Warning: file(): php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/u2539/domain/darmayasa-divine-love.com/web/inc/procedure.inc on line 370

Warning: file(http://www.divine-love-society.org/inc/banner-left.inc): failed to open stream: Success in /home/u2539/domain/darmayasa-divine-love.com/web/inc/procedure.inc on line 370

Warning: implode(): Bad arguments. in /home/u2539/domain/darmayasa-divine-love.com/web/inc/procedure.inc on line 370
MALANG, DI DALAM KEMANTAPAN SEMBAHYANG TERNYATA AKU SEMAKIN MENJAUH DARI TUHAN DAN TERLEMPAR DALAM KEHAUSAN PUJIAN-PUJIAN - MILIS LOVE_DIVINE > Divine-love-society.org > Artikel
 
Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Donasi
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
 
 
 
 
Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
MALANG, DI DALAM KEMANTAPAN SEMBAHYANG TERNYATA AKU SEMAKIN MENJAUH DARI TUHAN DAN TERLEMPAR DALAM KEHAUSAN PUJIAN-PUJIAN
Posted by Tamtam Setiawan on 2009-12-21
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Setelah sekian lama dibahas di milis ini, maka tibalah saatnya untuk menutup
Renungan 101:


"Malang..., di dalam kemantapan sembahyang ternyata aku semakin menjauh dari
Tuhan dan terlempar dalam kehausan pujian-pujian." (Darmayasa)

---o0o---

Berikut pembahasan dari teman-teman di milis:

Widyasthana:

Salam Kasih,

Nah...ini dia....kena deh...
Tidak hanya saat sembahyang, saat melakukan pelayanan pun saya sangat sering
terlempar jauh dalam kehausan akan pujian....
Oh...betapa malangnya diriku...... ..

Damai,
paw
---o0o---

Mangku Danu:

Salam Kasih,

Kita punya pilihan. Kita bisa mulai membicarakan Tuhan Yang Maha Esa seolah-olah
Beliau berada "di sini" atau jauh "di sana." Dewasa ini para theologis, para
filsuf dan agamawan berbicara mengenai Tuhan Yang Maha Esa seolah-olah Beliau
berada "di luar sana." Mereka menasehati manusia untuk mencari,
memuja, mendekati dan mencapai Tuhan Yang Maha. Tetapi bila anda pergi ke
Gereja, ke Pura atau ke tempat-tempat suci lainnya untuk mencari Beliau,
sesungguhnya anda secara literer tidak berada lebih dekat denganNya daripada
anda hanya duduk di bak mandi. Sepanjang menyangkut Tuhan Yang Maha Esa pada
hakekatnya tidak ada bedanya antara mimbar dengan bak mandi. Perbedaannya hanya terletak pada keinsyafan dan kesadaran kita pada Tuhan Yang Maha Esa. Pada akhirnya di mana pun Anda dan saya duduk hanya merupakan satu realitas dan entitas yang sama.

Sriguru,
mk. Danu
---o0o---

Deloja:

Salam Kasih,

Realiatanya memang dimasyarakat umumnya seperti itu.
Karena "kemantapan" sembahyang dengan tujuan ada udang dibalik batu.
Semasih ukuran kemantapan itu fisik-lahiriah dengan atribut-atributnya maka akan
selalu seperti kucing yang berputar-putar mengelilingi ekornya yang tidak akan
mendapatkan malahan kucingnya akan pusing lalu terdampar... .

Silakan ditambahkan dan dikoreksi kembali.
Terimakasih.

Salam Cintah Kasih
Deloja
---o0o---

Atek:

Salam Kasih,

Sang EGO sangat berperan penting dalam membentuk kita jauh dari tujuan/gol.
Ego bermain sangat halus sampai-sampai kita tidak tahu kita telah dikontrol ego.

Dalam pencapaian spritual juga begitu. Ego akan mencari titik lemah (lubang)
untuk masuk ke dalam pikiran kita.

Kita juga harus menyadari bahwa kita terbentuk oleh pola-pola karma yang di
dalamnya terdapat beberapa jenis ego yang menonjol.
Beberapa orang mungkin terlahir dgn kecenderungan ingin memiliki kekuasaan,
beberapa suka dgn harta, beberapa orang lain suka dgn puji-pujian, dan
lain-lain.
Jadi, sekali terpicu oleh kelemahan pikiran, ego akan berkembang.

Ada berapa hal yang mungkin harus kita pegang untuk menghindari diri dari Ego:
1. Seperti kata Prabhu, segala sesuatu harus di konek dengan Tuhan. Kita harus
beranggapan bahwa apa yang telah kita perbuat, apa yang telah kita capai,
hanyalah pemberian dari Tuhan, dan bukan dari kehebatan/kepintaran kita.
2. Surrender dan bhakti adalah keharusan.
3. Yama dan Niyama haruslah diterapkan untuk menjaga kekuatan pikiran.

Damai,
Atek
---o0o---











Minuman Penyegar Seorang Guru Spiritual ( Bag. 2)
Minuman Penyegar Seorang Guru Spiritual ( Bag. 1)
Jangan Mencoba Memegang Tuhan Tetapi Biarlah Tuhan Memegangmu. Itulah Jalan Yang Selamat Bagimu
Sudah Waktunya Kita Berhenti Merintih, Sebab Ia Bukanlah Nyanyian Penyejuk Sukma
Karawang Yatra
Bunuh Diri Bukanlah Tindakan Pengecut, Bukanlah Dosa Melainkan Ia Adalah Neraka Itu Sendiri
Engetahuan Suci Memerlukan Hati Yang Suci Bersih Dan Bukan Status, Kedudukan, Kasta Maupun Keterpelajaran Duniawi
Jangan Pernah Bermimpi Bahwa Orang Yang Tangannya Terbelenggu Rantai Emas Akan Mampu Membukakan Ikatan Tanganmu
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-7, Puncak Perayaan & Inisiasi
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-6, Ke Lempuyang
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-4, Pemantapan Meditasi Ii
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-3, Pelayanan Kesehatan Gratis
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-2, Lomba Anak-anak
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari 1, Kunjungan Sosial Ke Panti Asuhan Dan Jompo
Susunan Panitia Nasional & Agenda Hut X Meditasi Angka 2010
Orang-orang Yang Malas Spiritual Cenderung Mewakilkan Dirinya Lewat Setan Dan Iblis.
Menghindari Lubang
Mata Pelajaran Meditasi Bikin Siswa Lebih Berprestasi
Mengapa Kita Malas Ber-meditasi Angka? ( Bag. 2)
Majalah Meditasi Angka Edisi Juli 2005

Gerakan Suryanamaskar