HANYA 1 MANTRA Posted by Made Noni on 2009-07-21 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam kasih,
ada sebuah kisah seorang raja yang ditinggal meninggal orang tuannya, sebagai
seorang anak yang berbakti, sang anak ingin melakukan upacara doa pada Almarhum orang tuanya. di undanglah seluruh seluruh pendeta-pendeta seluruh negeri, agar almarhum dapat masuk surga. bagaimana tandanya almarhum masuk surga, disepakati dengan tanda-tanda : hujan raja (hujan lebat tapi ada mataharinya bersinar terik) disertai dengan bau harum dan juga bunga-bunga yang seperti tumpah dari langit. jika pendeta mampu melakukannya, maka sanga raja akan memberikan hadiah yang sangat besar pada para pendeta.
demikianlah, kemudian para pendeta melakukan ritual-ritualnya masing-masing dan
mengucapkan ribuan mantra. namun sayang tak satu pun tanda-tanda yang sudah di
sepakati terjadi.
tidak ada hujan raja, tidak ada bau harum semerbak surgawi, tak ada hujan bunga
yang tumpah dari langit. para pendeta kecewa, raja kecewa, rakyat yang hadir pun kecewa. sang raja merasa menjadi anak yang tak berbakti.
di saat yang begitu sendu, datanglah seorang pendeta yang sangat sederhana, dan
terlihat sangat polos malah terkesan bodoh. tak ada seorangpun terkesan dan
menoleh pada dia.
dengan santun dia mohon ijin pada raja, agar di ijinkan ikut mendoakan almarhum
orang tua sang raja. dengan setengah hati sang raja mengijinkan pendeta itu
melakukan doa di tempat pendeta-pendeta utama berkumpul.
pendeta-pendeta yang lain, mencibir melihat penampilan sang pendeta. dengan
tenang sang pendeta duduk, dan hanya sebentar saja kemudian semua tanda-tanda
yang disepakati muncul. sang raja berseru gembira.
kemudian, sang pertapa menyelesaikan doanya, dan melaporkan bahwa almarhum orang tua sang raja sudah sampai di surga dengan selamat.
sang raja sangat berterima kasih dan menanyakan pada sang pendeta, mantra apa
yang di ucapkan sang pendeta, hanya duduk sebentar semua tanda sudah menampakan hasil. dengan rendah hati, sang pendeta mengatakan dirinya hanya mengucapkan 1 mantra, dan satu mantra itu adalah mantra yang sudah di kenal semua pendeta-pendeta yang lain. dan pendeta itu mengatakan bahwa dirinya hanya mengenal hanya 1 mantra itu saja. namun bedanya mantra yang di ucapkan sang pendeta dengan pendeta yang lain berbeda pada tingkat kematangannya saja.
dalam medang, saya sering seperti pendeta-pendeta yang ingin banyak belajar
mantra, setiap ketemu Guru ingin minta ajaran ini-ajaran itu, namun tak satupun
saya matangkan, dan bodohnya lagi hanya sedikit yang saya praktekkan
sehari-hari. seperti tong yang ingin menampung air hujan, namun lupa untuk
menambal bolongnya.
air hujan seolah-olah dapat saya tampung dengan tong bocor ini namun ternyata
hanya sedikit yang bisa tersimpan.
semoga saya bisa menambal lobang-lobang tong ini. semoga suatu saat, walau hanya sedikit air yang masuk, namun semuanya dapat saya simpan dan saya pergunakan dengan baik.
semoga
sriguru
denoni
|