Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Donasi
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
MENJAGA ANGKA PILIHAN (BAGIAN 1)
Posted by Darmayasa on 2009-09-24
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Dalam setiap kesempatan dan segala keadaan, baik senang maupun susah, memang kita harus tekun berkonsentrasi pada pergulatan kita bersama angka pilihan dan bukan hal lain selain itu. Ingatlah, sebutlah dan lelaplah di dalam angka pilihan. Semua ini sebaiknya kita lakukan di dalam kesendirian bersama angka pilihan. Artinya cukup hanya kita sendiri yang mengetahui lelapnya kita dalam angka pilihan, dan tidak untuk dipertunjukkan pada orang lain agar kita dicap sebagai seorang spiritualist. Jangan penah memberikan kesempatan bagi hal-hal lain memasuki atau mengganggu hubungan intim kita dengan angka pilihan kita. Jangan ada orang lain yang kita beri tahu angka pilihan kita. Jika karena suatu dan lain hal, memang tidak apa-apa mereka mengetahui angka pilihan kita, asalkan bukan kita yang memberitahukannya kepada mereka.

Angka pilihan adalah sebuah rahasia yang sangat rahasia. Ia merupakan sebuah hubungan intim sangat rahasia yang terjadi hanya antara diri kita dengan angka pilihan itu sendiri. Jangan bahkan berikan masuk hal-hal berbau mistik ke dalam hubungan pribadi kita dengan angka pilihan. Jangan berikan masuk tanpa guna para kerikil-kerikil dan duri-duri perusak dalam hubungan kita dengan angka pilihan. Biarkan ia menjadi sebuah hubungan sangat akrab dan lengket hanya antara diri kita sendiri dan angka pilihan. Bagaikan kawat-kawat pembawa aliran listrik yang ditutupi dan dilindungi dengan begitu aman sehingga ia menjadi penghubung yang sangat pasti dan baik antara kita sebagai kita, dengan Tuhan sebagai Tuhan (sang supreme power). Di situlah terjadi sebuah proses meditasi dan itulah yang sebenarnya disebut sebagai meditasi. Perlu kita tanyakan diri sendiri setiap hari dan bahkan setiap saat, "Apakah saya sudah memasuki meditasi ataukah belum?".... Pertanyaan seperti itu perlu selalu dberikan kepada diri kita sendiri dengan tekun dan tulus. Berikan terus pertanyaan itu, jangan pelit dengan pertanyaan itu. Berikan diri kita pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Hujani dia dengan pertanyaan indah seperti itu.

Nah kapan kita tidak mampu lagi bertanya, maka di sanalah pertanyaan berhenti dan kita memang berhenti bertanya karena kita telah mulai menjawab. Ya... karena kita telah mulai memasuki tingkat meditasi. Kalau tidak, kita hanya akan berhasil memejamkan mata berjam-jam tanpa alasan. Kita hanya akan berhasil menghias diri kita dengan sikap meditasi yang menghasilkan kaki kesemutan, tetapi pikiran masih melayang-layang dalam tangkapan berbagai perangkap duniawi. Dan orang-orang akan mengambil foto kita untuk dijadikan aneka ragam inspirasi dan banyak diantara kita akan menjadikan meditasi itu sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemalasan yang terkemas dalam pertunjukan meditasi. Karena banyak yang melarikan diri atau berlindung dalam praktik meditasi berjam-jam hanya untuk menghindari kewajibannya melakukan pelayanan, baik di masyarakat maupun pelayanan spiritual.

Seorang pe-Meditasi Angka yang baik tentu saja tidak akan rela menempatkan dirinya pada tingkat "tak bermanfaat" itu. Mereka akan mencari keberhasilan tingkat meditasi dimana ia memang benar-benar bermeditasi dan bukan bermain meditasi. Ketika orang bermain meditasi maka segala halangan akan bermunculan di depan matanya, bermain-main dan mengajaknya "berdansa" dalam kesemuan keberhasilan meditasi.

Ia akan menjadi sibuk menikmati kegagalan meditasi yang telah berubah wujud menjadi keberhasilan cemerlang. Hindari dan jauhilah ke"malang"an seperti itu, karena ia sama sekali tidak bermanfaat apa-apa kecuali menghasilkan tepukan tangan agar kita lebih bersemangat lagi bermain drama meditasi.

Dasar keberhasilan itu hanyalah ketika kita berhasil melapisi, melindungi dan menjaga dengan selamat kawat-kawat penghubung aliran listrik dengan bahan-bahan pilihan terbaik, entah plastik atau karet dan lain-lain yang indah dan kuat serta selamat. Demikian pula dasar keberhasilan meditasi kita akan sangat tergantung oleh sejauh mana kita menjaga dan melindungi angka pilihan kita dengan lapisan pembungkus yang sangat indah dan kuat. Di sanalah keberhasilannya akan memberikan kesempatan "tercuri"nya aliran energi spiritual kita. Terbukanya bungkusan angka pilihan ke yang lain dan/atau ia akan memberikan bahaya kebakaran atau bencana lainnya. Demikian pula kelemahan bungkusan angka pilihan akan memberikan hasil buruk kepada diri kita sendiri maupun kepada orang lain. Ia dapat memberikan keberhasilan dalam kegagalan dan kegagalan dalam keberhasilan. Keduanya memang kita tidak perlukan, baik berhasil gagal maupun gagal berhasil. Yang kita perlukan adalah keberhasilan yang memang keberhasilan. Ketika kita sibuk mencerca diri kita maka kita telah membuka kesempatan kita untuk gagal, barangkali dalam keberhasilan tetapi tetap ia bukanlah keberhasilan yang baik. Kapan kita bermeditasi hanya untuk mencapai tingkat meditasi maka kita telah mencapai keberhasilan dalam keberhasilan dan itulah keberhasilan sempurna.

( .... Bersambung ... )

Sriguru,
Darmayasa

Renungan No. 152











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar