LIPUTAN HUT MEDANG TAHUN 2010 HARI KE-4, PEMANTAPAN MEDITASI II Posted by Adi Candra on 2010-02-23 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam kasih,
Selasa 23 Februari 2010, PEMANTAPAN MEDITASI 2 :
Karena sakit flu batuk demam, sehingga siang haru baru bisa bangun dari tempat tidur, saya tak bisa mengikuti acara pagi itu yaitu latihan Suryanamaskar di Pantai Padanggalak kemudian Pemantapan Meditasi di Hotel Puri Nusa Indah, Dps. Tolong Mas Sugi atau Bu Dayu Sri membuat liputan acara ini.
Setelah selesai makan diang di Center Dps, acara pemantapan dilanjutkan di Center Dps sekitar pukul 14 wita. Guru Darmayasa kembali melanjutkan wejangan-wejangan yang telah diberikan sebelumnya. Semua peserta tampak menyimak dengan serius. Saat itu Guru kembali menjelaskan tentang Suryanamaskar, yang diperagakan oleh Mas Sugi, serta 3 gerakan yoga tambahan, sampai Sirshasana. Karena pejelasan2 Guru dalam bahasa Indonesia, Made Dewi diminta menjadi penerjemah untuk rekan2 kita yang dari luar negeri.
Guru Darmayasa juga memberikan japamala kecil kepada rekan2 dari luar negeri. Guru menjelaskan bagaiman cara menggunakan mala/tasbih/ rosario. Bisa dengan sambil mengucapkan nama Tuhan, mantra tertetntu atau dengan mengucapkan angka pilihan. Diajarkan juga cara mengucapkan angka pilihan dengan berbagai teknik dan variasinya.
Selesai memberikan penjelasan/wejangan , juga diadakan sesi tanya jawab. Banyak pertanyaan yang muncul, khususnya dari rekan2 asing, karena banyak dari mereka yang baru mengenal Meditasi Angka, teknik berjapa, dll.
Sore hari, Guruji dan Mataji berkenan hadir di Center di antara peserta pemantapan. Guruji memberikan wejangan dalam bahasa Hindi yang diterjemahkan ke dalam bahasa INdonesia oleh Guru Darmayasa. Guruji menjelaskan secara philosofi bahwa Meditasi Angka itu bagaikan akar pohon. Sedangkan bagian batang pohon yang menjulang ke atas adalah Divine Love. Semakin Meditasi Angka berkembang, maka akarnya harus makin dalam menancap, sehingga batangnya akan semakin besar dan bisa berbunga/berbuah dengan baik. Guruji juga menjelaskan tentang sikap duduk meditasi, tidak harus dengan sikap duduk sempurna, tapi bisa dilakukan dengan berbagai sikap yang nyaman bagi tubuh kita, asalkan dengan tulang belakang yang lurus.
Berulangkali Guruji menjelaskan bahwa Meditasi Angka, tidak seperti meditasi2 lainnya. Kita ingin mencetak Guru, bukan mencetak Murid. Meditasi Angka adalah semua wadah, wadah yang tanpa tersekat oleh suku/agama/ras/ kenegaraan/ dll. Penjelasan ini Guruji analogikan seperti wadah buah yang ada di hadapan Beliau, di dalam wadah tersebut ada berbagai macam buah.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Ada rekan yang menanyakan tentang adat budaya Bali yang sangat banyak, tapi dia tak tahu maknanya, apa yang harus dilakukannya. Guruji menjelaskan supaya kita melakukan apa yang kita yakini dan membuat kita nyaman untuk melakukannya. Rekan dari Surabaya menanyakan, apakah dalam Meditasi Angka tidak menggunakan mantra2, ataukah hanya Angka saja? Guruji menjelaskan bahwa Angka tersebut merupakan bentuk sederhana dari semua mantra. Bahkan masing-masing Angka mewakili dari Dewa2 tertentu, sehingga membuat Angka tersebut penuh dengan power.
Hampir menjelang tengah malam dan peserta sudah nampak kelelahan, acara pun diakhiri. Sebelum diakhiri, Gurui berkenan memberikan pemberkatan/blessing bagi eluruh peserta yang hadir.
...bersambung. ...
Salam damai
adi
|