Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
Layanan Sms Renungan
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
KEBANGKITAN KESADARAN MASYARAKAT BALI PADA PELAKSANAAN AJARAN VEDA DI BALI MELALUI YOGA DAN MEDITASI
Posted by Dayu Sriadi on 2010-12-15
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Bali dan Upacara seolah-olah sudah menjadi satu paket, Bali dikenal dengan kereligiusannya, bhaktinya pada Tuhan dan kehidupan bermasyarakat yang unik yang dikenal melalui moto Sagilik Saguluk Paras Paros sarpanaya Salunglung Sabayantaka.

Konsep kebersamaan yang diterapkan dari jaman nenek moyang dan terpelihara sampai sekarang merupakan sebuah benteng yang sangat kuat dari gempuran dari luar, namun karakter orang bali yang cenderung ramah dan welcome terhadap siapa saja juga merupakan sebuah celah bagi masuknya pengaruh luar yang baik ataupun yang buruk, ancaman ini terutama adanya tawaran kehidupan bermasyarakat yang lebih mudah dan serba praktis menyebabkan beberapa kalangan masyarkat terutama golongan muda dan cerdik cendikiawan yang lebih berorientasi pada konsep jnanin lebih memilih keluar dari Bali atau memilih kepercayaan lain yang menjanjikan kehidupan yang lebih praktis.

Hal ini tak pelak berpotensi memicu pertentangan dikalangan masyarakat Bali yang kemudian memicu terjadinya beberapa kasus adat seperti kasepekan ataupun masalah pura dan masalah kuburan. Hal ini kemudian menumbuhkan ide untuk menggali lagi ajaran veda yaitu catur marga yang sebenanrnya kalau dilaksanakan dengan saling menghargai dan sagilik saguluk sebagaimana moto yang diciptakan para leluhur orang bali maka konflik-konflik masalah adat seyogyanya sudah tidak ada lagi karena dalam ajaran catur marga yang juga dianut oleh pemeluk agama hindu Bali pada umumnya ada 4 jalan yang bisa ditempuh dalam mewujudkan bhakti kepada Tuhan yaitu Bhakti Marga, karma marga, Yoga Marga dan Jnana Marga. Konsep bhakti sendiri diimplementasikan melalui penyerahan diri kepada Tuhan baik melalui pelayanan kepada Tuhan maupun ciptaanya. Dalam konsep ini sangat kental ajaran Vaisudeva Kuntumbakam yang di Bali lebih dikenal dengan konsep Tri Hita Karana.

Hal ini kemudian memicu kebangkitan kesadaran bahwa bhakti kepada Tuhan bukan hanya bisa dilaksanakan melalui upacara, ritual hanya sebagian kecil dari pelaksanaan bhakti yang sebenarnya merupakan wujud pelayanan kepada Hyang di atas. Yang diperlukan sekarang ini adalah pelaksanaan bhakti kepada tuhan melalui pelayanan kepada Tuhan maupun mahluk lain dengan tanpa mengabaikan unsur lain yang tidak kalah penting adalah keharmonisan bermasyarakat dalam masyarakat yang majemuk dan adanya ruang bagi seseorang untuk memenuhi kehidupan dasarnya yang sekarang ini hanya bisa didapatkan dengan bekerja.

Hal penting lainnya adalah kebutuhan badan dan kesehatan jiwa yang akan sangat menentukan tingkat pelayanan mereka kepada Tuhan sudah seharusnya sangat mendapatkan perhatian khusus dan biaya perawatan medis yang luar biasa memicu ingatan masyarakat Bali pada ajaran Yoga yang sebenarnya merupakan ajaran Hindu namun ternyata lebih popular di dunia Barat.

Hal ini kemudian menjadi semarak dengan dilaksanakannya beberapa even yang berskala nasional maupun international yang dapat kita lihat sudah beberapa kali dilaksanakan seperti International Yoga Vestifal ( dimotori oleh Somvir dengan Bali Yoga Foundation ), Bali Yoga Vestifal ( Sekedemen Bali ), International Meditates Seminar ( Anand Asrham ), Seminar Meditasi Angka di 8 Kota besar dan kelas-kelas khusus yang diadakan di beberapa tempat dan perkantoran yang dimotori oleh Prabhu Darmayasa.

Yang paling terkini adalah mulainya ajaran Yoga dan Meditasi merambah masyarakat Banjar yang sudah dilaksanakan oleh masyarakat Banjar Tengah Sesetan dengan instruktur dari perguruan Meditasi Angka.

Kebangkitan Yoga dan Meditasi juga diiringi dengan bermunculannya banyak center dan asram yang memberikan pelajaran khusus Yoga dan Meditasi yang berbayar maupun gratis dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan juga dapat dilihat dari sini dengan beralihnya konsentrasi masyarakat pada upaya menjaga kesehatan dengan Yoga dan mengobati diri sendiri yang dilakukan saat meditasi.

Adanya fenomena seperti ini merupakan angin sejuk yang diharapkan mampu mengakomodir semua kebutuhan berketuhanan di masyarakat di Bali yang sudah semakin majemuk dan semakin krodit dan mampu mengembalikan kerukunan dikalangan masyarakat sehingga kemudian moto sagilik saguluk paras paros sarpanaya salunglung sabayantaka dapat ditegakkan kembali melalui prilaku yang saling menghormati, saling menghargai dan saling membantu satu sama lain.

Dan pada akhirnya semua konflik adat, permasalahan agama dan semacamnya akan memudar dengan sendirinya dengan munculnya senyum-senyum tulus yang diperlihatkan oleh pribadi pribadi yang dipenuhi dengan kasih.

Pengaruh positif lainnya adalah image Bali yang dulu lebih dikenal hanya melalui budaya dan keindahan alam saat ini mulai bertambah dengan menjamurnya spiritual tourism yang mengajarkan cara kehidupan spiritual dengan pelaksanaan kehidupan vegetarian dan pelaksanaan Yoga dan Meditasi dalam kehidupan sehari hari.

Shantih

sumber: http://www.e-banjar.com/content/view/435/lang,en/











Menghindar Dari Tangkapan Rasa Iri Hati
Pembersihan Pikiran Dalam Praktek Medang
Korban Suci Japa/dzikir Dalam Meditasi Angka (bagian 3)
Menanggalkan Kaca Mata Dunia
Hari Gita Jayanti
Cinta Kasih Sejati (era Baru)
Memperlemah Volume Perbedaan
Lesson Of The Day – April 2013
Korban Suci Japa/dzikir Dalam Meditasi Angka (bagian 2)
Korban Suci Japa/dzikir Dalam Meditasi Angka (bagian 1)
Selayang Pandang Syc 2013 Hari Ke Tiga
Selayang Pandang Sadhana Youth Camp 2013 Hari Ke Dua
Sadhana Youth Camp 2013
Proposal Kegiatan Sadhana Youth Camp 2013
Melepaskan Keterikatan Cinta Duniawi
Begitu Kuatnya Angka…
Buku "keagungan Dhuna Guru"
Kronologis Perjalanan Tirthyayatra Ke India 13-22 Februari 2013
Melangkah Di Zaman Kali (bagian 3)
Melangkah Di Zaman Kali (bagian 2)

Gerakan Suryanamaskar