Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
MEMBENTENGI DIRI MELALUI MEDITASI ANGKA (BAG. 2)
Posted by Darmayasa on 2008-05-29
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam Kasih,

Hanya orang terpelajar yang telah berhasil mengenali serta mengendalikan indria-indria luarnya, untuk kemudian mengarahkan perhatiannya kepada indria-indria dalam seperti itu sajalah yang tidak akan mudah di"serong"kan oleh orang lain. Itulah sebabnya mengapa pada bagian awal dari renungan ini saya menyebutkan bahwa dunia ini pada masa yang akan datang nanti bukanlah dunia agama, melainkan dunia cinta kasih spiritual. Dan hal itulah yang kita semua sedang berusaha melakukannya, yaitu mempersiapkan diri agar "layak" untuk itu, berupa penyempurnaan diri kedalam, baik penyempurnaan lahir maupun batin, dan juga keluar dengan menaburkan benih-benih kasih spiritual.

Setiap pe-Meditasi Angka wajib melaksanakan kewajiban indah ini, yaitu
(1) membentuk dan menyempurnakan diri ke dalam lahir dan batin, serta
(2) menaburkan benih-benih kasih sesama kepada orang-orang yang berada di sekitar kita.

Jadikan kedua hal prinsip ini sebagai tangan kanan dan tangan kiri kita. Jadikanlah kedua kewajiban suci itu sebagai kaki kanan dan kaki kiri kita, sebagai mata kanan dan mata kiri kita, dan perbaiki setting-an otak kita dengan memasukkan kedua program sempurna itu kedalam diri kita.
Dengan demikian, maka anda akan melihat hidup manusia anda menjadi begitu berarti, enteng/ringan, indah dan menyenangkan. Itulah frame yang dimaksudkan tadi pada pembicaraan di depan, pada awal renungan kita kali ini.

Tentu saja, selain kedua poin penting diatas tadi, seorang pe-Meditasi Angka akan tiada hentinya mengusahakan "pengasahan" indria-indria dalamnya. Sepanjang kita tidak mengarahkan kesadaran dan kecerdasan spiritual kita kepada usaha "pengasahan" indria-indria dalam, maka kita hanya akan berhasil "gigit jari" di dalam pencarian spiritual kita. Hanya kegagalan dan keseleo yang akan menyapa kita kelak, dan hal-hal indah spiritual tidak akan pernah berkenan datang menghampiri diri kita. Maka dari itu, jangan abaikan pesan (1) tadi, yaitu agar kita senantiasa mengusahakan diri menjadi "layak" untuk menerima kehendakNya. Sebagaimana didaerah pegunungan kita melihat para penduduk membuat tempat penampungan air, semakin besar dan semakin bersih tempatnya, maka semakin banyak air bisa ditampung untuk keperluan pemakaian air dalam jangka waktu yang lama.

Seorang pe-Meditasi Angka akan selalu berusaha menjauhkan diri dari name dan fame, karena kedua hal itu merupakan "musuh" yang akan menghalangi keberhasilan spiritual. Sama halnya di dalam hal-hal spiritual, kita juga memperhatikan hal-hal dalam pergaulan duniawi. Misalnya dalam bekerja, jangan sama sekali pernah melakukan hal ini, yaitu orang lain yang bekerja keras mengerjakan pekerjaan kantor setebal 50 halaman, lalu tiba-tiba kita datang untuk memasukkan hasilnya ke dalam map, kemudian membawanya kepada atasan sebagai pekerjaan kita, hingga kemudian atasan berpuas hati dan menepuk-nepuk pundak kita, bukan pundak orang yang sudah bersusah-payah mengerjakannya. Orang yang bersusah payah mengerjakan pekerjaan itu tinggal membilas saputangan yang basah keringat. Nah..., dalam kenyataan hidup ini, kita melihat praktik-praktik memalukan seperti ini seringkali terjadi. Dengan cara seperti ini, sangat banyak orang memburu serta merampas nama dan fame yang merupakan hak orang lain.

Demi kita bisa melakukan kedua kewajiban suci yang disebutkan diatas, maka kita memerlukan kekuatan di dalam sang diri untuk membentuk dan menyempurnakan diri ke dalam. Kita memang benar-benar memerlukan kekuatan sang diri untuk menaburkan benih-benih kasih kepada sesama dan kasih spiritual di dalam lingkungan sekitar kita. Lalu, dari mana kita bisa mendapatkan kekuatan untuk itu? Pada kenyataannya kebanyakan diantara kita tidak tahu rahasia bahwa kita memerlukan kekuatan sang diri untuk dapat melakukan kedua tugas suci itu. Selain itu, kita juga tidak tahu bagaimana cara mengumpulkan kekuatan sang diri. Sebaliknya kita semua sibuk memboroskan kekuatan-kekuatan sang diri kita yang sangat berharga.
Ada banyak hal yang dapat memboroskan kekuatan kita, namun sayangnya kita dengan sengaja, senang, serta bersemangat melakukannya. Tanpa kita sadari bahwa kekuatan sang diri kita menjadi melemah....melemah...dan pada akhirnya ia akan menjadi tidak nampak sama sekali, serta digantikan oleh kekuatan-kekuatan lain.

Hal-hal yang kita dengan bersemangat melakukan pembuangan/pemborosan kekuatan sang diri, yang patut kita ketahui antara lain adalah:
1. Terlalu banyak berbicara.
2. Terlalu banyak bekerja.
3. Terlalu banyak bergadang.
4. Berlebihan dalam melakukan hubungan seks.
5. Membiarkan diri bergulat dengan masalah demi masalah, alias tidak menyelesaikan masalah dengan segera.
6. Salah dalam melakukan meditasi.
7. Berlebihan mengobati orang lain, menjadi iri, marah, bermusuhan dengan orang lain atau guru (Mengabaikan guru), dan lain-lain.

Beberapa hal yang mungkin dapat dikatagorikan dalam salah melakukan meditasi misalnya; rajin bermeditasi..., tetapi kondisi perutnya sedang melembung karena baru saja menikmati makanan enak, mewah, meriah dan dalam porsi terlalu banyak. Duduk pejamkan mata, katanya sedang meditasi, tetapi di dalam kepalanya berseliweran beribu-ribu dalil-dalil yang tidak karuan. Melakukan meditasi katanya, tetapi tidak mengerti apa itu meditasi. Rajin bermeditasi katanya, tetapi ia sedang sibuk menghubungkan dirinya dengan kekuatan-kekuatan negatif. Bermeditasi katanya, tetapi ia berambisi keras untuk mencapai kesaktian-kesaktian dan kekuatan-kekuatan gaib. Bermeditasi katanya, tetapi ia sibuk mengumpulkan uang dan harta dengan cara-cara tidak terpuji serta tipu-menipu baik dalam hal duniawi maupun tipu-menipu dalam hal spiritual yang jauh lebih berbahaya, karena menggiring orang banyak dalam kejatuhan spiritual.

... bersambung ...


Sriguru,
Darmayasa

Renungan no 120











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar