KARAWANG YATRA Posted by Made Noni on 2010-05-04 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam kasih,
Ide Karawang Yatra bergulir ketika Guru sampai di Jakarta hari Rabu malam yang lalu. Ditengah-tengah kesibukan Beliau, ternyata Beliau masih ingat dengan musibah yang menimpa teman-teman medang kita di Karawang beberapa waktu yang lalu.
Demikianlah kemudian ide ini bergulir, hari Jumat ide ini kemudian disosialisasikan ke seluruh pemedang, tidak hanya di jakarta tapi sampai ke Kalimantan, Purwokerto, jogja, Surabaya, Bali dan bahkan sampai ke Lombok.
Sambutan yang sangat hangat kita terima dari respon teman-teman pemedang, hingga akhirnya terkumpul dana yang melebihi target, terkumpul dana Rp. 6.370. 000 pada hari Minggu pagi. Pagi itu juga kemudian team belanja bergerak ke Giant di Senayan City. Kami kesana berangkat berlima menggunakan Yaris pak Sukada.
Kami berangkat sekitar pukul 09.00 Wib, dimana Guru baru saja sekitar pukul 08.00 wib baru berangkat tidur setelah sebelumnya menyelesaikan suatu
makalah yang harus di kirim saat itu juga, karena dari hari rabu malam
sampai sabtu malam, Tamu Guru tiada henti, Karena kondisi yang urgent, Guru
juga harus melakukan "sesuatu" yang sangat khusus yang tentu saja akan
menguras banyak sekali energi Guru, Belum lagi Guru harus pergi ke suatu
tempat yang memang tak dapat Guru hindari, hingga membuat salah satu teman
kita harus rela menunggu Guru di depan centre selama 2 jam, hehehehe salah
sendiri nggak nelpon.
Disamping itu Telpon Guru yang tiada henti bergetar menandai telpon yang bertubi-tubi masuk menghubungi Guru, bahkan Guru menerima SMS dari tiga
Propinsi yang memohon pertolongan Beliau karena ada yang masuk UGD,
belum telp dan sms yang (he he menurut Guru membuat tdk nyaman) "mengganggu" Beliau dengan kesalahpahamannya karena tidak mengerti Guru...,
Dari semua hal tersebut kemudian puncaknya hari sabtu malam itu, Guru
terpaksa baru dapat istirahat pukul 08.00 pagi di hari Minggu. Ohhh...God!,
Melihat kesibukan Guru yang demikian padat, saya hanya berdoa semoga Tuhan
berkenan Menjaga Guru agar Fit terus...
Sampai di Senanyan City, kami bergerak mencari komposisi sembako yang sesuai
budget, sampai stock Giant untuk jenis beras tertentu kita borong habis dari
gudangnya.
Kemudian final kami membeli 90 kantung beras @ 5kg dengan berbagai jenis
merek, 90 Kg Gula merek Gulaku, 90 liter minyak dengan berbagai merek.
Total uang yang kami belanjakan Rp. 6.119.430,- Sisa uang Rp. 250.570,- kemudian atas petunjuk Guru kami masukan ke kas Centre jakarta. Yang ternyata pada hari senen kemarin uang yang harus kami setor ke kas centre bertambah Rp. 250.000 lagi karena ada teman kita yang baru hari senin membaca SMS yang kami kirim, dan langsung hari senen itu juga dia mentransfer uangnya, dengan demikian uang yang kami setorkan ke kas Centre Jakarta berjumlah Rp. 500.570,-
Ketika selesai berbelanja, barulah muncul masalah, bagaimana bawa barang yang begini banyak? Namun dalam perjalanan berbelanja ini muncul keajaiban-ajaiban.
Ketika memasukan barang ke Troli ternyata membutuhkan 5 troli, kok bisa pas dengan jumlah orang yang ikut berbelanja?
Ketika dalam proses membayar di kasir, pak sukada secara tak sengaja menyenggol minuman You C 1000 setengah lusin, kita pikir botolnya pada hancur, ternyata yang hancur Cuma 1 botol, ajaib!!! Kembali ke angka 5?
Demikianlah selesai membayar ketika akan menuju parkir, kita awalnya sudah memutuskan akan menggunakan Taxi saja untuk ke slipi, kasihan yaris pak sukada bawa barang yg demikian banyak, yarisnya bisa gepeng...kayak kodok ke gencet nanti. Detik-detik kritis tiba-tiba jek Tamtam nelpon bilang sudah di Slipi, Ohhh Great!!! Akhirnya Tamtam berkenan menjemput kami ke sensy, alhasil Inova tamtam bekerja keras angkut sembako hehehhehe.... Baru kali itu inova kerja keras angkut-angkut sembako hehehhehe... bodynya sampai mepet ban hehehhe...
Perjalanan ke Slipi kita jalani dengan pelan karena ban yang nempel ke Body, akhirnya di Slipi beban inova kita bagi dgn avanza Sanis yang datang belakangan, barulah aman...
Siang itu, akhirnya kami berangkat ber-9 orang ke karawang, menggunakan 3 mobil, sebelum berangkat secara tiba-tiba hujan turun, padahal sebelumnya langit terang benderang, ada apakah? Semoga ini tanda berkah pikir saya dalam hati...
perjalanan beriringan, kebetulan saya bersama Sanis, Guru di mobil pak sukada bersama 3 teman lainnya, sedangkan jek Tamtam bersama Agus.
Di perempatan Slipi, Sanis harus masuk POM bensin dulu, Guru dan Tamtam sudah melesat jauh. Selesai isi Bensin sanis Drive mobil dengan tenang, rata-rata kecepatan 90-100 Km/jam. Jalanan sangat lancar.
Sampai di karawang kami agak bingung dimana Rumah pak SMS, sudah lama sekali kita tak pernah datang kesana. Setelah nelpon pak SMS yang akhirnya kami di jemput keluar komplek perumahan, akhirnya sampai juga di rumah pak SMS dengan selamat, Guru dan teman-teman lain sudah sampai lebih awal. Di sana sudah ada Pak Giri semadi dan pak Winadiyasa.
Setelah Sembako diserah terimakan secara simbolis, kemudian Sembari menunggu pak MGM dan pak Dendi yang katanya akan datang, kami ngobrol-ngobrol di sana, tunggu-punya tunggu, ternyata baru ada kabar bahwa Ki dendi dan kang MGM tak dapat hadir karena sesuatu urusan.
Akhirnya acara kita mulai di awali dengan pembacaan Kitab Bhagavad Gita pada Bab yang Khusus membahas tentang Meditasi dan sikap duduk meditasi. Selanjutnya acara di lanjutkan dengan acara meditasi yang di pimpin oleh Kang Sanis. Sebelum acara meditasi, saya sangat mengantuk, karena sebelumnya saya tidur jam 3.30 pagi, namun selesai meditasi badan terasa sangat-sangat segar. Padahal saya merasa meditasi saya biasa-biasa saja, namun anehnya badan terasa sangat segar. Namun salah satu teman kita, ketika meditasi badanya bergetar hebat. Bahkan gerakan-gerakannya sepertinya sangat sulit untuk dikontrol. Namun setelah di sentuh Guru, dan ketika Guru mengatakan "selesai" teman kita dapat sadar kembali dengan normal.
Sesampainya di Slipi, barulah saya tahu kenapa hal ini terjadi, Saat itu Guru sedang mentransfer energi yang sangat besar, wah... berkah yang tak terhingga buat semua yang hadir medang hari itu di Karawang...
Luar biasa! Hanya itu kata yang dapat saya ucapkan dalam hati.
Suksma Guru...Suksma Dhuna Guru yang telah berkarunia hari itu... semoga lain waktu kami di ijinkan ikut dalam kegiatan-kegiatan medang yang lain...
Demikian liputan Karawang Yatra ini saya tutup.
Jay Shri Guru!
Ityatmanam samarpaye
Sriguru
Denoni
|