Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
MENGHUBUNGKAN DIRI DENGAN GURU (BAGIAN 1)
Posted by Darmayasa on 2009-07-02
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Salah seorang teman, yaitu teman yang memang rajin melakukan praktik meditasi atau apalah kegiatan yang berhubungan dengan hal-hal spiritual, yang dipraktikkan sebelum ia memutuskan menekuni Meditasi Angka. Pada suatu kesempatan ia bertanya pada saya, "Prabhu..., saya minta ijin agar diperbolehkan tiap hari kontak dengan Guruji... " (catatan: maksudnya Guru Ji Kamal Kishore Goswami).

"Maksud anda..?" saya bertanya, sambil berpikir kalau ia hendak menelphone Guruji, tentu saja akan saya larang. Karena pada prinsipnya tidak boleh ada yang mengganggu Guruji per telephone dan Guruji juga tidak mau terlalu banyak terganggu oleh telephone.

"Maksud saya....," lanjutnya... "Setiap hari saya ingin agar bisa bercakap-cakap dengan Guruji dalam meditasi..."

Wah saya menjadi begitu kaget mendengar permintaannya itu. "Oh..., kalau seperti itu...., sebaiknya jangan dulu..." Saya menjawab sambil menatapnya lembut, mencoba mengetahui apakah dia kecewa karena saya larang ataukah tidak...?

"Lha... bukankah Prabhu menganjurkan agar kita kontak GuruJi setiap hari...?"

"Maksud saya bukan seperti itu. Namun maksud saya yang sebenarnya adalah, agar kita selalu mengingat Guru dan menghubungkan diri kita dengan tekun kepada Guru. Hanya dengan cara seperti itu sajalah kita akan mendapatkan berkah Guru..., Guru Sejati.
Bukan dengan cara yang anda mengertikan sekarang ini, yaitu bercakap-cakap dengan Guru di dalam meditasi seperti praktik-praktik yang dilakoni oleh para dukun..."

Ia nampak manggut-manggut. Tapi, nampaknya ia belum begitu mengerti apa yang saya maksudkan.

Saya melanjutkan, "Kita jangan pernah menganggap diri mampu berhubungan langsung dan bercakap-cakap seperti itu dengan Guru..."

"Lha...kan Prabhu mengatakan..."

Saya menjawab, "Iya..tapi bukan seperti itu maksud saya..."

"Tapi kita kan perlu selalu kontak Guru?"

Kembali saya jawab, "Ya perlu, tapi bukan ..."

"Kalau tidak kontak Guru kenapa kita selalu memulai meditasi kita dengan mengucapkan Guru Stotra atau pujaan pada Guru?" Tanyanya.

"Iya...tetapi ia berbeda dengan bercakap-cakap dalam meditasi seperti yang banyak dilakukan oleh para dukun..." Jawab saya dengan ringan, tetap dengan pertimbangan agar yang bersangkutan tidak merasa tersinggung. He he nampaknya orang ini lumayan cerdas, walau agak melenceng… he he saya harus bersabar membantunya, walau saya harus menghentikan kesibukan saya sementara menjawab pertanyaan-pertanyaannya, dan memang orang-orang seperti inilah yang perlu kita perbaiki dan luruskan.

Ia mulai terdiam, dan mulai bisa mendengarkan dengan baik. "Kita hendaknya selalu menghubungkan diri dengan Guru/Guru Sejati. Tetapi, tidak dengan cara seperti yang anda maksudkan itu, yaitu “kontak gaib” ala dukun dengan roh-roh halus. Bukan…, bukan cara seperti itu yang kami maksudkan.
"Kenapa? Kan kita bisa?" Tanya dia lagi.

"Nah di sinilah pentingnya kita menjadi murid yang tunduk hati. Sebagai seorang siswa spiritual yang baik, kita hendaknya jangan pernah menganggap diri bisa berhubungan langsung dengan Guru. Kenapa?! Karena kita harus menyadari level kita saat ini baru berada dimana. Kita perlu mengetahui dan menyadari keberadaan kita bahwa kesadaran kita setiap saat disibukkan dan dipenuhi oleh berbagai kepentingan hal-hal duniawi. Kita setiap saat masih cenderung menipu orang lain dan menyenangi hidup kotor lainnya. Kotor tetapi “nikmat”. Sedangkan Guru itu siapa? Dan beliau berada di level mana? Nah hal itulah yang sangat perlu kita ketahui..

Ia nampaknya belum memahami penuh penjelasan saya. Akhirnya saya mencoba menjelaskannya dengan cara lain: "Di rumah anda barangkali mempunyai instumen telephone rumah yang sangat bagus, modern dan sangat mahal harganya. Anda dengan begitu yakin serta mantap menganggap bahwa dengan instrumen telephone modern tersebut, akan dapat menghubungkan diri dengan Guru yang hanya mempunyai tipe telephone murah dan sederhana. Tetapi Saudara…, ternyata tidak..., ya… anda tidak bisa melakukan percakapan telephone dengan Guru.... sebelum anda menyadari bahwa ternyata anda belum memiliki fasilitas sambungan SLI. Untuk bisa melakukan pembicaraan langsung per-telephone dengan Guru, anda perlu mempunyai fasilitas sambungan SLI, karena Guru tidak berada di level lokal melainkan Internasional...

Dia tampak manggut-manggut dan berkata, "Oh iya benar juga..."


... bersambung ...


Sriguru,
Darmayasa

Renungan No. 144











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar