TERNYATA KITA MEMERLUKAN SOSOK PENCURI DEMI MEMPEROLEH PEMBEBASAN SPIRITUAL SECARA SEMPURNA Posted by Tamtam Setiawan on 2009-09-05 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Berikut kami kirimkan kumpulan pembahasan renungan yang dikirimkan teman-teman
di milis.
Renungan 095 untuk kita bahasa bersama:
"Ternyata kita memerlukan sosok Pencuri demi memperoleh pembebasan spiritual
secara sempurna." (Darmayasa)
---o0o---
Widyasthana:
Salam kasih,
Betul,
Saya butuh pencuri handal untuk mencuri segala keburukan yang melekat
dalam diri saya.
Cepaatttt... ....
Sri Guru,
paw
---o0o---
Dendi:
Salam Kasih,
Siapakah pencuri tersebut..?
Ternyata, Guru spiritual kitalah pencuri nya..
Guru spiritual yang baik adalah guru yang mampu mencuri hal-hal buruk dalam
diri kita, dalam hidup kita..untik membentuk diri kita menjadi manusia
yang lebih baik dari sebelumnya..
Yang kita perlukan hanya kerela-an diri kita untuk di bentuk dan tempa
oleh mereka…
Dendi
---o0o---
Rai Buleleng:
Pencuri ? Wah mungkin pencuri disini punya spesifikasi khusus yang mampu mencuri
harta bekal karma buruk yang kita bawa sejak lahir.
Rai
---o0o---
Adi Candra:
Salam Kasih,
Guru pernah menjelaskan bahwa kita memang sangat membutuhkan seorang Pencuri.
"Pencuri" yang paling hebat adalah Tuhan YME. Untuk itulah, salah satu nama
Tuhan adalah Hari, yang berarti Pencuri. (Di MA Denpasar ada 3 nama
Hari....bukan berarti banyak pencuri lho...hehe).
Apa yg Tuhan curi dari kita adalah sifat-sifat buruk kita. Kita begitu sayang
dengan sifat-sifat buruk kita (seperti: malas, tidak disiplin, dll banyak lagi).
Ada orang menyarankan kita coba buat daftar apa-apa saja sifat buruk kita, buat
selengkapnya dan sedetilnya. Akan lebih baik lagi jika kita minta orang dekat
kita untuk membuatnya dengan jujur dan tanpa sungkan. Mungkin kita akan kaget,
ternyata begitu banyak sifat buruk yang kita miliki.
Mengapa Tuhan harus mencurinya?? Karena kita sangat sayang luar biasa dengan
sifat-sifat buruk itu. Kita tak akan mungkin mau menyerahkannya secara suka
rela. Kenapa? Karena kita sangat nyaman dengan sifat buruk tersebut. Contohnya:
sifat malas. Kita sangat nyaman dengan sifat malas, (bangun siang lalu
bengang-bengong) , lalu kemudian ortu/istri kita ngasi tugas (nyapu, ngepel,
nyiram tanaman, dll) langsung muncul rasa kesal, karena kenyamanan kita telah
terganggu.
Ada juga org yang dengan kesadarannya sendiri bersedia mempersembahkan sifat
buruknya pada Tuhan (misalnya kebiasaan merokok). Jika bisa seperti ini, dengan
segera dia akan bisa meninggalkan sifat buruknya.
Semoga Tuhan berkenan mencuri semua sifat buruk kita.
Salam damai
adi
---o0o---
Winadi Yasa:
Salam kasih,
Wah teman-teman semua mengatakan memerlukan pencuri untuk mencuri keburukannya.
Bagi saya justru ingin menjadi pencuri tapi pencuri kebaikan agar bisa mencapai
pembebasan.
Sriguru,
Winadi Yasa
---o0o---
Deloja:
Salam Kasih,
Apakah pembebesan spritual mirip sama dengan kecerdasan spritual ?.
Deloja
---o0o---
Sudarma:
Salam Kasih,
Belajar dari kisah teh celup dan air panas; air panas justru sangat dibutuhkan
agar dapat mengurai sari teh yang tersimpan didalam saset teh celup. untuk
mengetahui seberapa murni perkembangan rohani kita, maka dibutuhkan alat ukur
yang kotradiktif yaitu kekeruhan. untuk mengetahui seberapa sabarnya kita maka
pencuri sangat dibutuhkan.
Adanya pencuri menandakan bahwa kita tak mesti mempunyai keterikatan terhadap
segala sesuatu yang terkondisi termasuk napas ini suatau saat akan hilang dari
badan
Damai selalu
Sriguru,
Sudarma
---o0o---
Renungan No. 095
|