JANGAN PERNAH BERMIMPI BAHWA ORANG YANG TANGANNYA TERBELENGGU RANTAI EMAS AKAN MAMPU MEMBUKAKAN IKATAN TANGANMU Posted by Tamtam Setiawan on 2010-03-21 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Setelah sangat lama dibiarkan di milis, kini tibalah saatnya untuk menutup
Renungan 103 terdahulu:
"Jangan pernah bermimpi bahwa orang yang tangannya terbelenggu rantai emas
akan mampu membukakan ikatan tanganmu." (Darmayasa)
---o0o---
Mangku Danu:
Salam Kasih,
Renungan yang sangat dalam dari Guruji, ketika saat ini sebagian besar dari
komunitas manusia cendrung menjadi komsumtif, individual, dan terlalu komersial
- dan cendrung menjadi hedönis, permisif. Status justru terukur dari seberapa
valus, properti, perhiasan yang dimiliki - dan tak sedikit para pencari
kehidupan spiritual yang tersedot kedalamnya.
Nasehat Guruji kali ini mengingatkan kita semua agar tidak terjebak dengan
gemerlapnya kilauan material yang sesungguhnya adalah maya. Tetapi bagaimana
dapat menggunakan dan meperlakukan sewajarnya sebagai media pengantar ke tujuan yang sesungguhnya: pembebasan. Jadi benda-benda duniawi hanya alat bukan tujuan.... maaf jika tidak pas.
Sriguru,
-danu-
---o0o---
Suryantha:
Salam kasih,
Adalah JELAS orang yang terikat (entah dari bahan apapun pengikatnya) tidak
mungkin bisa menolong orang lain yang juga terikat!. Kalau berbicara masalah
Ikatan (ikatan material), adalah hal yang wajar bagi yang masih memiliki BADAN,
namun karena badan yang di kenakan saat ini adalah badan manusia, maka wajib
hukumnya untuk BERUSAHA mengurangi sedikit-demi-sedikit atau melepaskan sama
sekali ikatan itu, sehingga pada akhirnya mampu untuk menolong yang lain (itulah
diantaranya guna dari badan manusia). Kalau berbicara masalah mengurangi ikatan,
sebagai langkah awal ada dua hal yang harus benar-benar terpenuhi yaitu; tempat BERGANTUNG dan tempat BERLINDUNG, kedua tempat itu HARUS ditemukan!, TANPA tempat itu akan sia-sia apapun yang dilakukan. Dimanakah tempat itu? Tempat itu di sebut GURU, karena setelah bergantung dan berlindung padaNYA, yang terpikirkan kemudian menjadi ucapan selajutnya menjadi tindakan adalah HANYA perintah-perintah dan ajaran-ajaran dariNYA.
Om Sri-sri guru
Suryantha
|