RAHASIA PENCAPAIAN PENERANGAN SUCI PARA ROH AGUNG ADALAH MEREKA MENYINGKAP TIRAI KEGELAPAN MAHA PEKAT DENGAN SEBUAH LAMPU KASIH Posted by Tamtam Setiawan on 2009-08-19 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Akhirnya tibalah saatnya menutup pembahasan Renungan 094, dan berikut kumpulan sharing dari teman-teman di milis :
"Rahasia pencapaian penerangan suci para roh agung adalah mereka menyingkap tirai kegelapan maha pekat dengan sebuah lampu kasih." (Darmayasa)
---o0o---
Noni:
Salam kasih,
Renungan ini sudah merangkan "Rahasia" para roh-roh Agung, bahwa diperlukan
sebuah lampu yang bersinar kasih. bagaimana caranya kita mempunyai lampu
tersebut?
Dalam majalah medang edisi ke-12 yang baru saja terbit di Halaman ke-2
dijelaskan hal ini dalam topik tanya jawab.
Apakah itu? silakan dapatkan di majalah terbaru tersebut...
sriguru,
denoni
---o0o---
Dendi:
Salam Kasih,
Semua kita, para pemedang tentunya, mungkin tanpa sadar bahwa sudah
menyiapkan/memilki lampu tersebut...Dengan rutin du-kun (duduk tekun –red),
sebenarnya kita semua sudah sampai pada taraf menyiapkan lampu. Mulai dari beli
lampu, membersihkan lampu, kasih minyak dan lain-lain... Menurut pandangan saya,
pada saat kita menyatakan, meniatkan diri dan mulai menekadkan hati
untuk memilih jalan meditasi angka sebagai jalan spiritual kita, maka
pada saat itulah kita sudah ada di jalur antrian jalan spiritual dengan
tangan kita menggenggam lampu-lampu kita masing...
Hanya sayang lampu-lampu ditangan kita itu belum menyala...!
Hanya sampai disini yang bisa saya sharing, karena saya sendiri masih
berjuang untuk mencari pematik api-nya agar bisa menyalakan lampu
saya...
Seperti orang tua [Ayah dan Ibu] yang telah mendapatkan pematik api agar
lampunya bisa mennyala terang dengan ke-rela-an mempertaruhkan jiwa raga
dalam menjaga dan membesarkan anak-anaknya dengan kasih sayang..
Seperti para guru-guru di masa kita sekolah, yang rela mengabdi dengan upah
minim dan pas-pasan, tetapi akan tersenyum bangga dengan keberhasilan
murid-murid nya yang berhasil lulus menempuh ujian. Ibaratnya Guruguru itu sudah
mendapatkan pematik api untuk menyalakan lampu mereka.
Saya, sebagai pemedang, belum bisa mendapatkan pematik itu...!
Dendi.
---o0o---
Widyasthana:
Salam kasih,
Menyingkap tirai kegelapan bisa memiliki 2 makna:
1. Menyingkap tirai kegelapan dalam diri kita
2. Menyingkap kegelapan dalam diri orang lain.
Seperti petunjuk Guru bahwa kita perlu membentuk diri sendiri terlebih
dahulu sebelum membentuk orang lain. Kita perlu menyelamatkan diri
sendiri terlebih dahulu sebelum menyelamatkan orang lain.
Demikianlah kita memang harus menyingkap tabir kegelapan yang ada pada diri
kita sebelum mencoba menyingkap tabir kegelapan pada orang lain.
Keberhasilan menyingkap tirai kegelapan pada dirinya dengan lampu kasih
adalah rahasia roh-roh agung berhasil mencapai keagungannya.
Keberhasilan menyingkap tirai kegelapan pada diri orang lain dengan
lampu kasih adalah rahasia para roh agung dalam menerangi jiwa umat manusia.
Mengapa lampu kasih?
Karena kasih itu lembut. Kasih itu penuh ketundukan hati. Kelembutan dan
ketundukan hati akan dapat diterima oleh semua orang. Sikap yang kasar
dan penuh keangkuhan akan dijauhi. Coba kalau Guru kita sangar dan
sukanya bentak-bentak, apa kita mau berbondong-bondong datang ke Center
Padanggalak
atau Center Slipi?????
Paling juga ogah.....
Kasih berawal dari mengasihi diri sendiri. Kemudian belajar mengasihi
orang lain. Selanjutnya belajar mengasihi mahluk lain.
Dengan mengasihi diri sendiri, para roh agung berhasil mencapai
penerangannya.
Dengan mengasihi orang lain para roh agung berhasil menerangi jiwa umat
manusia.
Damai,
Sri Guru,
paw
---o0o---
Sardiana:
Salam Kasih,
Sinar lampu kasih adalah "memberi tanpa kehilangan". Inilah lampu penerangan
suci bagi bagi para roh agung. "memberi tanpa kehilangan" itu merupakan cahaya
suci untuk menembus tirai kegelapan yang maha pekat itu. Jika berhasil merengkuh
cahaya suci itu berarti pencapaian penerangan suci telah dapat dialami.
pengalaman itu menandakan bahwa rahasia penerangan suci telah terjamah.
Penjamahan itu pula menandakan sang diri sejati menjadi roh agung.
Sebagai manusia biasa yang masih diselimuti kegelapan yang maha pekat sungguh
sulit, bila tidak dikatakan tidak mungkin untuk merengkuh cahaya suci itu.
Andaikan bentuk dari lampu kasih itu seperti "torch light" memegang saja belum
bisa, apalagi menyalakannya untuk menerangi kegelapan yang maha pekat pada diri
sendiri. Arti pernyataan itu adalah "ketika memberi masih merasa kehilangan".
Itu yang masih melekat pada diri saya.
Damai selalu,
Sariwi
|