LIPUTAN HUT MEDANG TAHUN 2010 HARI KE-3, PELAYANAN KESEHATAN GRATIS Posted by Adi Candra on 2010-02-22 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam kasih
Senin 22 Feb 2010
PELAYANAN KESEHATAN GRATIS
Acara ini dikoordinir oleh Bu Ratna. Setelah sebelumnya dilakukan surat menyurat masalah perizinan, dll, kita menyiapkan rombongan untuk berkumpul jam 08 pagi di Center Dps. Karena terbatasnya kendaraan yang ada, hanya rekan2 yg bertugas saja yang berangkat duluan dengan 3 mobil jam 09 pagi. Awalnya Pak Dendi mengajak dr Lidia untuk turut dalam kegiatan ini, mengingat beliau mempunya background dokter dan banyak pengalaman dalam kesehatan. Tapi ternyata semua teman-temannya sebanyak 6 orang turut ikut juga.
Tanpa sempat sarapan pagi, rombongan segera meluncur ke lokasi pengobatan di Desa Mengani, Kintamani, Bangli. Kita mengambil rute perjalanan melalui Gianyar-Payangan- Kintamani. Jalanan yang kecil dan banyak truk besar, membuat rombongan tidak bisa melaju dengan cepat. Ternyata Desa Mengani ini cukup sulit dijangkau, setelah bolak balik harus menelpon Bu Ratna yang sudah duluan (kami ketinggalan di belakang) harus nyasar dulu ke jalan buntu, baru kemudian tiba di Kantor Desa Mengani.
Dalam pengobatan gratis ini, kita bekerjasama dengan dokter dan perawat dari Puskesmas setempat. Sejak pukul 10 pagi, warga masyarakat setempat sudah mulai berdatangan dan mendapat pengobatan dari dokter puskesmas. Rombongan kita baru tiba di lokasi jam 11 siang setelah menempuh 2 jam perjalanan dari Denpasar. Begitu tiba, dr Lidia dan teman-temannya segera turut menangani pasian satu per satu. Kami baru tahu, ternyata semuanya mempunya kemampuan untuk mengobati atau transfer power. Kami juga mengajak dr Kamajaya, seorang dokter yang melakukan praktek pengobatan alternatif di Denpasar. Dr Kamajaya adalah salah satu dari 3 orang yang menyebabkan lahirnya Meditasi Angka.
Sampai jam 13 pengobatan secara medis dan alternatif masih terus berlangsung. Sambil beristirahat, dr Lidia memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat yang hadir serta aparat Desa Mengani. Beliau menyampaikan pesan yang sangat penting yaitu perlunya kita memperhatikan kebersihan kamar mandi dan dapur kita. Hampir semua penyakit datangnya dari sana. Usahakan kamar mandi tidak berdekatan dengan tempat tidur kita. Dr Lidia juga menyampaikan teknik memeriksa kesehatan yang beliau dapatkan dari Korea. Bahwa tubuh kita bisa direfleksikan oleh telapak tangan kita. Wajah kita diwakili oleh jempol kita. Kepala belakang diwakili oleh bagian belakang jempol tangan kiri. Telunjuk mewakili
tangan kiri, kelingking mewakili tangan kanan. Jari tengah mewakili kaki kiri, jari manis mewakili tangan kanan. Perut, hati, dll ada di telapak tangan. Jadi jika ada anggota tubuh kita yang sakit, pijitlah di bagian telapak tangan yang mewakilinya. Saat dr Lidia memberikan contoh, "Adakah yang merasakan sakit kepala?", ada seorang mengacungkan tangan. Orang tersebut pun dipijit bagian jempol tangan kirinya. Ternyata rasanya memang sangat sakit. Semakin keras sakit yang dirasakan berarti semakin tepat letak titip pijatnya. Bisa juga dibantu dengan
alat bantu pijat atau pulpen jika jari kita kurang kuat memijit.
Rombongan rekan-rekan yang membawa konsumsi juga telah tiba. Ada sekitar 4 kendaraan turut mengantar. Hujan lebat turun. Selesai menikmati makan siang, masih ada juga orang-orang yang ingin berobata datang, di bawah guyuran hujan lebat. Bapak kepala Desa Mengani sangat berterima kasih atas kedatangan kita karena daerah Mengani termasuk daerah miskin dan cukup terpencil, sehingga belum banyak mendapat perhatian.
Sekita pukul 14 kita berpamitan. Untuk melihat suasana lain, kami mengambil jalan melalui Pelaga-Petang- Badung Utara. Sayangnya udara cukup mendung. Guru Darmayasa sengaja meminta kita untuk mengajak para rekan-rekan asing bisa mengunjungi tempat-tempat wisata. Akhirnya kita menuju jembatan Petang, jembatan tertinggi di Asia. Dalam suasana hujan gerimis, rekan2 kita tampak sangat menikmati suasana dan pemandangan yang ada.
Kita meneruskan perjalanan mendekati Denpasar. Semakin ke bawah, langit semakin terang. Kita menuju obeyk wisata Sangeh, yang merupakan hutan lindung dengan penghuni monyetnya. Rekan-rekan kita semua sangat menikmati mengamati para monyet dengan tingkah laku lucunya. Dr Lidia dan rekannya membawa pisang, dan segera ludes dihabiskan para monyet. Di dalam hutan Sangeh terdapat Pura di dalamnya. Beberapa rekan kita melakukan meditasi di sana, dari luar, karena pintu Pura ditutup. Dr Lidia bahkan sampai sempoyongan merasakan energi di sana. DR Olegh menyatakan energi di pura tersebut sangat kuat.
Karena hari sudah sore, kita pun segera balik menuju Center Dps. Sekitar pukul 18 rombongan sudah tiba di Center. Rekan2 kembali sibuk menyiapkan acara keesokannya. Rekan2 Jakarta sudah mulai berdatangan sore itu. (Ada rekan kita yg akhirnya jatuh sakit sepulang dari Kintamani, karena flu dan kecapekan... hehe)
...bersambung. ..
Salam damai
adi
|