KEBIJAKSANAAN AYAM Posted by Made Noni on 2009-07-28 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam kasih,
Saat itu hari Senen pagi Saya, Ling-ling dan Hari (Putra Guru yang paling
sulung) duduk di belakang Ruang Dhuna Guru, tepatnya di depan dapur, sembari
menunggu Dedi datang dari membeli selang gas, kami ngobrol ngalor ngidul, di
dalam duduk weda yang sedang sibuk dengan aktifitasnya. di gerumbulan pepohonan suara burung kurkuak sangat riuh, saya bilang sama Istri, "saya sudah lama nggak pernah dengar suara kurkuak", "emang burungnya kayak apa?" dia tanya, saya bilang "nggak tahu, udah lupa".
Tiba-tiba datang induk ayam dan 3 ekor anaknya, kata istri saya "wah ayamnya
gemuk, kalo di jakarta ada ayam tanpa identitas begini bisa langsung lenyap",
saya jawab " ayamnya ini ngerti, dia main kesini hidupnya pasti aman, tak akan
ada yang berniat memasukannya ke dalam panci disini", Hari hanya tersenyum
mendengar obrolan saya dan istri.
kemudian ayam tersebut mulai sibuk mengorek-ngorek tanah mencari makan, saya
nyeletuk kemudian " Ayam ini kayaknya belum sekolah, tempat yang sudah rapi di
berantakin sama dia, malah kadang sudah jelas-jelas di kasih beras tinggal matuk
saja, ayam-ayam ini masih pake gaya ngorek-ngorek tanah segala", kemudian Hari
berkata sambil tersenyum "itulah kebijakan ayam", saya dan istri langsung
tertawa, kami mendapatkan istilah baru "Kebijakan ayam", saya kemudian bilang
pada Hari "Hari saya akan tulis yah cerita tentang kebijakan ayam ini", "ya"
kata Hari singkat,
Terilhami dari kalimat "kebijakan ayam" ini, saya memeriksa dalam diri, tidakkah
saya juga seperti ayam ini? Sering Guru sudah menyebarkan beras-jagung
kebijaksanaan, yang seharusnya tinggal di patuk dan ditelan, namun karena saya
masih di hinggapi "kebijakaan ayam" tersebut, beras-jagung kebijaksanaan
tersebut malah saya berantakin hingga tidak karuan, walau memang tetap saya
patuk satu persatu namun sebelumnya sudah saya berantakin dulu, malah saya bikin
kotor lingkungan yang kadang malah mengganggu teman-teman seperjalanan.
Karena sudah sifat ayam yang demikian, tentu sangat sulit merubah dia menjadi
rapi. perlu usaha yang sangat keras untuk menghilangkan sifat "kebijaksanaan
ayam" saya ini.
teringat akan kasih Guru yang demikian besar, semoga saya dapat mengurangi
bahkan menghilangkan sifat kebijakan ayam ini, karena saya kan bukan ayam, iya
toh?
sriguru
denoni
|