MENJAGA ANGKA PILIHAN (BAGIAN 2) Posted by Darmayasa on 2009-10-01 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Ketika kita memiliki ketertarikan pada hal-hal luar selain bermeditasi untuk bermeditasi, artinya kita tidak memiliki keinginan apapun yang menyimpang dari bermeditasi, maka kita hanya akan berhasil membuat tembok penutup untuk meditasi kita ke depan. Misalnya, kita tidak begitu tertarik untuk memprogram angka pilihan kita tetapi kita lebih tertarik pada percakapan-percakapan yang tidak diperlukan dan tidak berguna baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain dan/atau bahkan merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Barangkali kita berhasil memejamkan mata berjam-jam tetapi kita telah gagal menyentuh angka pilihan kita sehingga yang bekerja bukanlah angka pilihan, melainkan kesemrawutan pikiran dan kesadaran kita yang kacau balau. Karena kita berada dalam meditasi angka, maka kekacauan tersebut terkemas di dalam aktivitas meditasi, sehingga "kekacauan" itu menjadi tidak nampak. Kita pelan-pelan akan menganggap hal-hal remeh menjadi begitu sangat penting, sehingga kita mulai menomorsekiankan meditasi angka kita. Karena apa? Karena kita memang melihat ada hal-hal lain selain hal-hal spiritual menjadi begitu sangat penting di dalam hidup kita.
Ketika kita bertanya pada diri kita, "mengapa saya menomor sekiankan aktifitas memprogram angka pilihan???" maka kita akan mendapatkan ribuan dan bahkan jutaan jawaban yang membenarkan tindakan kita itu.
Sebab, jika kita mencari alasan sebagai pembenaran maka kita menjumpai ribuan, bahkan jutaan, alasan pembenaran, tetapi kita lupa bertanya sebaliknya. Kalau saja dengan jujur kita mencari alasan sebaliknya dan bukan alasan penunjang kealpaan bermeditasi, maka kita juga akan menemukan ribuan atau jutaan alasan yang menyebutkan bahwa kita telah menempuh keputusan keliru dengan menomor sekiankan memprogram angka pilihan.
Menomor satukan praktik memprogram angka pilihan akan memberikan segala macam jenis keberhasilan dalam hidup kita, baik material maupun spiritual. Khususnya dalam kesehatan yang jauh lebih baik, dalam ketenangan, kedamaian, dan kebijaksanaan yang jauh lebih baik, dan dalam cinta kasih yang memang cinta kasih atau divine love.
Kita semua memiliki cinta kasih, tetapi kita sama sekali tidak mau secara jujur mengakui atau menerima bahwa cinta kasih kita itu masih berada pada tatanan cinta kasih yang bukan cinta kasih. Ia hanyalah peristiwa dan proses pergolakan sentuhan langsung dengan lingkungan.
Sentuhan langsung perasaan dan keinginan yang kita poles dengan kata indah: cinta kasih. Ya...karena ia adalah anak kita, maka kita mencintainya. Ya... Karena ia adalah saudara kandung kita maka kita mencintainya. Ya... Karena ia adalah ibu kita atau bapak kita atau paman kita atau kakek kita atau cucu kita maka kita mencintainya dan..., hanya berbatas tembok rumah kepada anak di sebelah.... ternyata kita tidak berhasil memberikan cinta kita dan ....hanya batas darah kelahiran...., kita tidak berhasil memberikan kasih kita. Hanya karena batas agama atau kelompok, kita tidak berhasil memberikan cinta kasih. Oleh karena itulah saya katakan tadi bahwa kita telah memasuki pusaran arus perasaan yang cinta tetapi bukan cinta karena ia masih belum berhasil menyentuh tepian cinta kasih sejati atau divine love.
Nah ketika kita berhasil manjaga proses program angka pilihan dengan baik dan sempurna, maka kita akan berhasil sampai pada tingkatan cinta kasih spiritual ini, yang bukan cinta kasih sepihak dan remeh, melainkan ia adalah cinta kasih yang sempurna. Karena memang ia adalah divine love. Itulah yang dituju oleh meditasi angka dan bukan kehebatan-kehebatan lain yang seringkali bukanlah sebuah kehebatan, melainkan kelemahan yang kita tidak kenali.Semoga semua berbahagia.
( .... Selesai ... )
Sriguru,
Darmayasa
|