Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
Layanan Sms Renungan
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
HAYATI BAHWA ENGKAU MEMERLUKAN ANAK KUNCI PENGETAHUAN SEJATI UNTUK MEMASUKI PINTU ISTANA KEBAHAGIAAN MAHA INDAH.
Posted by Tamtam Setiawan on 2009-10-20
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Setelah sekitar dua mingguan, poembahasan kali ini ditutup dengan mengirimkan
kumpulan pembahasan dari teman-teman ke milis kita ini:

Renungan 098 terdahulu:

"Hayati bahwa engkau memerlukan anak kunci pengetahuan sejati untuk memasuki
pintu istana kebahagiaan maha indah."(Darmayasa)
---o0o---

Mangku Danu:

Salam Kasih,

Mudah-mudahan yang dimaksudkan oleh Guruji salah satunya adalah Sadhana.
Kehidupan manusia akan sangat sempurna bila dijadikan sebuah sadhana, setiap
saat adalah hari yang baik untuk memulai sadhana, sadhana harus mampu memperluas pandangan, memperkaya pengalaman dan menggembirakan jivatman untuk bersatu dengan paramatman.

Mungkin sering timbul pertanyaan berikut ini ; Mengapa Beliau tak terlihat? Itu
pertanyaan yang bagus; Beliau adalah laksana keju dalam susu, pada setiap
tetesnya dengan sempurna. Apabila ingin melihat rupa keju, maka proses tertentu
harus dilakukan, yaitu; direbus dahulu, dibekukan, ditumbuk dan seterusnya.
Begitu pula dalam sadhana, dengan mengucapkan berulang – ulang nama Tuhan, Dia yang bersemayam didalam hati dapat dilihat. Dan tentunya sadhana ini harus
disertai dengan vairagya yaitu kewajiban tanpa pamrih.

Apabila membuat sumur bor untuk mendapatkan air dari perut bumi, maka pipa harus dibuat hampa udara, sehingga air dapat memancur keluar dari perut bumi. Apabila tidak hampa udara maka air tak dapat keluar. Begitu juga, pastikanlah agar
sadhana bersih dari keterikatan duniawi, agar sadhana tidak dapat dirusak
olehnya. Cinta kasih tak akan muncul apabila kenikmatan indriawi dan kebanggaan
diri telah menguasai pikiran

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh seseorang, yaitu ;
a. Aku tidak akan memikirkan sesuatu selain Tuhan
b. Aku tidak akan melakukan sesuatu tanpa seizin Tuhan
c. Perhatian kita sepenuhnya dipusatkan pada Tuhan.

Sadhana untuk memusatkan kepada Tuhan baik melalui pikiran, perkataan, dan
perbuatan sama sekali tidak dipengaruhi oleh asrama dharma maupun varna dharma. Namun keduanya akan mempengaruhi mereka yang hidup diatas kesadaran bahwa badan dianggap sebagai Kenyataan dan bertindak seolah – olah dunia ini mutlak dan kekal.
Disiplin spiritual, misalkan dengan menggiatkan japa, dhyana, seva dan sankirtan
semuanya ini menghasilkan tujuan yang sama untuk menghindarkan masyarakat
manusia tenggelam dalam kubangan hewani. Meletakan harapan sepenuhnya pada nasib dan tetap diam berarti mengurangi usaha. Dengan usaha dan doa, nasib yang baru akan dapat dicapai. Tanpa usaha dan doa, nasib dan berkah tidak dapat diperoleh. Karena itu lakukan sadhana, yaitu disiplin spiritual.

Orang ragu – ragu memasuki lapangan sadhana, meskipun mereka mengharapkan
untuk memetik kegembiraan. Banyak yang enggan menggunakan tenaga sedikit juapun, tetapi berharap moksa jatuh dari keatas pangkuannya. Mereka ingin memiiki
pandangan Ketuhanan yang disuntikan tanpa rasa sakit di otaknya. Ada suatu
cerita, ketika Maitreyi diberi harta benda yang banyak jumlahnya oleh
Yājñavalkya dalam bentuk emas dan ternak, ketika ia meninggalkan tanah dan
tempat tinggalnya, demi pencarian spiritualnta, Maitreyi bertanya kepadanya,
apakah barang – barang tersebut berguna baginya dalam pencariannya itu? Dan
suaminya menjawab bahwa barang – barang itu hanya bersifat sementara dan
sangat murah bila dibandingkan dengan kekayaan pengalaman spiritual, akhirnya
Maitreyi mengesampingkannya dan berusaha mendapatkan kekayaan dengan tapa dan sraddha.

Itulah angan – angan tinggi dari seorang Maitreyi dan ia berhasil
menggapainya. Banyak manusia yang berangan-angan tinggi tapi tidak berusaha
untuk mencapai ketinggian tersebut. Banyak orang orang yang memasuki toko dan
memilih kain untuk bahan celananya atau kemeja dan memilih yang warna hitam, apa alasan memilih warna yang hitam dan tidak menyukai yang putih? Karena yang hitam mampu menyembunyikan kotoran. Keinginan tidak diusahakan untuk menyisihkan kotoran, tetapi menyembunyikannya dari pandangan. Inilah yang merupakan kelemahan menyeluruh. Orang-orang malu karena kotoran tetapi tidak berusaha untuk membuangnya yaitu dengan sadhana.

Berkah Tuhan merupakan curahan air hujan, laksana sinar matahari. Untuk
menggapainya harus melaksanakan sadhana. Seperti musik yang disiarkan oleh
pemancar radio, semuanya berada di sekitarmu tetapi harus menghidupkan dan
menyetel pesawat radio penerima pada gelombang yang benar sehingga dapat
mendengarkan dan menikmatinya.

Seorang Svami di India mengatakan, dimanapun kamu berada, apapun yang kamu
kerjakan, lakukan itu sebagai tindakan bakti, sebagai pengabdian, pemujaan
Tuhan, sebagai pemberi inspirasi, sebagai saksi Yang Maha Kuasa. Janganlah
membagi kegiatan menjadi ‘ini untuk kepentinganku ‘ dan ‘ ini untuk
kepentingan Tuhan ‘. Apabila kita mempersembahkan semua kegiatan di bawah kaki Tuhan dengan membebaskannya dari bekas-bekas sisa rasa kemilikan, akibatnya tidak akan mengikat kita dan kita dibebaskan dan mendapat moksa.

Ada 4 hal di mana setiap orang harus memperhatikannya ;
1. Siapakah diriku ini?
2. Dari manakah asal mula diriku ini?
3. Akan kemanakah aku ini pergi?
4. Untuk berapa lamakah aku berada disini?

Kitab Catur Veda memberikan jawaban terhadap keempat pertanyaan tersebut. Dan
semua pertanyaan – pertanyaan spiritual dimulai dengan keempat pertanyaan itu
dan usahakan untuk mendapatkan jawabannya. Andaikata ada surat dimasukan ke
dalam kotak surat tanpa alamat kemana surat tersebut harus dikirim atau dari
mana surat itu berasal; surat itu tidak akan sampai dimana-mana. Merupakan
pengorbanan atau kesia-siaan untuk menulisnya. Surat itu akan dikumpulkan
sebagai surat-surat buntu. Demikian juga keadaannya, merupakan suatu hal yang
sia-sia untuk lahir kedunia ini, apabila tidak mengetahui dari mana asal kita
datang, kemana kita akan pergi. Sang jiwa atau atma akan terperangkap dalam
siklus lahir mati dan tak akan pernah menemukan dirinya. Untuk mendapat jawaban
yang benar, sadhana, sangatlah penting. Jawaban ini harus merupakan bagian dari
pengalaman. Jadi jangan hanya memperoleh jawaban dari membaca saja tapi carilah jawaban itu dari pengalaman.

Bila kita hendak menyambung listrik dari pusat listrik ke tempat tinggal untuk
menerangi rumah, maka harus didirikan tiang-tiang pada jarak yang teratur dan
menghubungkan rumah dengan pusat tenaga dengan kabel. Begitu juga bila kita
ingin memperoleh karunia Tuhan, sadhana harus dilakukan dengan teratur dan
hubungkan dirimu dengan Tuhan memakai kabel smaranam, japa, dhyana atau yang
lainnya.

Kita harus percaya bahwa Tuhan selalu menopang kita. Apabila Tuhan tidak
menopang kita maka jatuhlah kita. Apapun yang kita kerjakan, dimanapun kita
ditempatkan, maka harus percaya bahwa Tuhan telah menempatkan kita disana untuk pekerjaan itu, kemudian itu akan merupakan suatu pendidikan yaitu suatu sadhana.
Setiap hari dengan setiap kegiatan, setiap pikiran, setiap ucapan, harus
mendekat lagi kepada Tuhan, yang akan menganugerahi dengan kebahagiaan
tertinggi. Kenalilah pada setiap makhluk, setiap manusia, seorang saudara,
sebagai anak Tuhan dan buanglah segala pikiran yang terbatas dan prasangka yang
didasarkan atas status, warna dan klas, daerah dan kasta.

Sriguru,
mk. Danu
---o0o---

Noni:

Salam kasih,

Ketika memulai bekerja, saya tidak langsung diberikan kepercayaan memegang kunci ruangan, apalagi kunci brankas. Memerlukan waktu yang cukup lama sehingga saya dikatakan “layak” untuk memegang kunci-kunci tersebut. Dari tingkat kejujuran, kepatuhan dan terakhir adalah kemampuan menjaga rahasia apa yang ada didalamnya, barulah akhirnya kunci tersebut boleh saya pegang.

Bagaimana dengan kunci istana kebahagiaan? Tentu ada syarat-syarat yang lebih
berat, dibandingkan hanya sebuah kunci ruangan dan brankas. Melihat
syarat-syarat tersebut, rasanya masih jauh dari kata layak untuk menerimanya,
jika demikian halnya bagaimana saya dapat mengharapkan memasuki istana
kebahagiaan?

Walaupun demikian, karena setiap mahluk mengejar kebahagiaan sejati, tentulah
kita harus berusaha sekuat tenaga agar dapat dikatakan layak. Jika tidak
tentulah hidup ini penuh dengan duka. Begitukah?

Sriguru,
Denoni
---- --- ----

Salam kasih,

Seekor anak nyamuk bertanya pada ibunya.

“Ibu...mahluk apakah yang palinge kekal di dunia ini?”

Si ibu menjawab “ Manusia anakku, dari ibu kecil hingga menjelang wafat,
manusia itu bentuknya tak berubah, dan dia juga maha kuasa, hanya dengan
menggerakan salah satu anggota badannya, kita bisa mati”

“Dengan hembusan mulutnya...akan menyebabkan topan dan badai”

“Untuk itu anakku sembahlah manusia itu, agar engkau dilindungi olehnya”

“Karena manusia adalah satu-satunya mahluk perkasa, lihatlah gajah yang
demikian besar tunduk pada manusia, sapi pun tak dapat berbuat apa-apa pada
manusia”

“Kambing, ayam dan segala mahluk yang tampak, semuanya bisa dimakan oleh
manusia”

“Anakku, menurutmu apakah penjelasan ibu salah?”

Si anak dengan takjub mendengarkan dan kemudian menjawab “ tidak ibu,
penjelasan ibu sangat akurat, ini adalah pengetahuan sejati”

Seperti yang kita ketahui, nyamuk hanya berusia tidak lebih dari 1 minggu, dalam
1 minggu bentuk dan rupa manusia tidak ada perubahan yang signifikan, melihat
kondisi tersebut, si ibu nyamuk menyimpulkan manusia adalah mahluk kekal.

Melihat manusia dapat membunuh binatang, maka manusia menjadi mahluk yang maha kuasa.

Kesimpulannya tidak salah dari sisi pengetahuan nyamuk.

Namun sebagai manusia, dalam renungan Guru kali ini disebutkan adanya anak kunci pengetahuan sejati untuk membuka istana kebahagiaan.

Banyak orang yang mengatakan mempunyai kunci istana tersebut, bahkan banyak
sekali di koran-koran di iklankan hal tersebut, enatah berapa banyak yang
mengatakan hal tersebut.

Suatu ketika bahkan ketika saya menyalakan skype, orang asing menyapa saya dan
mengatakan dirinya dari korea dan setiap hari bertemu Tuhan

Dia ingin mendoakan saya, saya katakan terimakasih.

Terus dia bertanya, “apa masalah kamu?”

Saya katakan “saya tak punya masalah”, karena saya pikir ini orang iseng.

Dia terus mendesak dan mengatakan akan mendoakan saya,

Saya katakan padanya “doakanlah semua mahluk di semesta ini, tidak usah
mendoakan khusus pada saya”.

Saya katakan lagi “jika dengan doamu semua mahluk berbahagia, otomatis saya
berbahagia dan tidak punya masalah”.

Namun dia ngotot ingin mendoakan saya, akhirnya saya jengkel juga.

Saya kemudian mulai bertanya dengan judes “Kamu tadi bilang pernah bertemu
Tuhan?”

“Betul, saya tiap hari bertemu Tuhan” kata dia

Saya lanjut bertanya “Apa warna kulit Tuhan, apakah tuhan itu lelaki atau
perempuan?”, dia bingung menjawabnya, kemudian dia dengan jujur mengatakan dia bertemu Tuhan hanya di tulisan kitab sucinya.

Pengetahuan sejati hanya bisa kita dapatkan dari orang yang pernah memasuki
istana itu, bukan dari orang yang baru membaca peta, atau baru melihat gambarnya
saja.

Saya bersyukur berada di dalam medang, mempunyai Guru yang mempunyai kunci
tersebut, semoga suatu saat saya diijinkan ikut memasuki istana tersebut.
Kalaupun karena saya belum layak menerima kuncinya, semoga saja dengan karunia Guru saya diijinkan memasukinya, tentu saja dengan pintu yang telah dibukakan oleh Guru sebelumnya. Semogaa...

Sriguru

Denoni

---o0o---

Rai Buleleng:

Salam Kasih,

ada yang bilang rasa bahagia itu sebenarnya ada dalam diri kita terkunci dalam
pintu hati kita.hanya guru yang memegang kuncinya. mereka yg tunduk hati lah yg
akan dapat kuncinya

(Rai)











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar