Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Cd/vcd/dvd
Donasi
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
UBAHLAH CARA PANDANG
Posted by Made Noni on 2009-08-11
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam kasih,

Seorang ibu berkeluh kesah pada saya, tentang salah seorang anaknya.
Si Ibu ini mempunyai 4 putra, kecuali yang bungsu, 3 anaknya sudah menamatkan
sekolah S1, bahkan salah satu diantaranya malah S2 di luar negri dengan biaya
sendiri. hanya yang bungsu saja yang tidak menyelesaikan S1, padahal dari ke-4 anak si Ibu, anak yang paling bungsu mempunyai kecerdasan yang paling tinggi, dgn indek IQ 155. dari sekolah dasar hingga SMA selalu mendapat sekolah Favorit, hingga akhirnya kuliah bertemu dengan seorang gadis, hingga akhirnya menikah muda, dan kisah dapat ditebak kuliahnya DO.

Melihat kegagalan si anak bungsu, si Ibu merasa sangat sedih, bertahun-tahun
kesedihan ini di bawa, menjadi beban berat si ibu. saat itu kemudian saya
teringat dengan nasehat ibu saya, mendidik anak itu ibaratnya seperti menanam
jagung di ladang, tidak pernah kita bedakan merawat jagung yang satu dengan yang
lainnya di dalam satu petak ladang yang sama.
saatnya di pupuk, semua batang jagung di pupuk dengan jumlah yang sama, saat
perlu dialiri air semua nya dialiri air yang sama cukupnya, saatnya harus di
semprot anti hama dan hormon semuanya diperlakukan sama, namun walau begitu
tidak akan pernah dalam satu petak setiap batang jagung menghasilkan hasil yang
sama.

demikianlah dengan meminjam nasihat ibu saya, saya mencoba menjelaskan ke si Ibu ini, pada awalnya si ibu tidak terima, namun perlahan cara pandangnya berubah
dan dapa menerima hal ini.

dalam banyak hal, kita sering terpaku pada hal buruk, yang nilainya cuma minus
25%, tapi kita melupakan plus 75% yang sudah ada, hidup ini menjadi sangat berat
karena masalah yang hanya 1/4 itu. kita sering lupa bersyukur akan banyaknya
kebahagiaan yang kita terima, kita melupakan kebahagiaan yang sudah di berikan
sebesar 75%, malah kita mengingat sedikit kesalahan, yang kemudian kita jadikan
beban dalam hidup ini.

banyak persaudaraan terputus, pertemanan yang merenggang, hubungan suami-istri
cerai, dan lain-lain hanya karena masalah-masalah sepele, yang membuat kita
melupakan kebahagiaan yang pernah kita terima sebelumnya dari hubungan tersebut.

sudah saatnya kita merubah pandangan kita, bukankah sering kali Guru menekankan lihat teman dan keluarga disekeliling sebagai "number one", bahkan pernah Guru menekankan jangan nilai orang dari apa yang dilakukannya.

kebahagiaan ada dan selalu ada selama kita memandang dari arah yang benar, tidak perlu sakti, kaya atau menjadi orang terkenal untuk mencapai kebahagiaan,
kebahagiaan milik semua mahluk, hanya bedanya kebahagiaan berkenan muncul ketika kita mengarahkan padangan pada arah yang benar.

mungkin demikian....

sriguru
denoni











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar