JALAN RAMAI YANG SUNYI Posted by Made Noni on 2009-08-15 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam kasih,
Suatu saat saya mendapat tugas menghadiri meeting di pabrik kami di Bogor.
karena pemberitahuannya mendadak, terpaksa saya harus drive mobil sendirian,
tanpa disertai sopir perusahaan.
Dengan sedikit suntuk, saya drive mobil, ada tiga pilihan jalan ke Bogor, yang
pertama lewat jalan raya Bogor, kedua lewat Bekasi dan yang ke tiga lewat jalan
Tol Jogorawi. mengingat sempitnya waktu saya ambil route Jogorawi.
Dalam perjalanan, di Tol saya ambil jalur tengah, dengan kecepatan sedikit
diatas 80 KM/jam.
kadang-kadang ada yang salip saya di kiri, kadang saya di salip dari kanan.
kadang ada pula saya harus menyalip kendaran didepan. demikianlah kemudian saya
sampai dengan selamat melewati pintu exit tol di Bogor.
Di dalam pencarian pada Tuhan, banyak sekali jalan menujuNya, jauh lebih banyak
dibandingkan jalan menuju Bogor, setiap individu mempunyai pilihan yang
disukainya, sesuai dengan keinginan dan sebagainya. Begitu pula dalam tehnik
Meditasi, entah ada berapa banyak tehnik yang ada di dunia ini dengan klaim
sampai pada Tuhan.
dengan demikian banyaknya jalan, tetap kita harus memilih hanya satu Rute, dan
kita harus tekun dalam satu rute itu, kita tidak bisa setelah ambil rute 1
kemudian pindah ke rute 2 kemudian pindah ke rute 3, akan banyak waktu yang
terbuang percuma, padahal kita mempunyai keterbatasan waktu. jadwal meeting
dengan Boss harus tepat waktu, apalagi Meeting dengan Tuhan yang menguasai
waktu, tentu tidak ada jam karet bersamaNya.
Di dalam kendaraan juga kita harus drive kendaraan kita sendiri, kita tidak bisa
minta tolong sopir lain yang mendrive mobil kita, karena sopir-sopir yang lain
juga mempunyai kewajiban untuk membawa mobilnya ke Tujuan.
di dalam medang juga rasanya demikian halnya, saya tidak bisa minta tolong teman
yang lain untuk mengingatkan, mengucapkan angka pilihan saya berulang-ulang,
tindakan ini harus saya lakukan sendiri. walau dalam keadaan meditasi bersama
yang demikian ramenya, saya harus mengucapkan angka saya sendirian, sunyi dalam
kesendirian, walau pada saat itu lalu lintas medang bersama sangatlah ramai.
iya saya berjalan di jalan ramai namun sangat sunyi dalam kesendirian. bersama
angka pilihan dan bersama berkah Guru untuk mendrive diri ini menuju tujuan
akhir.
Sriguru
denoni
|