KWALIFIKASIMU MENJATUHKANMU (BAGIAN: 1) Posted by Darmayasa on 2009-02-26 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Dalam suatu kesempatan bermeditasi bersama, pada tanggal 5 Februari 2009, di Slipi - Jakarta, Prabhu dan pe-Meditasi Angka yang hadir memanfaatkan kesempatan bertemu dan berkumpul saat itu untuk membicarakan sesuatu yang paling tidak sedikit dapat kita harapkan akan bermanfaat bagi diri kita semua.
Cerita dimulai mengenai bagaimana pentingnya agar kita mengerti bahwa setiap orang diberikan kemampuan lebih oleh Tuhan YME. Tetapi…, bagi orang kebanyakan, kemampuan lebih tersebut tidak dikenalinya, sehingga kemampuan lebih itu bersembunyi. Setelah ia bersembunyi, lama-kelamaan kemampuan lebih tersebut akan tersembunyikan oleh kebiasaan-kebiasaan buruk, sehingga akhirnya dia menjadi hilang. Baik dia sendiri maupun orang lain, tidak mengenali lagi keberadaan kwalifikasi indah itu.
Lebih jauh ada yang lebih menarik lagi dan yang banyak terjadi pada diri sebagian orang, bahwa mereka mengenali dirinya memiliki kemampuan lebih, kemampuan indah, atau kwalifikasi bagus, bahkan kwalifikasi yang ekstra hebat. Tetapi ternyata tanpa sadar mereka mempergunakannya untuk menjatuhkan dirinya sendiri. Salah mempergunakan atau mengarahkan kwalifikasi dirinya dapat terjadi, karena tidak ada bimbingan yang benar dan bijaksana.
Kapan seseorang mengakui dirinya hebat, maka tanpa disadari dia sudah mulai meniti tangga turun dan bukan tangga naik. Bukan lift yang naik, melainkan ia memencet tanda panah turun lift itu, sehingga ia memang dibawa turun, alias jatuh dari sifat-sifat mulianya.
Oleh karena itu, diperlukan tuntunan untuk memberikan arah yang benar kepada dirinya, dan tuntunan itu tidak akan datang dari orang yang sejajar dengan dirinya, tetapi harus dari orang yang lebih bijaksana dari dirinya sendiri. Tuntunan itu harus dari orang yang tidak buta seperti diri kita. Kalau kita umpamakan diri kita sebagai orang buta, maka tuntunan yang hendaknya kita cari haruslah tuntunan dari orang yang tidak buta.
Kapan kita beruntung mendapatkan penuntun yang tidak buta, maka pada saat itulah kemampuan lebih yang kita miliki akan mengantarkan kita kepada tangga yang naik, akan mengantarkan diri kita kepada jalan yang terang, kepada keinsyafan diri. Kapan kita mendapatkan penuntun yang baik serta bijaksana, maka kita akan mengenali diri kita lebih dari pada yang kita perkirakan sebelumnya. Karena sorang guru penuntun akan mampu melihat kwalifikasi indah kita double dan triple dari pada apa yang kita lihat terhadap diri kita sendiri.
Di sinilah kita memerlukan tuntunan untuk mengenali kemampuan-kemampuan ekstra yang kita miliki, dan bagaimana caranya agar kemampuan lebih itu tidak menjatuhkan diri kita. Itulah antara lain salah satu alasan mengapa orang memerlukan bantuan, bimbingan atau tuntunan dalam meniti jalan spiritual.
Banyak orang yang memiliki kemampuan ekstra , namun tanpa disadari, membuat dirinya menjadi bangga yang berlebihan alias sombong. Akhirnya lebih jauh lagi mereka tidak akan mengakui Tuhan, dan lebih parah lagi akan berpikir bahkan berkata,
"Saya orang hebat, Tuhan hanyalah ciptaan orang," Para pendeta, yogi-yogi zaman dahulu itu mereka semua hanya bermimpi dan akhirnya mereka "membuat" Tuhan. Jadi Tuhan adalah buatan orang-orang suci zaman dahulu yang tidak pernah "baca Koran" dan tidak tahu "internet".
Sesungguhnya, sangat banyak hal atau rahasia yang bisa dikuak oleh seorang pembimbing spiritual. Misalnya kalau kita ambil satu perumpamaan yaitu BUAH, Banyak hal yang bisa dikupas dan dimunculkan oleh pembimbing yang baik dan pas. Di dalam diri kita, sangat banyak tersembunyi kwalifikasi indah yang bisa dikuak oleh beliau. Tabir-tabir itu akan terbuka dan akhirnya kita menyadari bahwa segala kemampuan lebih yang dahulu kita banggakan secara berlebihan, ternyata tidak ada artinya sama sekali. Ternyata kita salah membanggakan diri secara berlebihan.
Banyak juga kemampuan yang kita anggap kwalifikasi bagus untuk diri kita, tetapi sesungguhnya semua itu adalah kekurangan kita. Setelah kita mengenali lebih jauh, ternyata kita memiliki banyak kekurangan.
Tepat di saat kita telah menyadari bahwa diri kita memiliki banyak kekurangan, maka pelan-pelan tetapi pasti keakuan palsu kita otomatis menjadi turun. Dengan turunnya keakuan palsu kita, maka saat itulah spiritual kita akan naik, bersamaan dengan turunnya ego kita secara perlahan-lahan tersebut.
... bersambung ...
Sriguru,
Darmayasa
|