Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
MENATA TUMBUHNYA HAWA NAFSU DAN KEINGINAN
Posted by Darmayasa on 2008-07-12
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Dalam Meditasi Angka, kita lebih memberikan perhatian pada tujuan mulia, yaitu mengusahakan diri menjadi MANUSIA. Untuk itu, orang harus menyadari bahw hanya orang-orang yang pada masa lalunya sudah dibersihkan oleh pertapaan dan cinta kasih spiritual sajalah yang akan datang dan mempersembahkan dirinya untuk melakukan pelayanan di dalam divine love.

Sedangkan orang-orang yang belum melaksanakan pertapaan-pertapaan spiritual dan tidak di dalam jalan kasih, maka mereka akan memilih jalan yang menjauh dari tujuan menyempurnakan diri ke arah menjadi MANUSIA.

Mereka akan disibukkan oleh pencarian-pencarian kesenangan-kesenangan duniawi dan mereka bahkan akan mendapatkan pelayanan dari orang-orang yang disebutkan tadi. Dilayani oleh orang-orang mulia seperti itu merupakan "bencana" tetapi mereka akan menerima sebagai penambahan kebanggaan hati dan status di mata orang.

Orang-orang yang memilih pelayanan cinta kasih spiritual, setelah mereka dibanjiri amerta cinta kasih oleh para "abdi divine love", maka mereka akan diberkahi "memiliki" divine love. Lalu mereka pun akan menjadi "tentara gerakan divine love". Ya, mereka akan menjadi tentara divine love yang bersenjatakan kasih spiritual, dan tamengnya adalah ketekunan di dalam usaha menyempurnakan diri kedalam.

Para pe-Meditasi Angka hendaknya mentekadkan diri di dalam batin masing-masing bahwa, "sekali kita terlahir menjadi manusia, jadilah yang terbaik yang dapat anda lakukan".

Dalam usaha memajukan diri di jalan indah spiritual ini, barangkali akan ada pertanyaan, "sebagai insan biasa, mungkin terkadang kita menyimpan pikiran-pikiran kotor. Bagaimanakah cara mengendalikannya?"

Sebagaimana kita memelihara rambut yang begitu indah dan rapi, seperti itulah kita memelihara tumbuhnya berbagai keinginan-keinginan. Tentu saja kita tidak akan serta merta menggundulinya atau memberantasnya, melainkan kita mesti menatanya dengan baik.

Kalimat tadi sangat penting direnungkan, bahwa yang kita lakukan adalah menata, dan bukan membuat gundul atau menghancurkan, dan juga bukan memberantas/membabat habis.

Sebagai insan, kita memang dilahirkan oleh nafsu dan berbagai keinginan. Karena itulah, sebagai pewaris nafsu dan berbagai keinginan tersebut, maka kita semua juga pasti memiliki berbagai jenis nafsu itu. Nafsu-nafsu tersebut tumbuh dan berkembang dengan pasti. Selanjutnya, kita hanya tinggal menatanya saja sambil secara teratur menaburkan pupuk dan menyiramkan air.

Kalau sedang terjadi kebakaran lalu kita menyiramkan minyak atau bensin...., maka kita akan terpanggang hangus olehnya. Seperti itulah hawa nafsu kalau kita biarkan berkembang dengan bebas sambil menyediakan berbagai obyek-obyek pemuasan nafsu-nafsu itu. Kita akan terpanggang didalam permainan nafsu.

Hukum penikmatan nafsu adalah: sengsara di dalam kenikmatan. Tetapi, kalau kita menjaga, melindungi dan menatanya dengan baik, maka hawa nafsu dan segala keinginan tersebut akan hadir menampakkan dirinya dalam bentuk yang sangat indah. Ia akan menambah indah serta meriahnya dunia ini, sebagaimana anda merasa "cerah" ketika keluar dari Salon sehabis menata rambut dengan indah.


Ketika keinginan-keinginan dan nafsu berdatangan, kita akan menatanya dengan baik.
Mungkin ada yang perlu kita pangkas, dan mungkin pula ada yang kita biarkan tumbuh lebih tinggi lagi, untuk kemudian memudahkan jika akan dipangkas dan dibentuk. Dalam hal ini, kita hendaknya jangan anti dengan keinginan-keinginan dan nafsu.

Kita jangan kesal kalau keinginan-keinginan dan nafsu-nafsu bermunculan, melainkan mengertilah… bahwa ia bukan sesuatu yang jelek, dan ia tidak akan menghancurkan kita, kecuali kita tidak menatanya, dan malah menaburkan berbagai pupuk serta bensin. Memilih jalan seperti itu, konsekwensinya adalah kita akan terpuruk sendiri di dalam tumpukan dan panggangan kemarahan keinginan-keinginan duniawi dan hawa nafsu.

Memang hal ini adalah merupakan suatu pekerjaan besar, It's a big job and big risk, but its a big deal and a big goal… a real goal of live… and.... it's a final destination.

..... bersambung .....

Sriguru,
Darmayasa

Renungan Mingguan Meditasi Angka no. 126











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar