Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Donasi
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
MASUKLAH KE DALAM SEMESTA JIKA KAU INGIN SEMESTA MASUK KE DALAM DIRIMU. DENGAN DEMIKIAN, TIDAK ADA TERSISA YANG PERLU KAU LAKUKAN LAGI.
Posted by Tamtam Setiawan on 2009-05-06
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Setelah dibahas bersama selama sekitar dua mingguan di milis kita ini, maka tibalah saatnya untuk menutup Renungan 088 terdahulu:

"Masuklah ke dalam semesta jika kau ingin semesta masuk ke dalam dirimu. Dengan demikian, tidak ada tersisa yang perlu kau lakukan lagi." (Darmayasa)

---o0o---

Herry Ermawan:

Salam Kasih,

(1) Dalam setiap ajaran agama ada tiga hal yang menjadi dasar yaitu; Tuhan, Roh Individu, dan Alam Semesta.
Sesungguhnya EGO-lah yang memunculkan perbedaan tersebut. Ibarat lubang kecil di gedung bioskop tempat keluarnya cahaya proyektor yang
memproyeksikan gambar di layar putih. Jika kemudian seluruh dinding bioskop berlubang dan memacarkan cahaya di layar, maka di layar tidak akan nampak gambar apa-apa.

Keadaan seperti diatas adalah keadaan dualitas. Jika ego sudah MATI hanya
ada satu keberadaan yaitu DIRI SEJATI.

"The world is nothing more than an embodiment of the objects perceived by
the five sense-organs. Since, through these five sense-organs, a single mind
perceives the world, the world is nothing but the mind. Apart from the mind
can there be a world?"

(2) Ketika Bhima bertemu dengan manusia kecil yang rupanya persis dengan dia yang bernama Dewa Ruci yang menyuruh Bhima masuk kedalam dirinya, sangatlah membuat Bima heran bagaimana badan Bhima yang besar itu bisa masuk kedalam diri Dewa Ruci.
Dewa Ruci berkata"Wahai Panduputra manakah yang lebih besar apakah alam semesta yang ada dalam tubuhku atau makrokosmos atau kamu yang merupakan jagad kecil yang ada dalam aku?"
Bhima yang semula ragu akhirnya masuk kedalam tubuh Dewa Ruci melalui bagian telinga. Di dalam tubuh Dewa Ruci Bhima seakan berada dalam dalam alam kosong dan kemudian melihat bentuk berupa gading yang memancarkan cahaya putih, merah, kuning hitam dan juga melihat bentuk boneka dari emas gading dan permata. Dewa Ruci menjelaskan secara panjang lebar mengenai makna apa yang dilihat oleh Bhima dimana keempat cahaya melambangkan kemurnian dan tiga sifat (Triguna) dan tiga boneka melambangkan Triloka (tiga alam).

Demikianlah pengetahuan itu menjadi tirtha prawidhi atau atau air kehidupan
yang merupakan perlambang hakekat diri dan hakekat alam semesta.

(3) Narayana berkata pada Narada," Bhaktaku adalah yang paling besar di alam semesta ini, karena bhaktaku memenjarakan aku dalam hatinya"

Seperti Guru sering mewacanakan, bahwa insan spiritual seharusnya berusaha membuat egonya sekecil mungkin, serendah rumput yang paling rendah, atau bahkan se-level dengan tanah. Dia harus siap selalu diinjak atau dituangi kotoran tanpa protes. Dalam keadaan demikian, insan spiritual berdoa " Ya Tuhan, hambalah yang paling malang di dunia dan mohon hamba yang paling pertama diselamatkan "

Ketika Ego mulai sirna, maka gua hati terbuka dan Govinda akan muncul dalam hati insan spiritual dalam kecemerlangan cahayanya yang dasyat. Dia akan dituntun sepenuhnya oleh Tuhan dalam segala hal. Berbahagialah mereka ....

Love

Herry
---o0o---

Widyasthana:

Salam kasih,

Bila semesta (samasta = semua) telah masuk ke dalam diri kita, maka itu
artinya semua yang ada sudah menjadi milik kita. Tidakkah kita merasa
bahagia ketika semua yang ada telah menjadi milik kita? Kalau semua
sudah menjadi milik kita, lalu apa lagi yang perlu kita cari? Apa lagi
yang perlu kita lakukan?

Pertanyaannya adalah bagaimana cara kita masuk ke dalam semesta agar
semesta juga masuk ke dalam diri kita?
Seperti kapas yang dimasukkan ke dalam air, maka air itu pun masuk ke
dalam kapas. Menurut saya, intinya pada KESADARAN ROHANI.
Masuki kehidupan ini apa adanya dan biarkan kehidupan masuk dalam diri
kita tanpa satupun kita tolak.

Hidup di dalam hidup. Menyatu dalam ritme kehidupan.
Dengan cara itu tak ada hal lain yang perlu kita lakukan kecuali menjalani hidup ini apa adanya. Bebas dari kecemasan, lepas dari ketakutan. Hidup tenang dan damai.

Sri Guru,
paw
---o0o---

Lojana:

Yang saya tangkap dari renungan 088 ini adalah, mengingatkan kembali pada kita untuk masuk ke dalam semesta, yaitu Batin/Roh (apalah namanya) yang ada dalam diri kita.agar batin tidak tercemar-kotor oleh ke- aku-an kita, selanjutnya bila kita mencapai kesana (Batin Hening)kita tidak memerlukan apa-apa lagi. karena itu adalah jalan terakhir.


Salam
Lojana
---o0o---

Mahardika:

Salam Kasih,

Semesta adalah perwujudan keagungan Tuhan. Tidak ada hal-hal sekecil apapun dalam semesta yang terlepas dari keberadaan, semua dirasukiNYA. Semua perwujudan dalam semesta, baik dalam bentuk materi maupun non materi, sujatinya adalah perwujudan NYA. Dengan demikian, semesta adalah sesuatu yang sudah jadi - sempurna, dengan hukum-hukum alamnya yang berlaku kekal.

Maka wajar orang bijak mengatakan, pada dasarnya tidak ada orang yang
disebut sebagai "pencipta", karena dia hanyalah seorang "penemu" dari
apa yang sudah ada sebelumnya atau disediakan olehNYA. Bila kita sudah
mampu menjadi "penemu", maka tidak ada lagi yang perlu dilakukan dengan
bersusah payah, karena semua sudah tersedia.

Yang kita perlukan sekarang adalah mencari password untuk "menemukan"
pintu yang tepat, sehingga kita terkoneksi secara terus menerus dengan
kesemestaan. Ada dua pintu untuk mencari password tersebut, keluar diri atau kedalam diri. Kenapa hal yang (seolah-olah) bertolak belakang akan
menemukan pintu yang sama? karena pada dasarnya kita sendiri adalah
bagian tak terpisahkan dari semesta yang maha luas ini, secara phisik
kita sudah terkoneksi. Kedalampun secara individu, kita merupakan
semesta-semesta kecil yang merupakan duplikasi sempurna dari semesta yang mahabesar ini.

Bila kita mencari keluar, maka kita akan mencoba memasuki atau
menyatukan diri (jiwa-raga) dengan semesta besar. Menyatu dan meresap
secara sadar. Ada petuah bijak bila ingin meresap dengan semesta besar,
yaitu pahami dan ikutilah hukumNYA. Salah satu hal yang nyata bisa
dilakukan, yang tentu saja membutuhkan konsistensi dan dedikasi total
secara tulus adalah dengan meresapi makna :

Paropakaraya Phalanti Vrikshah
Paropakaraya Wahanti Nadyah
Paropakaraya Duhanti Gawah
Paropakarartham idam sariram

Dengan mendedikasikan pikiran-perilaku laksana pepohonan, sungai-sungai dan sapi yang mempersembahkan hidupnya untuk kesejahteraan mahkluk lain, kita mencoba menyatukan rasa-cipta dan karsa dengan semesta, yang
sebesar-besarnya adalah untuk melayani dan menjadi alat dalam
menjalankan missi-NYA. Pada saat pintu itu terhubung, maka pada saat
itulah tidak lagi ada batas antara semesta dengan diri kita yang sejati.
Sulit?? tentu saja. Tapi percayalah, pintu itu hanya menunggu waktu
yang tepat untuk terbuka, bila.... kita selalu mencarinya.

Cara yang kedua... mencari kedalam, yang ini teman-teman sudah paham semua..

Selamat merenungkannya.

Sriguru,
mgm
---o0o---











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar