Warning: file(): php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/u2539/domain/darmayasa-divine-love.com/web/inc/procedure.inc on line 370

Warning: file(http://www.divine-love-society.org/inc/banner-left.inc): failed to open stream: Success in /home/u2539/domain/darmayasa-divine-love.com/web/inc/procedure.inc on line 370

Warning: implode(): Bad arguments. in /home/u2539/domain/darmayasa-divine-love.com/web/inc/procedure.inc on line 370
MAKANAN DALAM MEDITASI 04 - MAKANAN DAN MEDITASI > Divine-love-society.org > Artikel
 
Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
 
 
 
 
Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
MAKANAN DALAM MEDITASI 04
Posted by Darmayasa on 2004-07-04
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Memasuki alam meditasi berarti kita mulai memasuki alam kecil, alam sangat kecil tetapi pada saat yang sama ia adalah alam besar, alam yang sangat besar dan di luar jangkauan bayangan kita. Ya, kita memang harus mulai memasuki alam kecil yaitu diri kita sendiri. MELIHAT DIRI SEJATI KITA. Dan memang itulah tujuan hidup kita, mulai bertanya tentang "Siapakah Diri Sejati kita?". Orang-orang cerdas pasti akan bertanya tentang keroharian. Ia akan memiliki pertanyaan yang lain dari pertanyaan-pertanyaan orang-orang biasa. Ia tidak akan sibuk untuk ikut-ikutan dengan "jungkir-babalik"-nya orang-orang yang hanya menjadikan tujuan hidupnya sebagai pengumpulan uang dan nama serta setiap saat mengajukan pertanyaans ttg hals duniawi…, yang dijawab pula oleh dalils duniawi.

Ada dua jenis kecerdasan, yaitu kecerdasan duniawi dan kecerdasan rohani. Pada umumnya orang-orang tidak membedakan antara kedua jenis kecerdasan ini. Dalam kerohanian, kecerdasan duniawi tidak begitu dipuji-puji. Bahkan sering ia dikatagorikan sebagai penghalang untuk memasuki kesadaran/alam spiritual. Sebab, kecerdasan duniawi selalu menuntut bukti-bukti kebenaran dan/atau kebenaran harus dapat diterima oleh akal/kecerdasannya. Ia tidak menyadari bahwa kecerdasannya adalah merupakan hasil bentukan lingkungannya.

Lingkungan yang pada umumnya secara jujur harus diakui sangat jauh dari hals yg spiritual. Ia akan "berbicara" sesuai dengan kebenaran lingkungan yang membentuknya. Dengan demikian ia akan menjadi kebenaran terbatas. Dan KEBENARAN SEJATI adlah berada diluar jangkauan akal atau kecerdasan orang. Kitab upanisad yaitu kitab-kitab yang membicarakan filsafat kuna yang sangat tinggi menyebutkan bahwa KEBENARAN SEJATI tidak dapat dimengerti oleh orang lewat kecerdasan yang sangat tinggi pun (na medhaya). Kata medha berarti kecerdasan yang sangat tinggi.

Orang-orang yang beruntung memiliki kecerdasan rohani, tidak akan menyia-nyiakan kesempatan hidupnya untuk bertanya tentang sang dirinya. Ia akan selalu memanfaatkan hidup singkat di dunia material ini untuk mencari kebenaran ,"WHO AM I?", "SIAPAKAH DIRIKU YANG SEBENARNYA?". Pertanyaan ini tidak harus dipisahkan dari ," Siapakah Tuhan sebenarnya?" Ya, pencarian Diri Sejati berarti pencarian Tuhan YME. Sebab, Tuhan berada di mana-mana, meresap kedalam seluruh ciptaannya, dan Tuhan berada didalam diri kita. Biasanya orang-orang lupa mencari Tuhan kedalam dirinya. Kebanyakan meyakini Tuhan berada di luar dan bahkan mereka saling mempertengkarkan Tuhan itu sebagai berbeda-beda, dengan kesdaran Tuhan mereka selalu lebih tinggi dan lebih baik dari Tuhan milik orang lain.

Kiab-kitab upanisad banyak memberikan perumpamaan tentang pencarian Tuhan tsb. Kijang selalu berlarian kesana kemari untuk mencari sumber bau harum yang berasal dari pusarnya. Ya, begitu kita berpaling ke dalam sang diri sejati, kita akan menjumpai alam maha luar biasa dimana terdapat segala-galanya. Begitu kita memasuki alam kecil (bhuwana alit), kita akan menemukan kedamaian, kebahagiaan, kesehatan serta pemandangan-pemandangan gaib maha luar biasa. Kita akan menemukan alam besar (bhuwana agung) didalam bhuwana alit kita.
Inilah meditasi. Meditasi bukan hanya sekadar memejamkan mata dan mendapatkan sekadar "istirahat"-nya pikiran. "pengistirahatan pikiran seperti itu tidak lebih baik dari tidur. Kesegaran pikiran lebih baik bisa didapatkan dengan cara tidur pulas. Ia lebih baik daripada meditasi-meditasian.

Untuk bertanya tentang sang diri sejati, kita memerlukan memperhatikan 1. batasan-batasan, 2. aturan dan peraturan serta 3. peninggalan hal-hal tertentu dan 4. pencarian serta pengisian diri dengan berbagai usaha serta sifat-sifat yang baik dan mulia. Kemajuan meditasi tidak akan "mendatangkan" dirinya kepad kita. Jika kita tidak siap meninggalkan hal-hal atau kebiasaan-kebiasaan tertentu, maka meditasi kita mungkin akan "mendatangkan" kekuatan-kekuatan tingkat "bawahan", yang tanpa disadari oleh para siswa meditasi sebagai "menghalangi" atau "menguji" kita untuk maju lebih jauh didalam kerohanian. Halangan-halangan lebih banyak berhasil "menghentikan" orang didalam tingkat "miracle" berupa kesaktian, kekuatan ekstra yang tidak dimiliki oleh orang-orang biasa. Akhirnya tanpa sadar, mereka akan dikirim balik lagi oleh "iming-iming miracle" tersebut kepada tempat semula dimana ia berada. Ia kembali akan menjadi orang biasa yang tidak mendapatkan kerohanian dan juga tidak mendapatkan "miracle". Untuk tujuan seperti itulah kita memerlukan mengatur diri dlam makanan dan lingkungan sattvam, atau lebih jauh visuddha sattvam.

Pengaturan diri dalam makanan-makanan vegetarian tingkat sattvam serta makanan-makanan yang tidak merangsang, akan membantu para siswa meditasi untuk maju dalam meditasi yang dilakukannya dan pelan-pelan akan tumbuh kesdaran dari dalam dirinya untuk bertanya tentang "AHAM BRAHMASMI", "TAT TVAM ASI", "SO'HAM" dan lain-lain yang kesemuanya berarti "ko'ham?", siapakah diriku sejatinya? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu munculnya banyak dibantu oleh pengaturan jenis makanan-makanan vegetarian dan makanan-makanan yang tidak merangsang. Tanpa mengembangkan dan memperkuat dasar-dasar seperti itu, orang-orang akan cenderung hidup didalam kepura-puraan, terbang di angkasa tanpa sayap, atau seperti yang ditekankan oleh kitab-kitab upanisad bahwa orang buta memimpin orang buta.

Untuk memantapkan diri didalam meditasi, para siswa meditasi juga memerlukan mengontrol agar organ-organ tubuh dan alat-alat pencernaan kita tidak teriritasi, tidak terangsang untuk terlalu aktif sehingga bisa mengganggu konsentrasi pikiran dalam meditasi. Untuk itulah perlu diadakan pengaturan bukan hanya dalam jenis dan kuantitas makanan melainkan juga dalam kualitas makanan. Hal ini akan memperbaiki kebiasaan kita "makan untuk memuaskan lidah, perut dan kemaluan".











Minuman Penyegar Seorang Guru Spiritual ( Bag. 2)
Minuman Penyegar Seorang Guru Spiritual ( Bag. 1)
Jangan Mencoba Memegang Tuhan Tetapi Biarlah Tuhan Memegangmu. Itulah Jalan Yang Selamat Bagimu
Sudah Waktunya Kita Berhenti Merintih, Sebab Ia Bukanlah Nyanyian Penyejuk Sukma
Karawang Yatra
Bunuh Diri Bukanlah Tindakan Pengecut, Bukanlah Dosa Melainkan Ia Adalah Neraka Itu Sendiri
Engetahuan Suci Memerlukan Hati Yang Suci Bersih Dan Bukan Status, Kedudukan, Kasta Maupun Keterpelajaran Duniawi
Jangan Pernah Bermimpi Bahwa Orang Yang Tangannya Terbelenggu Rantai Emas Akan Mampu Membukakan Ikatan Tanganmu
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-7, Puncak Perayaan & Inisiasi
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-6, Ke Lempuyang
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-4, Pemantapan Meditasi Ii
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-3, Pelayanan Kesehatan Gratis
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-2, Lomba Anak-anak
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari 1, Kunjungan Sosial Ke Panti Asuhan Dan Jompo
Susunan Panitia Nasional & Agenda Hut X Meditasi Angka 2010
Orang-orang Yang Malas Spiritual Cenderung Mewakilkan Dirinya Lewat Setan Dan Iblis.
Menghindari Lubang
Mata Pelajaran Meditasi Bikin Siswa Lebih Berprestasi
Mengapa Kita Malas Ber-meditasi Angka? ( Bag. 2)
Majalah Meditasi Angka Edisi Juli 2005

Gerakan Suryanamaskar