Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
MEMBENTENGI DIRI MELALUI MEDITASI ANGKA (BAG. 3)
Posted by Darmayasa on 2008-06-06
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Baru-baru ini saya mendengar berita di tanah air, bahwa para Pegawai Negeri banyak yang mengabaikan kewajibannya melayani masyarakat yang datang ke kantornya, karena sedang sibuk dengan "rumus-rumus" ajaibnya. Berita yang santer itu konon disebut sebagai togel, dan kita tidak usah mendiskusikan hal itu lebih mendalam, karena lebih baik kita mendiskusikan masalah-masalah hidup dan spiritual.

Lebih lanjut mengenai hal yang mungkin dapat dikatagorikan dalam salah melakukan meditasi adalah, mereka duduk memejamkan mata, tetapi mata ketiganya berkeliaran mencari mangsa. Duduk bermeditasi (katanya... ya katanya sedang bermeditasi...) dengan menyalakan lilin, tetapi ternyata di dalam dirinya ia menjadi semakin gelap, dengan semakin padat dan gelapnya pengaruh kenafsuan, kemarahan, kelobaan (keserakahan). Duduk meditasi (katanya) tetapi kecenderungan ingin menjadi paranormal sakti berkembang deras di dalam benaknya. Duduk meditasi, tetapi ia menciptakan nadi-nadi, cakra-cakra yang tidak sejalan dengan apa-apa yang diajarkan oleh gurunya dan kitab-kitab bonafid yang menjelaskan hal-hal seperti itu.

Sering muncul pertanyaan dalam benak kita, kalau ingin menjadi paranormal untuk menolong orang lain, apakah tetap tidak boleh?

Jawabannya adalah; tentu saja boleh, tetapi apa yang ingin disampaikan di sini adalah, hendaknya sempurnakan diri dulu ke dalam, kemudian barulah menginginkan hal-hal lain yang ada diluar diri kita menjadi lebih baik. Setelah menyempurnakan diri kedalam, kemudian anda ingin menjadi apa saja, jadilah... dan tidak ada yang melarang, serta apa yang anda lakukan juga tidak akan memberikan hasil buruk kepada diri anda. Mengapa? ya... karena anda sudah confirm dan kuat di dalam.

Pertanyaan lain yang sering muncul di benak kita adalah; dalam usaha berkonsentrasi saja masih sering buyar... lalu bagimana mau menjadi paranormal...?

Dalam hal ini ada benarnya..., dan kita memang harus sangat ekstra berhati-hati dalam hal ini. Menjadi paranormal bukanlah merupakan suatu hal sangat penting dalam hidup ini. Tetapi, menjadi orang baik dan berhasil di dalam meditasi, sangat mungkin bisa dijadikan sebagai tujuan maha penting di dalam hidup ini. Jangan sampai terjadi, duduk meditasi tetapi kepalanya selalu diisi bayangan kekesalan dan kemarahan pada orang-orang yang tidak disukai atau tidak menyenangkan dirinya. Duduk bermeditasi, tetapi melanggar perintah-perintah guru. Duduk bermeditasi, tetapi senyum mengejek kepada guru dan berpikir, "Ah... Guru hanya bermeditasi angka dengan menggunakan 5 cakra... sedangkan aku 7 cakra... jadi aku lebih dua tingkat dari guru". Duduk meditasi (katanya), tetapi pintu meditasi pun ternyata ia belum tahu. Dan lain-lain yang aneh-aneh serta tidak kita tuliskan disini, mengingat "kode etik" spiritual.

Sempurna ke dalam sulit dijelaskan kepada para "kambing" seperti kita ini. Kapan seseorang “mengalami”, maka ia sendiri akan mengetahui bahwa ia telah diizinkan berada pada tingkat indah itu. Paling tidak, kita dapat bercermin atau melihat banyak perubahan berarti di dalam kesadaran dan hidup kita.

Ya.., perubahan itu dimulai dan terjadi di dalam. Dari dalam terjadi perubahan-perubahan indah ke arah yang lebih baik dan spiritual. Dari dalam diri sendiri terjadi tuntunan-tuntutan untuk meninggalkan dan menjauhkan diri dari kebiasaan-kebiasaan buruk serta berdosa, tanpa memerlukan bantuan orang lain untuk melarang atau memberi perintah agar berubah ke arah lebih baik tersebut.

Ketika terjadi perubahan dari dan di dalam diri, maka disanalah letak sebuah keberhasilan seseorang dalam bermeditasi, dan di situlah kita dapat mengertikan bahwa diri kita telah berdiri di depan pintu masuk meditasi sambil memegang kunci rahasia yang sangat kuat.

Ketika kita kehilangan konsentrasi dan/atau tidak mampu memusatkan konsentrasi kita pada obyek meditasi, maka kita akan menjadi seorang pemanah yang dilengkapi perlengkapan panah-memanah yang serba baik serta modern, tetapi kita tidak mampu membidikkan anak panah kita pada sasaran. Seperti itulah keadaan sebagian besar dari kita. Bahkan beberapa guru meditasi/yoga sempat mengeluhkan masalah ini secara langsung kepada saya.

Barangkali kita dapat mengulangi cerita berikut untuk mengingatkan kita bagaimana pentingnya sebuah konsentrasi yang terfokus baik.

Suatu ketika.... Guru Drona memanggil semua murid-muridnya yang terdiri dari para Pandawa Lima, Seratus Kaurawa dan juga putranya sendiri, Ashwattama. Para siswa yang terdiri dari para pemanah agung dan unggul itu dibawa menuju sebuah pohon besar nan rindang serta sangat tinggi. Mereka semua berkumpul di bawah pohon tersebut, agak berjauhan sedikit dari pohon. Guru Drona menunjuk ke atas pohon, "Anak-anakku.... apakah kalian melihat apa yang ada di atas pohon sana?" Semua menjawab dengan serentak, "Ya guru... kami melihat ada seekor burung di sana." Guru Drona mengatakan, "Bukan... itu bukan burung... melainkan burung-burungan." Kemudian semua tersenyum sambil saling pandang satu sama lain.

Guru Drona melanjutkan kata-katanya, "Anak-anak semua.... kalian akan memanah mata burung itu... guru ingin melihat, siapa yang berhasil memanah mata burung itu..."

Drona melangkah ke hadapan para murid-muridnya, dan memanggil Duryodhana: "Kamu Duryodhana... bentangkan panahmu....".

"Siaaaappppp guru...." maka dengan segera Duryodhana mengambil dan membentangkan panah, seraya mengarahkannya ke arah burung-burungan di atas pohon itu.

... bersambung ...

Sriguru,
Darmayasa











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar