Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Cd/vcd/dvd
Donasi
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
MENYETIR MOBIL DALAM MENITI JALAN SPIRITUAL PUN MEMERLUKAN KEPATUHAN TERHADAP RAMBU-RAMBU LALU LINTAS
Posted by Tamtam Setiawan on 2009-04-21
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Setelah sekitar dua mingguan dibahas bersama di milis, kini tibalah saatnya kita tutup Renungan 087 terdahulu:

"Menyetir mobil dalam meniti jalan spiritual pun memerlukan kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, rem yang baik untuk keselamatan diri dan orang lain serta kaca spion untuk mengetahui orang lain yang perlu dan pantas mendahului kita. Sebab, jalan raya spiritual itu bukan milik kita sendiri." (Darmayasa)
---o0o---

Herry Ermawan (digabung beberapa email dalam hari yang berbeda):

Salam Kasih,

Spiritual berarti bersifat spirit atau roh dan jalan spiritual adalah jalan
untuk memahami tentang roh atau lebih spesifiknya adalah jalan untuk dapat
menyadari bahwa diri kita sejatinya adalah roh (atma) atau dengan kata lain
jalan atau usaha untuk menjadi sadar dalam diri sejati.

Semasih dalam perjalanan kita lebih berpegang pada pada anumana dan agama pramana atau mempercayai kata-kata Para Suci dan Kitab Suci untuk akhirnya bisa mencapai anubhava yang disebut juga pratyaksa atau aparoksa jnana yang arti simpelnya adalah " mengalami" atau "mendapat pengetahuan langsung"

Meniti perjalanan spiritual bukanlah hal gampang, ada yang mengatakan
seperti berjalan diatas jalan yang licin dengan jurang disamping kanan dan
kiri. Kenyataanya adalah demikian, mencapai "anubhava" tidaklah mudah. Guru pernah berceritra mengenai seseorang di India yang menhabiskan waktunya berjam-jam untuk melakukan japa, namun setelah kematiannya ketika diterawang ternyata orang itu masuk ke neraka.

Demikianlah karena keinginan yang tinggi untuk mencapai "anubhava" dan
kemudian terpancing dengan "paket-paket" menarik spiritual yang menjanjikan jalan mudah untuk mencapai level spiritual yang tinggi, akhirnya banyak yang terjebak. Memang banyak diantara mereka yang mempunyai level spiritual yang lumayan dan kemudian menciptakan koloni-koloni di alam astral. Kearah sanalah mereka yang terjebak akan masuk, dan sayangnya mereka yang masuk akan sangat sulit keluar dari koloni itu.

"Drive slowly and arrive safely". Demikianlah seharusnya. Kita hendaknya
meniti jalan spiritual dengan perlahan dan pasti (selamat). Hidup ini indah
dan Tuhan pastilah menciptakan mahluk agar mereka semua terlibat dalam
permainan cinta-kasih Tuhan, bukannya melarikan diri ke Hutan karena takut
menyadari keadaan hidup. " Jadilah manusia normal", adalah kalimat yang
sangat sering disampaikan oleh Guru. Kita diminta menjadi manusia yang
normal yaitu bekerja untuk mencari kesejahteraan dan memperhatikan keluarga, tetapi tetap selalu eling atau ingat pada Tuhan pada waktu-waktu luang. Kita menerapkan dharana (konsentrasi) dalam menghadapi kerja, devine love dalam
melayani keluarga dan pergaulan di masyarakat serta mencapai dhyana pada
waktu-waktu dukun(duduk tekun bermeditasi) .

-----
Memasuki jalan spiritual berarti kita sudah bertekad bulat untuk membuang
yang non spiritual seperti kelekatan pada indria dan siap untuk menjadi
wayang bagi Tuhan atau dalam kepasrahan totak. Kita siap menjadi apa saja
sesuai peran yang dimainkan oleh Tuhan. Termasuk diantaranya tidak berambisi untuk mencapai kedaran sejati. Memandang semua mahluk sebagai perwujudan Tuhan dan menginginkan kebahagiaan mereka semua adalah cara pandang orang di jalan spiritual.
Spiritualis sejati menginginkan insan-insan lain maju bersama dan tidak
semata ingin menyelamatkan dirinya sendiri. Kenyataannya banyak jiwa-jiwa
mulia yang bersumpah tidak mau mencapai pembebasan kalau insan-insan lain belum bisa mencapainya.

Ada beberapa orang yang nampaknya cepat sekali maju dalam perjalanan, namun kita harus sadari bahwa kemampuannya melesat adalah karena akibat yang sebelumnya. Hamilton tidak akan bisa melesat dengan McLaren-nya kalau dia tidak menjalani latihan yang intensif sebelum perlombaan. Demikianlah orang-orang itu karena latihan yang intensif pada kehidupan terdahulu maka pada kehidupan ini dapat maju dengan cepat.
Kita harus menghargai dan mendukung orang-orang demikian karena kelak mereka juga akan membantu kita agar dapat maju bersama-sama.

----
Sastra-sastra suci dapat menjadi peta peniti jalan spiritual dan sekaligus
menjadi rambu-rambu agar tidak tersesat. Banyak alternatif jalan ditunjukkan
oleh sastra-sastra suci untuk mencapai tujuan dan sastra-sastra suci juga
menunjukkan jalan yang paling efektif untuk ditempuh pada suatu masa(yuga)
Bagaimanapun juga pilihan jalan yang ditempuh adalah merupakan freewill
(kehendak bebas) insan manusia sesuai dengan kecendrungannya.

Di jaman kali Yuga ini jalan yang dianjurkan adalah Japa Nama dan Dhyana.
Japa Nama dan Dhyana memiliki beragam variasi.Apapun ragam yang ditempuhnya semua membutuhkan perhatian atau konsentrasi pada satu obyek. Pada saat tidur kita mengalami "tanpa konsentrasi" /thamo guna dan pada saat kebingungan kita mengalami konsentrasi memencar"/Rajo Guna. Tanpa konsentrasi berarti kita diam ditempat tidak mengalami kemajuan dan
konsentrasi memencar sangat berisiko untuk mencelakakan kita dalam
perjalanan. Untuk itu peniti jalan spiritual harus mengembangkan konsentrasi
untuk mengendapkan semua gejolak-gejolak pikiran yang ada dalam pikirannya.
Konsentrasi harus dikembangkan secara perlahan agar dapat berkembang menjadi Dhyana (meditasi) dan seterusnya dilatih lagi untuk mencapai tahap
Nirvikalpa Samadhi. Dosis obat yang besar jika diberikan pada seorang sakit berakibat fatal, jadi obat harus diberikan dalam takaran yang kecil secara bertahap untuk menyembuhkan penyakit. Demikian juga meniti jalan spiritual dengan kecepatan yang tinggi yang barangkali didapat dengan doping akan sangat berbahaya.
Meniti jalan spiritual sebaiknya dilakukan secara perlahan dengan kemajuan
yang pasti. Karakter buruk dan bathin yang kotor dibersihkan secara bertahap
untuk mengurangi gejolak-gejolak pikiran sehingga konsentrasi pada obyek
konsentrasi dapat dilakukan dalam waktu lebih panjang (Dhyana).

Love

Herry Ermawan
---o0o---

Widyasthana:

Salam kasih,

Alam semesta dan diri kita terdiri dari 2 hal:
Jasmani-Rohani/ Mental-Fisik/ Material- Spiritual.
Karena diri kita terdiri dari hal-hal itu maka kehidupan kita pun harus
dipenuhi oleh hal-hal tersebut.
Dalam pemenuhan kebutuhan tentunya harus dilakukan dengan cara berimbang
sesuai kebutuhan/kondisi kita. Berimbang bukan berarti 50%-50% melainkan terpenuhi semua secara cukup. Jangan timpang, jasmani terpenuhi tapi rohani tidak.

Bagi kita yang berminat menekuni jalan spiritual hendaknya tidak
melupakan pemenuhan kebutuhan materi, terutama untuk keluarga.
Kita juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan orang-orang di
sekitar kita.

Jangan sampai keluarga terlantar karena kita mengejar kemajuan
spiritual. Atau jangan sampai kita dipandang aneh dan dikucilkan oleh
masyarakat karena kita tiba2 berubah jadi 'orang aneh' di mata mereka.
Bijak untuk membagi waktu, kapan untuk keluarga, kapan untuk spiritual.
Bijak dalam bergaul dengan tetap menjaga kwalitas spiritual tanpa harus
kehilangan kawan dan tetap diterima oleh lingkungan.
Kemajuan spiritual juga harus ditempuh setapak demi setapak. Nggak perlu
ngebut. Memang ada tawaran untuk itu, untuk bisa mencapai tahap
'spiritual' tingkat tinggi dengan instant, cukup dengan hadir dalam loka
karya selama 2 hari. Tapi ini tidak bisa didapat dalam Meditasi Angka yang mengutamakan pembentukan 'wadah' yang bisa memakan waktu bertahun-tahun bahkan seumur hidup. Hanya wadah yang siap dan layak yang bisa menerima isi tanpa menjadi hancur dan isinya terbuang sia-sia. Hanya kabel yang layak yang
boleh dialiri listrik tegangan ekstra tinggi tanpa meledak dan terbakar.

Jalan spiritual juga tidak mengenal istilah senior-junior. Semua
memiliki kesempatan yang sama dalam kemajuan langkah spiritual sesuai
bekal 'kendaraan' yang diterima dalam hidup ini. Ada yang bawa sepeda,
berjalan perlahan; ada yang bawa motor, bisa melaju lebih cepat walau
berangkat belakangan; ada yang bawa F1 yang melaju meninggalkan
teman-teman jauh di belakang. Yang mau melaju biarkan melaju, tak perlu
menghalangi karena merasa kita berjalan lebih dulu.

Sriguru,
paw
---o0o---

Herry Ermawan (Digabung beberapa email dalam hari yang berbeda):

Salam Kasih,

Ada kalanya rambu-rambu tidak terpasang atau tidak nampak, dan kondisi ini
sering menjadi jebakan sehingga peniti spiritual tersesat. Dalam kondisi
demikian tiada lain kita harus belajar dan menggembangkan komunikasi dengan penunjuk jalan yang tersembunyi di dalam gua hati. Peniti jalan yang
bathinnya jernih akan dapat menangkap peringatan-peringat an yang disampaikan sang penghuni Gua Hati.

Semoga kita semua dituntunNya sehingga suatu saat mampu mendengar tuntunan
yang didalam

------
Alkisah seorang petani berniat untuk menjual anak kudanya , lalu
dituntunnyalah kudanya ke pasar. Namun ada tiga orang yang mengetahui
rencana petani itu dan mencari akal untuk dapat merebut anak kuda itu dari
petani itu.

Singkat ceritra setelah berjalan beberapa lama sambil menuntun kudanya ,
orang jahat pertama pura-pura bertanya kepada petani," Pak, Bapak kok
menuntun keledai, binatang tidak berharga begitu, mau dibuang dimana Pak?
Petani menjawab dengan gusar," Ini kuda, bukan keledai, aku mau jual tahu!!
Petani itu terus berjalan dengan perasaan mulai bingung. Kemudian ditempat
yang lain, orang jahat kedua menyapa petani itu," Ha...ha...Bapak membawa
keledai bodoh binatang yang tidak berharga, kok Bapak mau-maunya melakukan hal seperti itu? Petani itu mulai ragu , dia tidak menyahut," Wah, apa benar ini keledai?, betapa bodohnya aku? Namun dia tetap berjalan karena dia masih sedikit yakin yang dibawanya adalah kuda. Kemudian beberapa ratus meter dari pasar datang orang jahat ketiga dan berkata ,"
Pak...pak... sadarlah, jangan sampai Bapak dipermalukan di pasar membawa
keledai bodoh begitu, buang saja Pak!!!" Akhirnya petani itu percaya bahwa
apa yang dibawanya adalah keledai, tanpa pikir dia lepas keledainya dan
dibuang begitu saja. Petani itu pulang dengan bersyukur karena terhidar dari
ejekan orang dipasar.

Demikianlah ibaratnya peniti jalan spiritual. Ketika seorang Guru yang bijak
sudah menunjukkan jalan dan peta, ditengah perjalanan akan banyak yang
mengatakan bahwa arah yang ditempuh adalah akan menyesatkan. Keyakinan pada Guru yang bonafide adalah sesuatu yang mutlak dimiliki oleh seorang peniti spiritual kalau tidak maka dia tidak akan pernah sampai ditempat tujuan.

"Love Him, surrender yourself to Him and the moment you surrender your
entire existence to Him, He will be the pilot of your life and will take the
vehicle to safe landing."
-----
Jalan spiritual adalah jalan sangat simple/sederhana untuk mencapai
pengetahuan diri sejati. Tidak membutuhkan mantra yang panjang, duduk
meditasi berjam-jam atau upacara yang besar. Tubuh manusia adalah Tirtha
(tempat suci) dan juga adalah ashram. Diri kita telah dipenuhi oleh
kehadiran Tuhan. Tidak perlu menghapalkan ayat-ayat suci ratusan halaman,
yang dibutuhkan adalah hanya menjalankan kewajiban(swadharma ) dan selalu ingat padaNya (japaNama).

Kita datang di dunia ini untuk terlibat dalam divine play (drama) yang di
sutradarai Tuhan untuk mengecap cinta kasih Tuhan . Biarlah KEHENDAK TUHAN terwujud sepenuhnya pada diri kita. Lakukan tugas duniawi dengan baik dengan selalu menyadari kehadiranNya dalam diri dengan menjapa Nama maka petunjuk-petunjuk Tuhan akan datang dengan sendirinya.

Guru pernah menceritrakan pengalaman pemedang di Rusia yang sudah beberapa lama secara intens memprogram angka pilihan dan pemedang itu mengatakan bahwa betapa bahagianya dia karena semua petunjuk datang menuntunnya dari dalam dirinya.

"Don't you worry. Worry makes you the doer. He is doing, so don't bother for
anything."

SriGuru

Herry Ermawan
---o0o---

Sri Rahayu :

Salam kasih,

Pernah ayu lupa memperhatikan rambu lalu lintas yang ternyata sudah merah, tapi karena ngelamun poll, jadinya bablas.. cciiiiittt sampe ditengah-tengah persimpangan baru nyadar, ternyata ada polisi gagah berani di ujung jalan yang sudah siap-siap dengan sempritan dan mengangkat tangannya seolah berkata, nahh... kena lu...

Dengan memelas ayu mencoba berkelit, bahwa ngelamun jadi alasannya, tetap saja musti meraba kantong untuk membayar karma tilang akibat melamun tersebut.

Moral of the story.. hihihi... Nggak patuh meniti jalan, ya ada konsekuensinya
Larangan/pantangan/ rambu-rambu yang diberikan oleh Guru Sejati, biasanya akan dipertanyakan oleh muridnya atau ada yang lari setelah mengetahui larangan-larangan ini. Ada juga yang menyerahkan false ego nya, patuh dan pada akhirnya mendapatkan berkah dari jalan spiritual tersebut. Pasrah dan ikhlas membuat murid bisa meniti jalan spiritual dengan baik.

Sriguru,
Ayu
---o0o---











Selamat Di Jalan Spiritual
Menjaga Ketundukan Hati ( Bag. 2)
Jangan Kotori Tanganmu Dengan Urusan-urusan Tidak Perlu
Kebanggaan Dalam Harta Dan Kecerdasan Hanya Menunjukkan Bahwa Kau Tidak Kaya Dan Tidak Terpelajar
Jangan Kecil Hati Jika Pasukan Lalat, Nyamuk Dan Kala Jengking Tidak Mendukungmu
Menjaga Ketundukan Hati ( Bag. 1)
Salah, Jika Kau Menganggap Orang Mencakupkan Tangan Berarti Menyembah Dirimu
Minuman Penyegar Seorang Guru Spiritual ( Bag. 2)
Minuman Penyegar Seorang Guru Spiritual ( Bag. 1)
Jangan Mencoba Memegang Tuhan Tetapi Biarlah Tuhan Memegangmu. Itulah Jalan Yang Selamat Bagimu
Sudah Waktunya Kita Berhenti Merintih, Sebab Ia Bukanlah Nyanyian Penyejuk Sukma
Karawang Yatra
Bunuh Diri Bukanlah Tindakan Pengecut, Bukanlah Dosa Melainkan Ia Adalah Neraka Itu Sendiri
Engetahuan Suci Memerlukan Hati Yang Suci Bersih Dan Bukan Status, Kedudukan, Kasta Maupun Keterpelajaran Duniawi
Jangan Pernah Bermimpi Bahwa Orang Yang Tangannya Terbelenggu Rantai Emas Akan Mampu Membukakan Ikatan Tanganmu
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-7, Puncak Perayaan & Inisiasi
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-6, Ke Lempuyang
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-4, Pemantapan Meditasi Ii
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-3, Pelayanan Kesehatan Gratis
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-2, Lomba Anak-anak

Gerakan Suryanamaskar