MEMBENTENGI DIRI MELALUI MEDITASI ANGKA (BAG. 1) Posted by Darmayasa on 2008-05-16 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Teman-teman para penekun meditasi angka sekalian, ada hal yang perlu diperhatikan paling tidak pada kesempatan diskusi kali ini, yaitu kita harus menyadari bahwa zaman yang akan datang adalah bukan lagi zaman agama. Sekarang pun kita dapat melihat ciri-cirinya, bahkan mungkin dapat dikatakan memang sekarang ini bukan zaman agama.
Kalimat di atas itu bukanlah sebuah ramalan dan juga bukanlah sebuah doa, melainkan ia adalah pantulan penampakan masa depan dari penglihatan saya pada kecendrungan orang-orang masa sekarang ini. Baik kecendrungan orang-orang menjauh dari agama dan hanya mau menjadi orang normal dalam arti orang baik-baik di masyarakat tanpa agama, maupun kecendrungan orang-orang menjadi fanatik berlebihan didalam agama, bahkan ditunjukkan lewat jalan ekstrim plus kekerasan.
Terhadap hal ini, saya menganjurkan teman-teman agar memantapkan diri didalam agamanya masing-masing ke dalam diri. Pelaksanaan agama yang kedalam dan mampu merubah sang diri, mampu menjauhkan anda dari kesadaran rendah kepada kesadaran mulia penuh kasih, dan akhirnya setelah memantapkan diri didalam pelaksanaan agama masing-masing, yakinkan diri utnuk 24 jam berada didalam kesadaran spiritual.
Tentu saja, Meditasi Angka akan sangat membantu di dalam usaha mulia ini. Pastikan diri untuk terangkat dari kesadaran dan level:
1. Material,
2. Agama dan akhirnya mencapai tingkat kesadaran, serta
3. Spiritual.
Generasi mendatang tidak akan begitu mudah masuk kedalam kepercayaan yang membuta. Mereka tidak akan membiarkan orang-orang menyalah-arahkan dirinya begitu saja. Perkembangan dalam segala hal akan menjadi demikian pesatnya, dan boleh dikatakan, pada zaman yang akan datang nanti, setiap orang adalah orang number one. Mereka akan menjadi orang nomor satu di dalam bidangnya masing-masing... dan akan menjadi nomor satu di dalam dirinya pula. Mereka tidak akan terkagum-kagum dalam pemburuan:
(1) Name, dan
(2) Fame.
Sebaliknya mereka akan mengarahkan dirinya dalam FRAME.
Mereka tidak akan terkagum-kagum lagi pada Name and Fame. Kebesaran nama serta kemasyuran, tidak lagi menjadi “buruan” orang-orang maju seperti mereka-mereka yang akan hadir di masa depan itu. Mereka tidak akan tergoyahkan oleh Name dan Fame, baik itu untuk dirinya sendiri, maupun bagi orang lain.
Mereka tidak akan suka memasukkan dirinya kedalam kebingungan name and fame. Namun mereka akan teguh serta mantap hati dalam usaha membuat FRAME untuk dirinya. Sebab, sebagaimana sebuah lukisan tanpa bingkai indah dan kuat, maka lukisan itu nilainya akan berkurang jauh. Frame akan membuat lukisan itu bertambah harga dan nilai menjadi sekian kali lipat lebih mengagumkan. Sedangkan name and fame hanya akan mengantarkan orang kepada kemegahan, dan bukan kepada keberhasilan spiritual.
Name dan fame barangkali dapat mengantarkan orang kepada kemegahan serta kemeriahan, tetapi ia hanya kemegahan serta kemeriahan duniawi yang bersifat hanya sementara. Disamping itu, selain bersifat sementara, ia juga memberikan berbagai jenis penderitaan, baik penderitaan dalam penderitaan maupun (yang jumlahnya jauh lebih banyak) penderitaan dalam ke-suka-an.
Mengetahui hal ini, maka seorang pe-Meditasi Angka akan memilih frame.., yaitu membentuk, memperindah dan menyempurnakan diri sendiri ke dalam. Tidak ada gunanya kita terkagum-kagum pada keberhasilan yang dicapai oleh orang lain. Tidak ada gunanya pula kita terkagum-kagum dalam khayalan/angan-angan akan keberhasilan diri yang bukanlah kenyataan sebenarnya. Tetapi, segeralah arahkan diri pada Frame tadi, sehingga dengan demikian kita yang akan terbentuk secara sempurna.
Diri kitalah yang akan menjadi baik. Kita sendirilah yang akan menjadi lebih indah. Ketika kita yang berubah menjadi lebih baik, maka itulah sesuatu yang pasti, dan ketika orang lain yang "kelihatan" berubah, maka sesungguhnya di sana terdapat ketidak pastian. Sebab, seringkali seseorang dapat memoles gambar kabur dan tua menjadi jelas serta menarik plus tampak lebih hidup. Jadi, keberhasilan orang lain yang kita lihat, belum tentu ia confirm, pasti dan jelas. Sedangkan keberhasilan diri sendiri adalah confirm, karena hanya kita sendirilah yang mengetahui sebenar-benarnya akan diri kita.
Oleh karena itulah, perlu kiranya kita ulangi berulang-kali di dalam batin, bahwa kitalah yang harus berubah dan bukan orang lain, sebab hal itu adalah sesuatu yang “pasti” dalam hidup ini. Kapan anda berpura-pura, maka anda sendirilah yang tahu. Namun kapan orang lain berpura-pura...., maka ada kemungkinan anda bisa mengetahuinya..., namun mungkin pula (90 persen) anda tidak akan pernah mengetahuinya.
Hal ini tentu saja tidak akan ada yang dapat membantahnya, sebab kecenderungan kita adalah mengamati dan melihat serta memastikan segala sesuatu berdasarkan apa yang terlihat oleh indria luar. Dan pengamatan indria luar hukumnya adalah mudah diserongkan. Sadarilah hal itu.
Itulah kecenderungan indria luar. Oleh karena itu, seorang pe-Meditasi Angka boleh saja hidup sebagaimana orang-orang pada umumnya menjalani hidupnya. Tetapi, ia akan berusaha mengenali serta mengendalikan indria-indria luarnya, kemudian mengarahkan perhatiannya kepada indria-indria dalam. Hanya dengan cara seperti itu sajalah ia akan dapat menjadikan dirinya number one, untuk menjadikan dirinya orang yang mengarah kepada kesempurnaan sang diri.
....... bersambung .......
Sriguru,
Darmayasa
|