Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Cd/vcd/dvd
Donasi
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
TEGAR DALAM KEDUKAAN (BAGIAN: 4)
Posted by Darmayasa on 2009-05-09
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Sadarilah bahwa seluruh arah tersenyum ceria mengarah pada diri kita... Karena jika kita renungkan, pada kenyataannya untuk apa meratapi sesuatu yang tidak membuat hidup kita bahagia? dan pada akhirnya menyeret hidup orang lain juga ikut menjadi tidak bahagia? Tinggalkanlah ratapan cengeng seperti itu. Namun, karena kita adalah insan biasa, maka boleh saja meratap sebentar, tetapi jangan biarkan diri kita larut dan meratap untuk seterusnya, karena ia adalah pekerjaan orang-orang lemah dan bodoh. Segeralah bangkit dan tataplah masa depan yang dipenuhi divine love. Hidup kita ada disana, dan bukan dibawah timbunan sampah-sampah penyesalan...

Kalau kita tidak memperhatikan petunjuk-petunjuk dalam renungan kali ini, maka dapat dipastikan arah serta tujuannya kita semakin hari akan semakin suram.... dan... akhirnya ia akan menjadi matahari di senja hari... yang hanya menunggu waktu untuk jatuh tenggelam dan yang ada hanya gelap... dan tidak ada sesuatu yang lain yang dapat dilihat selain kegelapan. Tentunya pe-Meditasi Angka tidak akan mau membiarkan hidup kita berubah menjadi menyedihkan seperti itu.

Dalam setiap kesempatan, sesekali kita perlu dengan sengaja dekat dan bergaul dengan orang-orang suci, karena pergaulan dengan orang-orang suci sangat penting bagi kemajuan kesadaran spiritual kita. Kemudian jadilah batu karang, dan jangan jadi pondok bambu yang begitu mudah diterbangkan angin...

Kenal dan dekat dengan orang suci artinya sebuah jaminan menjadi batu karang di tepi samudera, di tepi laut, yang gagah perkasa dan tahan terhadap berbagai macam gempuran. Jangan bersimpuh hanya karena kedukaan kecil. Silakan berduka sebentar, tetapi jangan biarkan berlarut-larut menjadi gunung kesedihan.

Seandainya kita berduka karena ingat pada orang yang kita kasihi yang telah pergi meninggalkan kita, segera usir dan ganti dengan mengingat Tuhan, ingat Guru, ingat angka pilihan, atau apapun selain orang tersebut. Bukan berarti kita kita tidak mengasihi orang tersebut, tetapi kita tidak ingin menghalangi perjalanannya, dan kita tidak ingin berduka tanpa alasan.

Kalau kita biarkan diri terlalu lama meratap, maka ia akan menghalangi perjalanan orang yang telah pergi tersebut. Biarkanlah ia pergi menuju tempatnya yang baru dengan tenang. Karena jika kita tarik dalam kesedihan kita, maka ia akan terhambat perjalanannya. Itulah bentuk cinta kita pada orang yang kita kasihi, dan bukan dalam bentuk kedukaan yang malah akan meruntuhkan diri kita, dan juga menghalangi perjalanan orang lain.
Karenanya, dengan sesegera mungkin kita harus segera berubah menjadi ceria lagi.Sayangilah orang yang kita kasihi namun telah pergi itu dalam wajah orang-orang yang berada dekat di sekeliling kita saat ini. Ini merupakan pilihan yang jauh lebih baik daripada membiarkan diri meratap tenggelam dalam kesedihan secara berlebihan.

Para pe-Meditasi Angka pasti bisa melakukan ini semua, yaitu tetap mantap dalam segala terpaan masalah dan kesedihan. Bagi mereka yang percaya penuh dan telah menyerahkan diri sepenuhnya pada Guru Sejati/Tuhan YME, maka ia sama sekali tidak akan pernah mamakai kata “berusaha”, melainkan mantap dengan kalimat, “BISA”. Maka, kata “BISA” itu akan mengubah segalanya menjadi lebih baik, jauh lebih baik.

Semoga dengan perenungan kali ini, kita semua para pe-Meditasi Angka dapat lebih ringan melangkah, meniti perjalanan hidup, meski sesekali riak-riak gelombang menerpa dalam setiap langkah, tetapi kita akan tetap tegak menatap sambil melangkah setapak demi setapak, tanpa harus membiarkan diri terduduk lesu tanpa daya, bagaikan layang-layang kehilangan angin.

Semoga semua berbahagia.

... Selesai ...

Sriguru,
Darmayasa


Renungan no 139











Selamat Di Jalan Spiritual
Menjaga Ketundukan Hati ( Bag. 2)
Jangan Kotori Tanganmu Dengan Urusan-urusan Tidak Perlu
Kebanggaan Dalam Harta Dan Kecerdasan Hanya Menunjukkan Bahwa Kau Tidak Kaya Dan Tidak Terpelajar
Jangan Kecil Hati Jika Pasukan Lalat, Nyamuk Dan Kala Jengking Tidak Mendukungmu
Menjaga Ketundukan Hati ( Bag. 1)
Salah, Jika Kau Menganggap Orang Mencakupkan Tangan Berarti Menyembah Dirimu
Minuman Penyegar Seorang Guru Spiritual ( Bag. 2)
Minuman Penyegar Seorang Guru Spiritual ( Bag. 1)
Jangan Mencoba Memegang Tuhan Tetapi Biarlah Tuhan Memegangmu. Itulah Jalan Yang Selamat Bagimu
Sudah Waktunya Kita Berhenti Merintih, Sebab Ia Bukanlah Nyanyian Penyejuk Sukma
Karawang Yatra
Bunuh Diri Bukanlah Tindakan Pengecut, Bukanlah Dosa Melainkan Ia Adalah Neraka Itu Sendiri
Engetahuan Suci Memerlukan Hati Yang Suci Bersih Dan Bukan Status, Kedudukan, Kasta Maupun Keterpelajaran Duniawi
Jangan Pernah Bermimpi Bahwa Orang Yang Tangannya Terbelenggu Rantai Emas Akan Mampu Membukakan Ikatan Tanganmu
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-7, Puncak Perayaan & Inisiasi
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-6, Ke Lempuyang
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-4, Pemantapan Meditasi Ii
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-3, Pelayanan Kesehatan Gratis
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-2, Lomba Anak-anak

Gerakan Suryanamaskar