KWALIFIKASIMU MENJATUHKANMU (BAGIAN: 2) Posted by Darmayasa on 2009-03-05 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Seperti itulah timbangan Ego berbanding Spiritual, hendaknya ditimbang-timbang sampai akhirnya timbangan di bagian spiritual menjadi lebih tinggi dan di bagian keakuan palsu menjadi lebih rendah. Itulah bedanya jika kita mengenali kemampuan diri kita melalui bantuan pembimbing atau orang – orang suci yang telah terbebas dari keinginan duniawi.
Oleh karena itu, kita harus membuka diri untuk datang kepada orang suci, karena kalau kita tidak datang kepada orang suci, maka kita tidak akan mendapatkan pergaulan indah, yang saya umpamakan sebagai memasuki ruangan ber-AC. Kalau kita tidak masuk ke kantor-kantor, toko-toko atau ruang ber-AC dan tetap akan berada di jalanan, maka kita tetap akan merasakan kepanasan. Kita sama sekali tidak akan terbayang bagaimana enaknya duduk dalam ruangan atau di dalam kamar ber-AC. Begitu juga, kita sama sekali tidak akan mengerti bagaimana enaknya, bagaimana bahagianya, bagaimana riangnya hidup di jalan pelayanan spiritual.
Saat kita sudah berada di ruang AC otomatis, badan kita, jiwa kita, dan batin kita menjadi sejuk. Begitu pula, ketika kita berada dalam lingkungan dan suasana bimbingan suci spiritual, maka kita akan mengetahui bahwa keberhasilan kita di dalam mencari harta-benda, memelihara anak istri, bekerja, berhasil menikah dengan orang yang kita inginkan, berhasil mendapatkan pekekerjaan yang kita inginkan, berhasil mengumpulkan ilmu-ilmu pengetahuan duniawi yang kita inginkan, maka semua itu akan nampak sebagai sesuatu yang remeh belaka.
Akhirnya ketika kita sudah berada di jalan spiritual, ketika kita sudah berada di ruang ber- AC, barulah kita akan sadar bahwa ternyata tadi kita sedang kepanasan, kurang sejuk. Begitu juga ketika orang berada di jalan spiritual, maka pada akhirnya mereka akan mengerti bahwa lincahnya hidup dalam hal apapun, bahkan kemeriahan hidup di dalam perdebatan-perdebatan teori-teori spiritual dan perdebatan ilmu-ilmu duniawi, semua itu akan nampak hanyalah sebagai permainan drama belaka. Kenapa? Karena dia telah berada di luar ruang ber-AC. Orang bisa bebas dan lincah jika berada di luar ruangan, tetapi mereka harus mengerti bahwa diri mereka sedang tidak berada di dalam ruangan ber-AC. Dalam jalan spiritual, kita mementingkan dalam usaha menempatkan diri kita agar berhasil berada di dalam ruang ber-AC, karena di sanalah ada kedamaian dan kesejukan. Di sanalah ada shantih atau damai.
Begitu pentingnya kita mengenali kemampuan-kemampuan kita. Kalau tidak, maka kita tidak akan mengenali kekurangan-kekurangan diri kita, dan sebaliknya bahkan akan menganggapnya sebagai kemampuan hebat. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka memiliki kekurangan-kekurangan fatal, tetapi justru menganggap kekurangan fatal itu sebagai kemampuan ekstranya.
Apa yang pada tulisan terdahulu saya katakan bahwa saya pintar "memanfaatkan orang", maksudnya adalah, bahwa saya memanfaatkan kemampuan orang bukan di jalan yang tidak benar, melainkan membawanya ke jalan yang benar, yaitu jalan pelayanan spiritual. Mereka tidak menyadari bahwa kemampuan-kemampuan ekstranya yang dimilikinya ternyata akan dapat mengangkat dirinya, kalau kemampuannya itu dipersembahkan di dalam pelayanan spiritual.
Kalau kemampuannya dipersembahkan untuk tujuan-tujuan duniawi, maka kemampuan tersebut tidak akan memberikan pencerahan. Terlebih lagi jika kemampuannya itu dipergunakan hanya untuk berhasil "menciptakan proyek fiktif".
Rasanya, masih lebih baik keberadaan monyet-monyet di hutan rimba yang hanya mengambil buah-buah yang tidak dimanfaatkan oleh manusia, daripada "monyet-monyet berdasi", yang suka merampas kekayaan Perusahaan atau Negara. Kalau memang ada proyeknya, barangkali masih lumayan bermanfaat. Paling tidak ada wujudnya 50% atau lebih, yang bermanfaat untuk bangsa dan negara. Tetapi, masalahnya adalah kalau proyek fiktif itu sama sekali tidak ada. Jadi, kemampuan hebat mereka itu bukan hanya menjatuhkan dirinya saja, tetapi semua yang berada dalam satu team dengannya akan dibuat jatuh, dan Negara pasti dirugikan. Kita tidak menertawakan "monyet-monyet berdasi" tapi kita sedang membicarakan bahwa kemampuan mereka yang hebat itu, ternyata dipakai untuk menjatuhkan dirinya dari jalan moral, menjauh dari jalan spiritual, dan mereka malah mengobrak-abrik “manusia”nya.
Mungkin badannya memang manusia, tetapi karena kemampuan yang mereka miliki dikembangkan untuk menjatuhkan dirinya seperti binatang, maka mereka telah menjauh dari kemanusiaannya. Jadilah mereka manusia hanya sebatas wujud/badan, tetapi kegiatan sehari-hari yang dilakukannya adalah kegiatan binatang. Sehingga berkali-kali orang-orang suci dan kitab-kitab suci harus mengutip dan mengingatkan kita semua dengan sindiran bahwa manusia adalah "Manusya rupena mrigas caranti", yaitu binatang berjalan dalam badan manusia.
Demikianlah berbahayanya kalau kita salah mengenali kemampuan diri kita atau kita tidak mengarahkan kemampuan diri kita di jalan yang benar.
Semoga kita semua, para pe-Meditasi Angka dijauhkan dari kegagalan Spiritual, dan selalu dibimbing oleh Guru Sejati/Tuhan YME, dan diizinkan selalu berada dalam pelayanan Divine Love, cinta kasih yang murni tanpa batasan-batasan atau dicemari oleh pamrih duniawi apapun.
... TamaT ...
Sriguru,
Darmayasa
|