MENGAPA KITA MALAS BER-MEDITASI ANGKA? (BAG. 1) Posted by Darmayasa on 2009-12-23 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Ada berbagai penyebab yang seringkali menjadi alasan alias pembelaan diri atau pembenaran, mengapa kita malas ber-Meditasi Angka. Diantara ribuan alasan yang kerap menjadi pemicu malas tersebut antara lain:
1. Kecapean setelah sehari penuh beraktivitas, baik dalam pekerjaan ataupun bisnis,
2. Karena sedang sakit,
3. Alokasi atau pengaturan waktu yang tidak tertib.
Mari kita bahas satu-persatu tiga alasan diatas yang mewakili ribuan alasan lainnya. Kita bicarakan tentang alasan “capek” dulu. Mengapa capek menjadi alasan tidak ber-Meditasi Angka? Sedangkan bagi beberapa pe-Meditasi Angka, justru kalau mereka sedang capek, kemudian ber-Meditasi Angka malah capeknya berangsur-angsur menjadi hilang, dan perlahan-lahan ia mulai dapat merasakan “inner power”-nya bekerja langsung mengusir segala kecapean yang tadi menyiksa badan setelah seharian beraktivitas. Dan itu adalah jawaban dari praktik, bukan sekedar teori, karena ia adalah pengalaman langsung yang dirasakan oleh penekun Meditasi Angka, setelah mempraktikkan.
Kapan seorang pe-Meditasi Angka merasakan capek, maka silakan sesegera mungkin untuk ber-Meditasi Angka, maka pasti capeknya berangsur hilang, kemudian berganti dengan perasaan yang fresh dan segar. Tetapi, tentu saja saya harus mengingatkan lagi dan lagi, bahwa sebelum ber-Meditasi Angka kita harus membersihkan diri terlebih dahulu lahir dan batin. Misalnya pulang dari kantor segeralah mandi untuk membersihkan badan lahiriah kita, kemudian dilanjutkan dengan pembersihan batin dengan berdoa memohonkan pembersihan diri lahir batin pada Guru Sejati/Tuhan YME, nyalakan lilin dan dupa atau lilin saja bagi yang kesulitan menggunakan dupa karena satu dan lain sebab, kemudian barulah kita ber-Meditasi Angka. Perlu pula dicatat bahwa ada aturan minimal yang sebaiknya diikuti, yaitu selalu menggunakan alas duduk atau asana, dan lain-lain aturan kecil namun penting pada saat ber-Meditasi Angka.
Berulang kali disampaikan dan tidak akan berhenti saya sampaikan lagi dan lagi, bahwa Meditasi Angka yang kita tekuni ini bukanlah meditasi biasa/sederhana sesederhana tekniknya, tetapi ia adalah suatu teknik meditasi sederhana yang full of power. Meditasi Angka adalah meditasi yang membangkitkan power, bukan relaksasi, dan bukan sekadar konsentrasi. Karena pada saat bermeditasi angka, kita sedang menghubungkan diri dengan sang sumber power, sang supreme power, yaitu Guru Sejati/Tuhan YME melalui ANGKA. Dalam hal ini, bukan kita yang hebat melainkan ANGKA. Oleh karena itu, kita harus memberikan perhatian yang sangat sungguh-sungguh dan menyadari akan kemuliaannya.
‘Sungguh-sungguh’ maksudnya adalah, hendaknya kita mengerti bahwa kita sedang dalam detik-detik menyentuhkan kesadaran kita dengan Sang Pusat Setrum Spiritual. Dalam hal ini sangat diperlukan adanya kesungguhan dari dalam diri yang betul-betul melupakan segala macam urusan duniawi untuk sesaat. Seperti jauhkan Hand phone untuk 5 menit, mematikan TV untuk 5 menit, melupakan pacar 5 menit, lupakanlah lapar selama 5 menit, lupakan kepentingan badan selama 5 menit, lupakan kata "capek" untuk 5 menit, dan lain-lain ikatan duniawi, karena kita sedang berada pada detik-detik maha penting. Saat ber-Meditasi Angka kita bukan seperti sekadar bertemu Atasan, atau Gubernur atau Presiden, tetapi kita sedang bertemu Raja Alam Semesta, Sang Supreme Power. Oleh karena itu, pada saat ber-Meditasi Angka kita hendaknya tutup diri dalam tempo 5 menit tersebut, “hanutupi babahan howo songo”, lupakan diri dengan dunia, tapi hubungkan diri dengan spiritual.
Ibaratnya kita “Off” sambungan listrik ke kiri dan “On” sambungan listrik ke kanan. Artinya kita Off kontak dengan segala macam tetek-bengek urusan duniawi, dan kita On pada kontak spiritual hanya 5 menit saja, dan bersungguh-sungguh hanya 5 menit, maka segala apa yang sedang kita tuju pasti akan berhasil dengan baik. Ketika kepala kita terisi kata "aduuhhh capek...", maka saat itu pula badan anda akan segera terasa lemas. Karena itu, hendaknya buang jauh-jauh kalimat itu dari dalam kepala atau kesadaran kita, karena ia hanya akan membuat anda menjadi lemah, dan ia hanya menghalangi kesempatan anda untuk datang pada Sang Pusat Setrum, Hyang Maha Tunggal. Hanya dengan cara seperti itu sajalah kita akan bisa terlepas dari keluhan dunia. Dan hanya dengan cara seperti ini saja kita akan melihat kebenaran dari kalimat yang pada awal tadi kita bicarakan, yaitu justru dengan ber-Meditasi Angka kita akan menjadi semakin segar, fresh dan sehat. Sekali lagi, jangan pernah memberikan kesempatan kepada kata "aduhhh capek..." menghinggapi kepala kita, karena ia adalah musuh terbesar bagi Meditasi Angka kita.
(Bersambung)
Sriguru,
Darmayasa
Renungan no. 159
|