Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
MENATA TUMBUHNYA HAWA NAFSU DAN KEINGINAN (BAGIAN 2 – SELESAI)
Posted by Darmayasa on 2008-08-17
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Khusus ditujukan kepada mereka yang ingin memajukan dirinya di dalam jalan spiritual secara sungguh-sungguh, ada hal lain yang mungkin perlu diberikan perhatian juga, yaitu hendaknya kita jangan salah memberikan nama pada diri kita (kalimat ini ada dalam tanda kutip).

Salah memberi nama terhadap diri sendiri dalam tanda kutip dimaksudkan adalah nama "Manusia" yang kita sandang. Seringkali tingkah laku kita tidak mendukung nama kita. Ya, tingkah laku kita kadang tidak setuju dengan arah semestinya dari tujuan hidup kita sebagai manusia.

Sama halnya dengan contoh berikut ini. Yaitu kita mengarahkan lampu senter kita ke belakang, sedangkan kita berada dalam kegelapan untuk menuju ke depan. Jadi..., yang terang adalah jalan di belakang sana yang sedang kita tinggalkan, dan jalan di depan yang sedang kita tuju berada dalam kegelapan. Ia ada dalam kegelapan bukan karena kita tidak punya lampu penerang, tetapi jalan di depan berada dalam kegelapan karena kita salah mengarahkan lampu senter kita. Kapan kita berlaksana seperti itu, maka kita akan memberikan identifikasi lain daripada siapa diri kita sejatinya dan apa tujuan sejati hidup kita. Oleh karena itu saya katakan, jangan salah memberikan nama untuk diri kita. Dalam penataan keinginan-keinginan dan hawa nafsu, kesadaran seperti ini akan sangat membantu kita.

Kembali pada teknik atau cara untuk menata hawa nafsu, hendaknya dimengerti bahwa hawa nafsu bukanlah sesuatu yang jelek dan tidak untuk menghancurkan kita. Hawa nafsu merupakan suatu hal yang sangat indah. Tetapi, ia akan menjadi indah hanya kalau kita tata dengan baik. Kalau tidak, ia pasti akan menghancurkan kita.
Nah.., bagaimana menatanya? Jawabannya tidak macet untuk satu orang saja, alias bukanlah jawaban mati yang hanya ada satu jawaban benar, melainkan ia sangat ditentukan oleh situasi dan keadaan orang yang bersangkutan. Situasi dan kondisi yang disebabkan oleh pergaulan atau lingkungan yang bersangkutan. Kapan yang bersangkutan mendapatkan kesempatan untuk berada dalam lingkungan atau pergaulan spiritual, maka hawa nafsu itu akan menjadi sangat indah dan akan berada di jalan love yang divine.

Pada awalnya, nafsu biasanya ganas menyerang. Dan memang kalau orang kurang berhati-hati, hawa nafsu dan keinginan justru akan bertambah "mekar" setelah ia mempraktikkan meditasi. Tetapi, ketika seseorang telah memantapkan dirinya di dalam meditasi, maka nafsu itu akan bergerak ke arah spiritual, dan ia akan berubah menjadi divine....

Bukan hanya itu saja, dengan mempraktekkan meditasi angka, benih (sperma dan ovum) seseorangpun akan disempurnakan menjadi spiritual, dan ia akan memunculkan manusia spiritual..... Inilah cara memurnikan hawa nafsu, yaitu dengan memantapkan diri pada meditasi angka, maka secara otomatis semua akan tersempurnakan dengan sendirinya secara pelan namun pasti, tanpa kita sadari. Ia merupakan proses di dalam diri, dan hanya dapat dimengerti oleh orang-orang yang awas serta bijaksana.

Sebuah pertanyaan seringkali muncul yaitu, biasanya... katakanlah hawa nafsu bisa diarahkan melalui meditasi. Tetapi, setelah meditasi selesai... dia kemudian muncul lagi agak lebih keras, bahkan seolah-olah ia yang tadi dihambat dengan meditasi, setelah bermeditasi dorongannya malah menjadi semakin besar.

Dalam hal ini, seperti tadi sudah dituliskan di atas, bahwa kalau kita kurang berhati-hati, maka hawa nafsu itu akan menjadi lebih berbahaya justru setelah kita mempraktikkan meditasi. Langkah kecil dengan hasil besar dapat dianjurkan dalam hal ini, yaitu kita hendaknya berusaha untuk mengatur diri dalam makanan dan pergaulan, karena makanan dan pergaulan peranannya sangat besar dalam membantu diri kita.
Untuk ini mari kita simak sebuah contoh berikut:

Di dekat Haridwar sana, dan juga mungkin di daerah-daerah lain, kita akan melihat ada sungai-sungai kering yang lumayan lebar, tetapi dibiarkan tetap kering. Sedangkan di dekatnya, tampak sungai yang penuh dengan air mengalir... Banyak pertanyaan yang disampaikan kepada saya mengenai apa fungsi dari keberadaan sungai kering itu. Ternyata sungai kering itu manfaatnya adalah sangat besar, yaitu, ketika air bah datang, maka ia akan di alirkan ke sungai kering itu. Sehingga air bah itu tidak akan menghancurkan lingkungan sekitarnya.

Demikian pula halnya dengan diri kita. Kita perlu mengalihkan "serbuan air bah nafsu" tersebut ke arah sungai-sungai cadangan yang kita buat khusus untuk itu. Karena hanya dengan demikian, maka air bah hawa nafsu yang datang tidak akan sampai menghancurkan diri kita dah juga orang lain yang berada di sekitar kita.

Adapun bentuk sungai cadangan dalam diri kita ada banyak. Misalnya mengisi waktu-waktu kita untuk dipergunakan dalam berbagai bentuk pelayanan di jalan spiritual, mengisi waktu dengan makan makanan spiritual (membaca dan merenungkan isi kitab-kitab suci) dan banyak lagi cara-cara lainnya. Bila waktu kosong telah penuh diisi kegiatan spiritual, maka kesempatan nafsu material akan sangat kecil untuk menyala dan membakar diri kita atau orang yang berada di sekitar kita.

Demikianlah akhir dari Renungan Mingguan kali ini. Meskipun ia tampaknya hanyalah sebuah persoalan duniawi yang ringan, namun akan sangat membantu langkah kita dalam menapak di jalan Spiritual.


........ Selesai ........


Sriguru,
Darmayasa











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar