MEMASANG “MASKER” SPIRITUAL (BAGIAN: 2) Posted by Darmayasa on 2008-07-04 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Demikianlah, kita memang harus menolong diri sendiri terlebih dahulu. Kita harus menyehatkan diri kita terlebih dahulu. Kita harus berusaha lebih menenangkan diri kita terlebih dahulu, dan kita memang harus mengasihi diri sendiri terlebih dahulu sebelum mengasihi orang lain.
Tetapi, ada pula banyak kesempatan atau kejadian yang tidak memerlukan agar kita harus sempurna terlebih dahulu untuk kemudian baru menolong orang lain. Namun cara yang terbaik adalah, kita sempurnakan diri sendiri terlebih dahulu, barulah kemudian kita membantu orang lain.
Oleh karena itulah saya meminta teman-teman pe-Meditasi Angka, agar tidak melewatkan waktu sesaatpun tanpa ingat Angka Pilihan/Guru Sejati/Tuhan YME. Jika kita ingin pulang ke dunia rohani, maka kita harus menempuh cara ini, yaitu teknik 24 jam bersama Angka, 24 bersama Guru Sejati, 24 bersama Tuhan YME. Itulah spiritual.
Apabila kita telah mampu dalam 24 bersama Tuhan YME, maka otomatis kita tidak akan berani berbuat yang aneh-aneh. Paling tidak dengan 24 jam diizinkan bersama energi spiritual, Supreme Energy, sang supreme power, maka ia akan mampu meminimize segala kesempatan kita untuk berbuat yang aneh-aneh. Ia secara otomatis akan mengurangi kesempatan untuk jatuh dari jalan spiritual.
Setelah kita pastikan diri telah berada 24 jam bersama Sang Supreme Power, maka kita tidak akan mengalami/merasa ketakutan untuk membagi-bagikan power kepada orang lain, seberapa pun mereka minta power, atau aliran listrik, maka kita akan mampu memberikannya.
Demikian pula, semakin kita mendekatkan diri pada kesempurnaan sang diri ke dalam, maka semakin banyak orang yang akan dapat kita selamatkan, serta semakin banyakpula jumlah orang yang dapat kita layani untuk kita arahkan atau dekatkan kepada 24 jam bersama Tuhan YME.
Jadi, pertolongan yang akan kita lakukan adalah sesuai dengan sejauh mana kita berhasil memperbaiki diri kita masing-masing. Dengan prinsip seperti ini, kita maju dan berbuat sesuatu demi kebaikan orang lain/makhluk lain. Kita jangan bermimpi seperti yang dilakukan oleh orang kebanyakan, yaitu besar diluar, namun di dalam kosong, seperti genderang..... badan dan bunyinya besar serta nyaring tetapi di dalamnya kosong/hampa.
Biarlah kita berisi di dalam, untuk kita bagi-bagikan kepada orang lain/makhluk lain. Kapan anda telah confirm di dalam, maka anda tidak akan dihantui rasa khawatir dalam segala bentuk.
Kalau ada teman yang baru menekuni Meditasi Angka, kemudian bertanya hal-hal tentang Meditasi Angka, maka kita harus memberikan jawaban sebisanya, sejauh yang kita pahami dan praktikkan. Semakin kita mengisi diri dengan pengetahuan-pengetahuan dan pengalaman-pengalaman Meditasi Angka di dalam diri, maka semakin baik kita bisa memberikan pelayanan informasi/praktik Meditasi Angka kepada orang lain.
Sedangkan yang biasanya terjadi adalah, semakin orang maju di dalam, maka semakin berdatangan orang untuk meminta penjelasan/pelajaran. Di sinilah point maha penting yang perlu diperhatikan oleh kita semua. Hendaknya sekalipun kita jangan pernah mengada-ada, jangan pernah menipu orang, jangan pernah mengajarkan apa-apa yang kita tidak tahu atau kita tidak jelas.
Sama sekali kita jangan pernah bermain drama, sebab ia akan merupakan jalan turun ke Neraka bagi anda. Jawablah pertanyaan dengan seadanya, as it is... dan jujurlah. Karena tidak pernah kita dengar ada pintu Surga terbuka untuk mereka yang suka menipu atau membodoh-bodohi orang lain.
Jangan menempuh jalan seperti ini, yaitu satu kaki di sini dan satu kali lagi di seberang sana. Maksud dari kalimat satu kaki di sini dan satu kaki lagi di seberang sana artinya.... kita ambil sebuah contoh, misalnya kita belajar black magic di satu tempat, lalu pada saat bersamaan kita juga belajar Meditasi Angka di tempat yang lain.
Penjelasan lainnya adalah, kita mengembangkan jiwa materialist di satu tempat, lalu menginginkan keberhasilan instant dalam Meditasi Angka di saat yang sama, karena ia bukan cara yang benar untuk melangkah maju. Mantapkanlah diri di dalam, lalu tetapkan langkah ke depan.
Kemudian, kalau anda hanya bisa melangkah satu atau dua langkah ke depan, berpuas hatilah dalam usaha maksimal itu. Jangan ambil tension (jangan terlalu pusing, cemas, resah, menggebu-gebu) untuk menaikkan tekanan darah kita. Damai saja.
Hindari pula menjadi tidak senang atau iri ketika melihat teman lain berhasil melangkah sekian langkah lebih dari langkah kita, terlebih lagi apabila yang berhasil melangkah lebih dari kita adalah penekun Meditasi Angka yang bisa terbilang lebih belakangan menekuni Meditasi Angka dari kita. Karena dengan membiarkan sifat iri seperti itu berkembang di dalam diri kita, maka ia merupakan salah satu pintu gerbang kejatuhan di jalan Spiritual.
Semoga teman-teman pe-Meditasi Angka memperhatikan hal ini dengan baik, dan selamat berlatih Meditasi Angka...
... Selesai ...
Sriguru,
Darmayasa
|