KUCING PUTIH DI PARAMA DHAMA Posted by Wisnawo on 2011-07-15 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam kasih,
Saya minggu lalu tgl. 9-11 juli 2011 kebetulan mengikuti raker dibali, acara
dua hari itu sangat padat dan tgl. 11/7/11 baru sempat tangkil ke Parama Dhama,
sebelum tangkil saya beli beberapa buah untuk di persembahkan ke Dhuna Guru,
siang itu saya sampai di Parama Dhama, sebelum masuk halaman Parama Dhama
terlebih dahulu mengucapkan Pawitra mantram, setelah itu masuk dan antar buah yg
akan dipersembahkan ke dapur suci, disitu tiang bertemu dengan Mataji, beliau
menanyakan kapan datang dan sampai kapan dibali, dan saya bilang sudah 2 hari
dan sebentar sore tiang pulang ke makassar dan besoknya balik ke balikpapan,
beliau menyampaikan nanti ketemu Prabu dulu ngih? Tapi beliau (Guru) masih
dikamar, kata beliau, setelah itu saya langsung cuci kaki,tangan,muka dan
berkumur, untuk melanjutkan meditasi dihalaman Dhuna Guru, setelah melakukan
sujud di depan pintu Dhuna Guru, mengitari Dhunaguru dan Padmasana, lalu duduk
bermeditasi, perasaan dalam meditasi kali ini kayaknya badan ringan banget,
apalagi ada hembusan angin yg menyejukan. Setelah selesai meditasi saya
dipanggil Mataji untuk menunggu Guru di samping rumah bambu yang sudah siap sedia kursi2 untuk menerima tamu, tidak beberapa lama kemudian Guru keluar, dan kita ngobrol, disitu juga ada dayu (bidan) dan tamu (Marsha dan Tania), kita ngobrol sambil menikmati berkah bubur kacang, setelah beberapa lama karena Guru ada penting dengan Dayu (bidan) yang harus disampaikan secara pribadi saya jalan melihat2 disekeliling Paramadhama dan ternyata bangunan bambu bertambah
dibelakang sebelah kanan bangunan lama, disamping kamar mandi, tapi belum
selesai dan masih dalam proses, dan didepan wantilan ada rumah sama seperti
rumah bamboo tapi ini terbuat dari pohon kelapa, bagus banget, jadi ParamaDahama sekarang makin indah saja.
Beberapa saat setelah saya selesai menyapu dihalaman dan pergi cuci kaki dan
tangan, Guru memanggil saya, dan sayapun bergegas menghampiri Guru dan kita
ngobrol di dalam ruangan rumah bambu, disana Beliau mengatakan sakit semua badan Beliau karena semalam ada yang datang untuk dibantu, saya menawarkan diri untuk mijat tapi Beliau ketawa nanti saja, karena disitu juga ada Marsha dan Tania, jadi kami berempat dikamar, dan Marsha bergegas kedapur untuk mengambil piring setelah itu membagikan makanan yg ada di kulkas kamar Guru, sambil mendengarkan lagu-lagu suci yang dinyakan Guru, saya terharu melihat Marsha yang begitu tulus dan sangat perhatian melayani Guru, saya sampai terbesit dalam hati, mampukah saya melayani Guru setulus Beliau. karena beliau2 ini sangat beruntung bisa selalu dekat dengan Guru. Setelah selesai makan, saya minta dikopykan beberapa file nyanyian suci yang dibawakan oleh Guru, setelah semuanya selesai, kami kembali duduk2 disamping rumah bambu.. tidak beberapa saat Mataji menawarkan kami untuk makan siang, yah makan lagi..pokoknya hari itu saya merasa paling banyak dapat berkah Persadam (makan terus). Marsha dan Tania ngobrol, pakai bahasa negaranya..saya hanya bengong mendengarkan, lalu Marsha dan Tania ngobrol dengan Guru, tetap saja saya bengong mendengarkan tanpa tau apa yang dibicarkan maklum saya tidak tau bahasa inggris. Dari cerita Marsha dan Tania, Guru menyampaikan kesaya Tania semalam sebelum kedapur untuk mengambil sesuatu, dia melihat kucing putih dihalaman Parama dhama, setelah dari dapur Tania masuk ke Dhuna Guru untuk melakukan Shadana, dia melihat lagi kucing itu tidur beberapa saat didepan fotonya Guruji, setelah itu tidur lagi beberapa saat di depan fotonya Guru lalu keluar, dia bilang ngak tau kok bisa ada kucing putih malam itu padahal di Paramadhama tidak pernah ada kucing. Mungkinkah kucing itu mencari kesucian di Parama Dhama… saya rasa ini sangat mungkin, karena di Parama Dhama adalah tempat yang sangat suci, dan bagi yang beruntung setiap saat ada di Parama Dhama, saya ucapkan selamat selalu berada dalam suasana kesucian.
Sore itu saya pamit ke Guru, untuk ke bandara dan taxi sudah menunggu didepan
karena sudah janjian dengan taxi yang ngantar saya tadi paginya, Guru juga
menelpon pak Ngurah untuk bisa mengantar saya ke Bandara, dan pak Ngurah datang, tapi karena tiang sudah terlanjur ditungguin sama taxi jadi tiang mohon maaf sama Pak Ngurah karena tidak jadi kebandara sama2, terimakasih Pak telah tiang repotkan dan terimakasih banyak juga kepada Mataji yg telah memberikan prasadham dan oleh2 yg begitu banyak, dan terimakasih banyak Guru atas semuanya.
Demikian tulisan saya yang ngak beraturan tutur katanya ini, mohon dimaklumi.
Sriguru,
Sembah sujud dikaki PadmaMu Guru….
Sriguru Carana Kamalebhyo Namah…
Wisnawo.
|