MEDITASI ANGKA DAN HUBUNGAN ANTAR SESAMA MAHLUK (BAGIAN: 2) Posted by Darmayasa on 2009-05-22 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Teman-teman pe-Meditasi Angka sekalian yang berbahagia, selain menjaga ketundukan hati, kebersihan dan kesucian lahir batin dan hal-hal yang telah dibahas dalam renungan sebelumnya, ada hal lain yang tidak kalah pentingnya untuk kita perhatikan, yaitu tentu saja kita jangan pernah lupa untuk selalu melaksanakan meditasi angka ditemani sebatang lilin yang dinyalakan.
Namun, kalau karena suatu dan lain hal yang sangat mendesak, misalnya di saat kita sedang dalam perjalanan jauh, lalu menginap di sebuah tempat/hotel, sedangkan kita lupa atau mungkin perbekalan lilin yang kita bawa sudah habis, namun karena kesibukan tugas tidak sempat membeli lagi, maka jika memang benar-benar tidak ada lilin sama sekali, nyala lilin bisa kita gantikan dengan korek api. Yang terpenting disini ada api yang menemani di saat kita akan memulai meditasi angka.
Caranya adalah dengan menyalakan korek api, kemudian pandang nyala apinya sambil mengulang-ulang angka pilihan, ingat Leluhur, Guru/Tuhan, kemudian memohon izin untuk melaksanakan Meditasi Angka. Setelah itu korek dapat dipadamkan. Jadi menyalakan lilin hanya beberapa saat saja, dan bukan menyalakan lilin selama bermeditasi, karena disamping berbahaya, jika korek yang kita gunakan adalah korek api yang berbahan baku dari kayu, maka bukannya malah membantu, namun sebaliknya ia akan mengganggu konsentrasi kita di saat sedang bermeditasi.
Bila korek api juga tidak ada..., maka di sinilah, dalam keadaan yang sangat tidak memungkinkan, kita dapat menyalakan lilin di dalam batin. Yaitu dengan membayangkan kita memegang sebatang lilin yang indah, dan menyalakannya dengan korek, lalu pandang nyala lilin di dalam batin sambil menyebut angka pilihan, ingat Leluhur, Guru/Tuhan. Sekali lagi hal ini hanya untuk keadaan darurat saja. Jika memang masih ada lilin atau korek yang tersedia, namun kita masih juga memakai teknik menyalakan lilin melalui batin... maka kita hanyalah seorang pemain drama, atau mungkin malas, atau mungkin pelit...hehehe...
Disamping lilin, ada hal lain lagi yang perlu kita usahakan, agar kalau dalam perjalanan kemana saja, yaitu agar selalu berbekal spray yang sebelumnya sudah dimohonkan berkah. Karena ia bukanlah lagi hanya spray biasa seperti yang kita beli dari toko, tetapi ia telah berisikan power dari Guru/Tuhan YME, dan ia akan sangat membantu menetralisir getaran-getaran tidak baik di sekeliling dimanapun kita berada, sehingga akan membantu konsentrasi saat melaksanakan Meditasi Angka. Jika karena satu dan lain hal, kita tidak mendapatkan spray yang telah diisi power secara langsung, maka dapat dilakukan sesuai keyakinan, dengan memohonkan agar spray tersebut dipenuhi energi dari guru. Namun untuk ini diperlukan kesadaran yang baik dari kita serta sejauh mana kita yakin pada guru.
Dalam meditasi angka, kita selalu mendoakan roh-roh gentayangan agar mereka mendapat ketenangan dan kedamaian di alamnya serta diizinkan oleh Tuhan YME untuk lahir kembali menjadi manusia. Doa-doa tersebut sudah dapat ditangkap oleh roh-roh tersebut. Jadi, dimanapun kita berada, tidak usah takut untuk berMeditasi Angka.
Doa yang kita persembahkan pada roh-roh gentayangan dan kepada semua mahkluk di sekeliling kita, biasanya kita lakukan setelah kita selesai bermeditasi angka. Lalu apakah itu artinya sebelum bermeditasi kita akan membuka kesempatan untuk diganggu? Tentu saja tidak, karena kita telah setiap hari setelah menyelesaikan meditasi angka selalu mendoakan mereka, maka getaran kasih dari doa yang setiap hari kita persembahkan pada mereka tersebut akan selalu menyertai kemanapun kita pergi, dan akan menyentuh seluruh mahluk di sekeliling kita berada. Disamping itu, jika doa kita persembahkan pada mereka sebelum bermeditasi, maka energi yang ditimbulkan tidak sekuat atau sebaik setelah kita bermeditasi angka. Kalau dalam batin kita tulus, maka mereka akan tahu ketulusan doa kita itu, karena getaran ketulusan “kasih” kita tersebut pasti akan menyentuh mereka.
Sekali lagi yang perlu kita ingat serta pegang teguh adalah kebersihan-kesucian, ketekunan, ketulusan, keyakinan, dan kepasrahan. Yang penting disini adalah kita jangan sekali-sekali bermain drama. Artinya apapun yang kita lakukan bukanlah ditujukan sebagai suatu pertunjukan kepada orang lain bahwa kita adalah penekun spiritual. Apalagi jika kita berpura-pura menjadi orang suci untuk menipu orang lain, serta hanya karena sekedar ingin dilihat bahwa kita lebih dari orang lain, lalu mendapatkan respect lebih oleh orang-orang. Pencarian spiritual adalah pencarian kedalam, menyempurnakan diri kedalam, bukan untuk dibawa keluar agar menjadi tontonan orang-orang.
... Selesai ...
Sriguru,
Darmayasa
Renungan no 141
|