrs Tania, pak Aris, pak Suindiana.
Lomba pun dimulai, dipandu Pak mangku Suteja. Lomba pertama adalah "Menghafal
sloka terbanyak", sekitar 6 anak mengkuti lomba ini. Para orang tua pun
terperangah dengan kemampuan anak2nya bisa menghafalkan begitu banyak
mantra/sloka. Saya pun kalah jauh dari adik2 kita ini. Akhirnya dewan juri
memilih Oca (putra Pak Tamtam) sebagai juara yang berhasil menghafalkan 13
sloka/mantra....ckck.
Berikutnya lomba "Melafalkan sloka tercepat" peserta diminta melafalkan 3 sloka
Bhagawad Gita dengan secepat-cepatnya, tapi pengucapannya harus benar. Semua
peserta dan pendukungnya juga ramai. Layaknya orang nonton bola saja.:) Ada
peserta Giri Raja, konon merasa sudah tak bisa mengalahkan peserta sebelumnya,
malah melantunkan slokanya dengan sangat lambattt. Hal ini membuat semua
tretawa. Bahkan Guru sampai mengeluarkan air mata tertawa.:)) Sebagai juaranya
terpilih adik Agas, yang bisa mengucapkan 3 sloka tersebut dalam 14 detik.
Berikutnya harusnya Lomba Yoga, tapi karena pesertanya sangat banyak, 17
peserta, dipindah jadi terakhir. Selanjutnya lomba Nyanyian Suci. Semua turut
menikmati Nyanyian peserta lomba sambil bertepuk tangan, mengikuti irama lagu.
Akhirnya dewan juri memilih.....segai juaranya.
Berikutnya lomba Makidung. Pesertanya paling sedikit, hanya 4 orang, karena
memang cukup sulit. Akhirnya terpilih adik kita yang cantik, Nia sebagai
juaranya.
Terakhir adalah lomba Yoga Asana, dengan peserta 17 anak. Kebanyakan dari
peserta menampilkan gerakan Yoga Surya Namaskar. ADa juga yang menampilkan
beberapa gerakan yoga lainnya. Akhirnya terpilih Giri Raja sebagai juara yang
melakukan yoga Sirshasana (berdiri dengan kepala di bawah) dengan waktu yang
cukup lama.
Malam itu, ada seorang peserta termuda, usia TK yaitu Gede Chandra (putra Pak
Suanda dan Bu Juni) mendapatkan hadiah khusus dari Guru, karena dia dengan penuh berani dan kemampuannya, mengikuti 3 lomba dari 5 lomba yang diadakan. Semua orang dibuat terkagum oleh kemampuan anak ini...ckck.
Semua lomba berakhir jam 24 wita. Semua pemenang mendapatkan Kain Suci dari
Wrindawan dan kalung dengan pendan berbentuk Shri Narasingha. Juga akan
mendapatkan kaos Harmony Code, yang akan diberikan kemudian, karena tengah malam itu koperasi sudah tutup. Selanjutnya baru makan malam (bayangin....tengah
malam...hehe). Selain nasi, ada juga hidangan bubr ketan hitam campur kacang
hijau, sumbangan salah seorang ibu.
Selesai makan, semua orang berkumpul di halaman Dhuna Guru untuk bersembahyang dalam rangka penutupan SYC. Sebagai hadiah istimewa dari Guru, semua peserta SYC dan yang hadir malam itu diperbolehkan masuk ke dalam Akhanda Dhuna untuk bersujud pada Dhuna Guru. Semua anak bersorak kegirangan, mendapat berkah yang baru pertama kali mereka terima ini.
Sebagai penutupan acara, semua anak bersujud pada Guru Darmayasa yang telah
seminggu penuh membimbing mereka lahir dan bathin. Kemudian mereka diminta
bersujud pada Ibu dan Bapak mereka dengan mencium kaki ortunya. Kemudian ortunya memberkati putra/i nya supaya menjadi anak Suputra. Sungguh mengharukan. Akhirnya acara selesai jam 01.30 wita. Anehnya anak2 masih terlihat segar semua, tak ada yang kelelahan.
Peserta SYC juga diminta untuk membuatkan kesan dan pesan, untuk keesokannya
dikumpulkan pada Pak Media. Feedback ini kita butuhkan untuk mendapatkan
masukan2 demi perbaikan pelaksanaan SYC di tahun berikutnya.
Akhir kata, kami selaku mewakili Panitia SYC, mengucapkan terima kasih
sebesar2nya kepada rekan2 semua sehingga SYC ini bisa berjalan dengan baik. Kami juga menyampaikan sujud setinggi2nya pada Guru Darmayasa yang telah membimbing anak2 dengan mengisi mungkin 70% waktu keseluruhan acara.
Semoga Tuhan/Dhuna Guru memberkati kita semua.
Salam damai
adi
|