MEDITASI ANGKA MEMBANGKITKAN KUNDALINI ? (BAGIAN 5) Posted by Darmayasa on 2009-11-16 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Kehidupan para Yogi dan orang-orang suci tidak memiliki tujuan dan missi lain selain men-sejahterakan hidup anda (orang lain) lahir batin. Mengertilah akan hal itu dan damailah. Seorang Yogi tidak meng-kosentrasikan kekuatan spiritual yang dicapainya pada kekuatan spiritual itu sendiri, melainkan beliau meng-konsentrasikan pikirannya ada pada pelayanan kesejahteraan orang lain/makhluk lain/alam semesta. Hanya itulah misi beliau selama hidup di dunia material ini. Oleh karena itu, beliau tidak terlalu peduli pada kekuatan atau kemampuan-kemampuan spiritual ekstra ordinary. Kemampuan spiritual ekstra ordinary atau kemampuan paranormal tidak merka perhatikan sama sekali, tetapi beliau sangat concern dengan penderitaan orang/mahluk lain. Segala kemampuan spiritual itu beliau capai hanya demi kesejahteraan orang lain dan bukan demi kebanggaan pribadi. Baik kemampuan kecil maupun kemampuan besar, semuanya tidak akan mampu menggoyahkan kesadaran beliau. Bahkan bagi seorang Yogi sejati, beliau tidak akan memikirkan moksa atau pembebasan dari penderitaan mahabesar yang dialaminya berupa kelahiran dan kematian berulang-kali di dunia material ini, karena beliau hanya menginginkan kebaikan bagi semua orang/makhluk lain. Beliau bahkan siap masuk Neraka demi kesejahteraan orang lain. Kesadaran seorang Yogi seperti itu tidak akan pernah dan tidak akan pernah mampu dinilai oleh kita-kita apapun yang ada di dunia bahkan seluruh alam semesta ini, karena semua itu tempatnya atau alamnya berada sangat jauh dari tempat dan alam kesadaran kita. Sementara Kita adalah ibarat monyet dan babi yang sama sekali tidak mengerti nilai intan permata yang sedang dijajakan oleh para Yogi dan orang-orang suci. Kita bahkan sama sekali tidak mampu membayangkan... benda apakah intan yang dibawakan para Yogi tersebut...? Maka dari itu, jalan yang paling aman untuk kita tempuh adalah, kita hanya mengambil hal-hal yang mampu kita terima dari beliau, kalau kita berhasil mendapatkan kesempatan untuk berdekatan dengan beliau.
Meditasi angka sebanyak-banyaknya menganjurkan agar kita selalu melihat kebaikan pada diri orang lain, dan sebanyak-banyaknya melihat kekurangan di dalam diri kita. Kalau kepada orang biasa pun kita melakukan hal seperti itu, maka ketika kita berhadapan dengan orang suci atau para Yogi,
maka yang diperlukan adalah HARUS ...ya kata HARUS... melihat hanya kebaikan di dalam diri dan tingkah laku beliau-beliau itu.
Dengan demikian kita tidak akan menyalah gunakan berkah dapat berdekatan dengan beliau untuk menjatuhkan diri kita dengan cara melihat kekurangan-kekurangan beliau. Sesungguhnya, kalau kita jujur, ada jutaan kekurangan yang kita miliki, yang memerlukan perhatian serius dari kita. Anjuran saya adalah, khususnya bagi mereka yang ingin datang ke kumbhamela tahun depan, hendaknya berhati-hatilah bila berdekatan dengan para Yogi atau orang suci. Sebab tujuan kita datang kesana adalah bahwa kita hanya mencari berkah dan bukan mencari kejatuhan. Mungkin kalimat-kalimat saya dalam renungan kali ini agak pedas dan mungkin semua merasa disinggung. Tetapi saya tidak punya kalimat lain untuk merangkainya demi keberhasilan teman-teman di jalan spiritual.
Sekarang kita kembali kepada pembangkitan kundalini. Bahwa memang meditasi angka tujuan utamanya adalah untuk pembangkitan kundalini. Tetapi harus dipahami bahwa pembangkitan kundalini kita adalah berbeda dengan pembangkitan kundalini yang orang-orang pada umumnya mengertikan, khususnya pada zaman edan ini, karena disebabkan oleh pengaruh zaman edan begitu kuat, maka ia juga mempengaruhi orang-orang yang mengadakan pencarian spiritual. Sehingga pencarian spiritualnya menjadi tercemar oleh berbagai kepentingan-kepentingan indria.
Pembangkitan kundalini di dalam meditasi angka diarahkan pada pencapaian tiga hal. Yaitu:
1. Untuk hidup lebih sehat
2. Hidup lebih tenang
3. Terbangkitkannya sifat-sifat mulia di dalam diri kita, khususnya cinta kasih spiritual.... divine love.
Itulah tujuan kebangkitan kundalini sebenarnya, dan bukan supaya bisa ini atau itu. Walaupun itu semua datang deengan sendirinya dalam perjalanan praktik spiritual kita, tetapi bagi seorang pe-Meditasi Angka sejati tidak akan pernah terpikat oleh hal-hal remeh seperti itu. Karena tujuan pe-Meditasi Angka sesungguhnya adalah lain, yang sangat mulia dan bukan tujuan hura-hura spiritual.
Pembangkitan kundalini dengan praktik menggunakan media mantram itu ada bermacam-macam. Ada yang dengan dan tanpa bija mantram, atau digabungkan dengan tantrika dan yantrika dan bhakti. Dari semua itu, yang paling aman adalah yang di jalan bhakti. Tetapi karena jalan bhakti adalah jalan paling ringan, maka sangat jarang orang mengerti kehebatan bhakti.
Akhirnya mereka pun cendrung mempraktikkannya sebagai suatu gaya hidup baru, atau dengan kata lain dari hura-hura spiritual. Mengingat ia adalah cara yang juga perlu kandidat yang baik dan bonafid, maka kita tidak mengajak orang mengarah pada jalan mantram itu. Walaupun sekali-sekali kita harus pula memberikan mantram kepada yang memerlukannya.
Jalan meditasi dengan media angka adalah jalan pembangkitan kundalini yang sangat ampuh serta bebas dari kesalahan. Artinya kalau seseorang salah mempraktikkannya, maka tidak akan ada bahaya apa pun, seperti yang dapat terjadi pada media mantram, kecuali kesalahan pada praktik pengaturan nafas dan gerakan yoga yang dilakukan.
Sebagai suplemen tambahan penunjang meditasi angkanya, kalau seseorang mempraktikkan yoga asana begitu selesai makan, maka bisa dipastikan dia akan sakit. Demikian pula kalau orang mempraktikkan pranayama dengan menggebu-gebu dan juga perut belum dalam keadaan ringan/kosong, maka pasti akan ada bahayanya. Kalau ada praktik yoga asana dan pranayama yang salah dilakukan, di sanalah akan ada halangan atau bahaya. Tetapi kalau hanya praktik meditasi angka, ia adalah praktik yang aman seratus persen. Aman dan sangat kuat. Tetapi yang tidak aman dan tidak kuat adalah kita sebagai praktisinya. Mengingat begitu sederhananya, sehingga kita tidak mampu mengerti kemuliaan serta kehebatannya, lalu kita mengabaikan praktiknya.
Mungkin kita mempraktikkannya hanya untuk menghilangkan kesedihan dan penyakit yang saat itu sedang kita derita, dan bukan untuk tujuan maha mulia demi kebangkitan kundalini itu sendiri. Harap selalu teman-teman ingat, bahwa kebangkitan kundalini yang saya sebutkan di sini adalah kebangkitan yang betul-betul berbeda, bahkan mungkin bertolak belakang dengan kebangkitan kundalini yang orang kebanyakan ajarkan. Kita hanya menuju jalan hidup yang indah, yaitu sehat, tenang damai dan tumbuhnya sifat-sifat mulia serta penuh welas asih dari dalam diri kita.
Itulah tujuan kebangkitan kundalini kita, dan memang itulah tujuan kebangkitan kundalini yang sesungguhnya. Tidak lain dan tidak ada tujuan lain selain itu. Adapun kesaktian, rezeki, kesembuhan dan lain-lain, semua itu hanyalah hasil sampingan yang hanya berhasil menipu kita-kita yang sedang dalam kegelapan akibat lelapnya kita di dalam sifat nafsu, loba dan amarah. Sedangkan para Yogi dan orang-orang suci sama sekali tidak akan pernah tertipu oleh manfaat dari kebangkitan kundalini.
Demikianlah akhir Renungan kita kali ini. Semoga semua berbahagia
( .... Selesai ... )
Sriguru,
Darmayasa
Renungan no 158
|