PENGALAMAN-PENGALAMAN PESERTA MEDITASI. Posted by Dendi.septiadi on 2004-08-09 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam kasih....,
.
Kejadian pertama Hari Sabtu lalu (07 August 2004).
Saya menerima tlp dari seorang yang ikut Meditasi bersama diTMII pada tgl. 25 July 2004 lalu. orang ini mengaku bernama Jossi. Sambil bertelp, saya mencek di buku daftar hadir, tak ada orang yg terdaftar dengan nama tsb.
" Josi atau Jessi...nama bapak...? Bapak tinggal di daerah Cibubur..? Tidak mencantumkan no tlp rumah ya Pak..?" Tanya saya.
" Benar Pak. Josi itu nama panggilan sehari-hari. Nama saya : Jessi Hanjil..." Katanya sambil kemudian memberikan no tlp rumahnya
.
Kemudian bpk tersebut bercerita bagaimana selama ini dia sudah menggeluti Hatta Yoga ( asanas) sejak muda dan membaca banyak buku-buku..(Dia menyebutkan beberapa buku tapi saya lupa karna judul buku-buku yg disebutkan bukan dalam Bhs Indonesia, diantara nya ada yg saya ingat: Patanjali..)
Sejak usia kurang lebih 25 tahunan dia melakukan Yoga tsb hingga kini dia berusia hampir 55 thn.,( sambil mendengar ceritanya, saya agak terbayang dengan orang ini. Agak sedikit kurus, cukup tinggi dan berpakaian dengan motif warna agak putih...) duduk di sebelah kanan agak belakang di deretan/sap Pak.Bagus Suwecana. Kalau Pak.Bagus di depan, orang ini agak di belakang..)...
.
Dia mendengar informasi Meditasi Bersama tgl 25 July 2004 dari Harian Pos Kota.
" Saya sangat tertarik sekali dengan meditasi Kundalini ini, karna tahapan selanjutnya dari Yoga yang saya lakukan ini, adalah Kundalini..." lanjutnya lagi.
Kemudian telepon terputus...
Tak lama kemudian telepon saya kembali berbunyi.
" Maaf.. Pak. Saya telepon bapak dari kantor. teleponnya pake timer. Tiap 5 menit putus..." Katanya menerangkan...
" Sepulang dari TMII itu, saya kemudian melakukan Meditasi Angka seperti yang di jelaskan oleh Bapak.Prabu...Tapi ada yang saya mau ceritakan mengenai pengalaman saya selama beberapa hari melakukan Meditasi Angka ini pak.." Katanya.
" Biasanya sebelum meditasi saya suka membayangkan waja bapak Prabu...tapi beberapa hari yang lalu, waktu saya sedang mencoba membayangkan wajah Prabu, tiba-tiba wajah tsb menghilang. Saya tidak bisa membayangkan wajah bapak Prabu. Tiba-tiba yang muncul bukan wajah Prabu, melainkan sosok Dewa Krisna, dalam lingkaran sinar warna kuning ke-emasan...." Katanya dengan penuh semangat...
.
Itulah adalah pengalaman dari peserta yang ikut Meditasi Bersama di TMII. Sebetulnya selama percakapan itu, tlp beberapa kali terputus oleh karena timer yg dipasang di tempatnya bekerja.
.
Setelah percakapan itu selesai, saya masih merenung beberapa saat.
Tiba-tiba saya teringat pengalaman waktu malam terkahir bersama Prabu di kamar Hotel Borobudur Jakarta. Saya pun sempat melihat wajah Prabu dalam pandangan saya berubah. Walaupun perubahan itu hanya di sekitar lingkar kedua mata Prabu. Dalam pandangan saya yang sesaat itu, bentuk kedua mata Prabu dan bentuk dahinya berubah.
Bentuk mata dan dahi dari sosok yang sama kah dengan yang dilihat oleh pak.Jessi...?
.
Kejadian kedua masih di hari Sabtu yang sama, sekitar pukul.22.00 malam di tempat tinggal saya.
Sekitar pukul 9.30, dari kamar saya, terdengar pembantu saya sedang memindahkan kursi-kursi dan menggelar tikar untuk persiapan meditasi bersama pukul.22.45.
Kurang lebih pada pukul.22.00 biasanya kawan-kawan mulai datang.
Malam itu yang datang pertama kali adalah Pak.Parno..
Karena suatu coba-an hidup, sekitar thn 2000, mempunyai kebiasan bermeditasi. Biasanya meditasi nya di mulai 24.00 dan terus duduk sampai pagi.
"Meditasi nya gimana atau meditasi apa Pak...?" Tanya saya
" Saya enggak ngerti pak, soalnya saya gak tahu teori meditasi. jadi pokoknya duduk kemudian diem ajalah...Kalau pikiran mulai ngelantur, biasanya saya kembalikan agar tetap fokus . Pokonya gitu terus sampai saya bisa merasakan hening..." Demikian katanya suatu ketika.
.
" Beberapa hari yang lalu, seumur-umur saya melakukan meditasi, baru saat itu saya bisa melihat sosok diri saya sendiri sedang duduk. Persis duduk di depan saya..." katanya, memulai pembicara-an....Inikah sosok yang suka kita sebut atau kita kenal, sedulur papat..?
.
Mukin rekans ada yang bertanya apakah itu?
Mohon maaf...dalam hati saya juga bertanya demikian....Mungkin Prabu bisa menjelaskan..
.
Sebenarnya malam itu pun ada kesaksian dari rekan kita yang hadir saat meditasi bersama : Sdr.Aryanto...Dia berjanji akan menuliskan pengalamannya...Kita tungu saja...
.
Mudah-mudahan pengalamans ini bisa menguatkan kita semua dan membuat kita semakin bertekun dalam berlatih, berlatih dan berlatih....
.
Salam dalam kasih Tuhan
................................
Dendi Septiadi.
|