Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
JANGAN MENCOBA MEMEGANG TUHAN TETAPI BIARLAH TUHAN MEMEGANGMU. ITULAH JALAN YANG SELAMAT BAGIMU
Posted by Tamtam Setiawan on 2010-05-23
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Setelah dibahas sekitar dua mingguan dengan penuh semangat di milis ini, kini
tibalah saatnya kami menutup Renungan 107:

"Jangan mencoba memegang Tuhan tetapi biarlah Tuhan memegangmu. Itulah jalan
yang selamat bagimu." (Darmayasa)

---o0o---

Mangku Danu:

Salam Kasih

Renungan Guruji Kali ini, semakin dalam dan membutuhkan perenungan yang lebih
hati-hati, walau sesungguhnya artinya memang sudah ada pada renunganitu sendiri.

Sejak kecil kita diajarkan untuk berdoa kepada Tuhan, agar kita menjadi semakin
dekat dengan Tuhan, bahkan keinginan itu tak berhenti di sana, timbul rasa yang
lebih jauh lagi, yakni; kita ingin merasakan kehadiran Tuhan, Dapat bercengkrama
denganNYa, Mengadu, Berpelukan, dan berniat agar dapat bersatu denganNya-sebuah keinginan yang mulia tentunya, seperti seorang anak yang selalu ingin dekat
dengan Bapak-Ibunya. Begitulah Tuhan dipuja, dirindu dan dicinta oleh kita
semua.

Dalam pemahaman seperti ini, Kita meng-asumsikan bahwa Tuhan berada nan jauh
disana, sehingga kita berusaha sekeras mungkin untuk dapat mencapai dan
menggapaiNya. Sehingga tak jarang orang menjadi putus asa karena merasa mereka belum bisa atau tidak dapat menemukanTuhan pujaannya, dan perasaan itu
barangkali juga mendera kita....?

Namun demikian Guruji, ingin agar kita tidak berhenti atau berada pada pemahaman
itu saja, atau setidaknya guruji ingin agar kita mempunyai pemahaman baru
tentangTuhan, Bahwa Tuhan tak perlu dicari untuk didekatidan digenggam; karena
sejatinyaTuhan telah terhampar dihadapan kita dalam berbagai nama dan rupa,
entah sebagai orang lain, sebagai sahabat, teman, orang miskin, yatim piatu,
bahkan mungkin hadir sebagai yang kita anggap musuh. SesungguhnyaTuhan telah
menggenggam bahkan telah memeluk kita dengan mesra melalui kehidupan ini.

Dalam doa sering kita berucap..... Tuhan ijinkan Aku agar dapat melayaniMU..
.walau hanya sekali saja..! disaat yang samaTuhan hadir sebagai fakir misalnya
dan meminta untuk dilayani.... ..tapi karena kita telah memformat bahwaTuhan
adalah sebuah Pribadi yang Agung, Bersih,Berwibawa, Suci,dan sebagainya. Maka
kita tidak dapat melihat bahkan merasakan bahwa Tuhan telah mewujud sebagai rupa yang lain. Kiranya carapandang kita tentang Tuhanlah yang harus diluruskan, dan pelajaran Guru kali ini saya makni demikian.

Semoga keterbatasan cara pandang saya ini diluruskan oleh Guruji

Sriguru
Mk.Danu
---o0o---

Herry Ermawan:

Salam Kasih,

Bentuk sadhana yang dianjurkan adalah sadhana "anak kucing " dimana anak
kucing yang sangat lembut dan polos mengeong memanggil induknya. Induknya
kemudian datang "memegangnya" dan membawanya pergi ke tempat yang aman.

Kita dapat belajar dari anak kucing tersebut. Kita hendaknya menjadi insan
yang tulus dihadapan Tuhan, melakukan swadharma (kewajiban) sebagai manusia,
setiap kesempatan "mengeong" atau meyebut/mengingat NAMANYA dan dengan tabah menjalani samsara dengan sikap samatvam. Selebihnya kita serahkan pada KEHENDAK YANG MAHA KUASA.

Dengan selalu menempatkan 1 (Tuhan) setiap awal aktivitas, kita berharap
KEHENDAKNYA mengalir dalam tubuh dan jiwa kita sehingga apapun yang kita
lakukan adalah sesuai dengan skenario yang sudah direncanakanNYA.

Setiap pukulan/penderitaan yang kita alami hendaknya dianggap sebagai
cubitan kecil agar kita kembali mengandalkanNYA. Tuhan menciptakan insan
manusia bukan untuk menderita, melainkan untuk ikut memegang peranan
permainan CINTANYA. Kebodohan kita yang berpegang pada tarikan pikiran membuat kita menderita, tetapi Tuhan yang adalah BAPAK /IBU SEJATI akan selalu menjaga kita dengan mengingatkan melalui suatu cara.

Sekali lagi kita hanya bisa melakukan kewajiban dan mengingatNYA, selebihnya
adalah urusan Tuhan.

Semoga kita bisa menjadi insan yang tulus...ngeooong...ngeooong...ngeooong

Sriguru,
Nang Jempaluk
---o0o---

Mahardika:

Salam Kasih,

Saya harus nulis apa lagi, kalau semua yang ada dibenak saya sdh dipaparkan oleh
Mangku Danu dengan sangat indah. Saya hanya menambahkan, "Cukup tulus dan ihlas" serta jalankan dharma/kewajiban sebagai manusia pada saat ini, sejak sekarang.

Sriguru,
MG Mahardhika
---o0o---

Adi Candra:

Salam kasih,

Renungan kali ini membahas bagaimana seharusnya hubungan pribadi kita dengan
Tuhan. Seperti yang dijelaskan oleh Mangku Danu, setiap orang mempunyai pilihan
yang berbeda bagaimana hubungannya dengan Tuhan.

Setelah menonton film Little Krishna di TPI ada yang ingin menjadi ibu/bapak
dari Krishna/Tuhan. Bagi anak-anak muda di masa remaja, ada yang mengganggap
Krishna/Tuhan sebagai pacar/kekasihnya yang membuatnya tak bisa berpaling 24
jam, bahkan ada yang jadi jatuh cinta tergila-gila. Bagi pria dewasa, ada yang
ingin menganggap Krishna/Tuhan sebagai saudaranya, sehingga pada upacara Raksha Badan (?) mereka mempersembahkan gelang tangan tanda persaudaraan pada arca Krishna. (Ingat kan dulu guru pernah pulang dari india membawa banyak prashadham gelang tangan untuk kita?). Ada yang menganggap Tuhan sebagai gurunya, pembimbingnya, dan lain-lain. Yang ekstrim, ada yang menganggap Tuhan/Krishna sebagai musuhnya, seperti Rahwana, Surpanaka (?), dan lain-lain, yang akhirnya mereka juga bisa bersatu dengan Tuhan.

Di luar berbagai jenis hubungan tersebut, dalam renungan kali ini melihat
hubungan kita dengan Tuhan dari sudut pandang yang lain, yaitu apakah kita
memegang Tuhan ataukah kita dipegang Tuhan? cukup sering Guru membahas hal ini.

Jika kita MEMEGANG TUHAN, sering diibaratkan seperti anak monyet yang
bergelantungan di punggung ibunya. Monyet sering mencari makan di atas pohon,
berlompatan sana-sini, sehingga jika pegangan si bayi monyet tak kuat, dia bisa
terjatuh dari atas pohon dan mungkin tewas. Kita pun sering berlaku seperti ini.
Dengan EGOnya kita berusaha MEMEGANG TUHAN. Seolah kita punya kekuatan yang MAHA KUAT sehingga kita akan bisa memegang Tuhan dan Tuhan tak akan bisa melarikan diri. Kita malah menjadi sering hanya meminta ini itu pada Tuhan dengan janji IMBALAN ini atau itu nantinya, jika keinginan kita sudah TERPENUHI. Bahkan jika terus berlanjut, kita menjadi MEMERINTAH Tuhan untuk melakukan ini dan itu, sesuai kehendak kita. Tanpa kita sadari, kita telah menjadikan Tuhan sebagai BUDAK.

Hubungan yang harus kita tuju adalah bagaimana supaya Tuhan berkenan MEMEGANG KITA. Diibaratkan seperti induk kucing memegang anaknya dengan digigit di mulutnya. Induk kucing tentulah sangat kuat, tak mungkin anaknya akan terjatuh. Induk kucing juga paham dengan benar, bagaimana cara menggigit supaya tak melukai/menyakiti anaknya.

Demikianlah juga seharusnya, jika kita telah DIPEGANG TUHAN, maka hidup kita
selanjutnya sudah terjamin pasti BERHASIL. Bagaimana caranya supaya Tuhan mau
megang kita?? Inilah pertanyaan maha penting yang harus kita renungkan. Sebelum
sampai Tuhan berkenan Memegang kita, bagaimana caranya supaya Tuhan mau berkenan MELIRIK kita?? Seperti yang ditulis Pak MGM, dengan melakukan pelayanan pada Tuhan dengan Tulus dan Ikhlas, maka Tuhan pasti akan melirik kita. Kita semua tahu, Tuhan Maha Tahu dan maha segalanya. Jika kita sudah melakukan PELAYANAN, Tuhan pasti tahu apakah kita melakukannya dengan tulus ikhlas ataukah penuh dengan tendensi/tujuan ini itu.

Jadi kesimpulannya, marilah kita berlomba2... supaya Tuhan mau melirik
kita....kemudian mau memegang kita....maka hidup kita pasti berhasil.

Salam damai
adi
---o0o---

Mangku Danu:

Salam Damai

Apa yang dilakukan sahabat MEDANG melalui Karawang Yatra, adalah sebagai tanda
kita bukan saja telah digenggam Tuhan, tapi kita telah dipeluknya dengan
mesra....bukan? Mengapa saya berani mengatakan bahwa sejatinya banyak sahabat
kita telah mampu bergandengan mesra dengan Tuhan, karena semua kegiatan tersebut dijadikan upakara/sarana puja bhakti kepadaNya. Banyak sahabat merasakan betapa Tuhan menampakkan Dirinya untuk menerima persembahan berupa kepedulian yang mewujud menjadi sesama... sehingga kegiatan itu menimbulkan rasa bahagia tiada tara, rasa itulah yang ingin kita dapatkan saat berjumpa dengan Tuhan bukan.....?

Berbahagialah bagi sahabat yang telah digenggam, dipeluk mesra oleh Tuhan,
semoga saya dan sahabat yang lain akan segera dijabat erat tangannya olehTuhan
melalui tuntunan Guruji.

Sriguru
mk.danu
---o0o---











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar