BERTUTUR-KATA MANIS MENARIK DALAM KEBENARAN (BAGIAN 1) Posted by Darmayasa on 2008-04-04 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Pada kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin boleh dikatakan sangat khusus kepada teman-teman. Untuk itu, saya mohon agar ia diberikan perhatian lebih dari pesan-pesan sebelumnya.
Hidup di dunia material ini, hendaknya kita selalu berusaha ingat..., bahwa “hidup kita hanya dalam dua hari”. Maksud saya, kesempatan hidup kita sangatlah singkat. Kita melihat orang bergelimpangan meninggal setiap saat di sekeliling kita, entah mereka adalah kenalan kita, entah masih ada hubungan keluarga dengan kita, dan mereka meninggal entah karena wabah atau bencana alam, yang jelas kita melihat begitu rutinnya kematian demi kematian terjadi di sekeliling kita. Tetapi, yang aneh adalah kita tetap memegang ketat di kepala kita bahwa kita masih akan hidup lama, akan diberi kesempatan hidup yang panjang, atau kita akan hidup kekal. Kesadaran seperti itulah yang mengisi kepada kita, bahwa kita tidak akan mati.
Kita semua menyadari bahwa kesadaran seperti itu adalah tidak benar, keliru dan bertentangan dengan kenyataan hidup serta kebenaran sejati. Kesadaran yang keliru seperti ini, sambil mempraktikkan Meditasi Angka dengan rajin, akan kita coba memperbaikinya dengan cara lebih memberikan waktu dan kesempatan bagi diri sendiri untuk mengadakan perenungan kedalam bahwa:
(1) Hidup kita memang sangat berharga.
(2) Hidup di dunia ini sangat singkat.
(3) Hidup penuh dengan berbagai kesulitan dan kedukaan.
(4) Hidup telah kita boroskan dengan kegiatan memuaskan indria-indria dan kesenangan-kesenangan duniawi lainnya.
(5) Bahwa kita tidak mengerti tujuan hidup kita ke dunia ini.
Kelima butir di atas itulah yang saya mohon dengan sangat agar direnungkan dengan baik oleh teman-teman. Di masa ke depan nanti, dunia ini tidak akan begitu “berteman” lagi dengan manusia; alam telah diobrak-abrik dengan demikian parahnya oleh manusia-manusia serakah, para leluhur tidak lagi mendapatkan perhatian, doa-doa/ persembahyangan/persembahan suci tidak dilakukan lagi sebagai doa/persembahyangan/persembahan suci melainkan hanya sebagai sebuah rutinitas atau sekadar formalitas keagamaan, bahkan orang-orang tertentu memakainya sebagai ajang untuk menunjukkan/memamerkan dirinya bahwa dia memiliki kemampuan/kelebihan.
Hal-hal pamer seperti itulah yang menciptakan suasana "geram niskala” atau kemurkaan alam, dan dalam beberapa tahun belakangan, alam akan menunjukkan kemarahannya tersebut lebih hebat lagi. Kalau manusia-manusia yang menghuni bumi ini tidak mau berubah. Kalau tidak, sepertinya akan terjadi lagi kejadian-kejadian memprihatinkan di tanah air dan juga di belahan lain manca negara. Untuk itu, teman-temans diharap agar menjadi lebih serius ke dalam. Seriuslah dalam memperbaiki diri kita ke dalam, bermeditasilah dengan baik, perbaikilah diri, dan semua itu anda lakukan sendiri dengan jujur kedalam sang diri. Hentikan janji-janji bahwa saya akan begini/begitu, saya tidak akan begini/begitu, tetapi segera bangkitkan tekad.... dan ambil Samkalpa, tekad atau sumpah hidup mati bagi seorang Sadhaka (orang yang mempraktikkan sadhana atau praktik-praktik spiritual).
Setiap orang harus mengambil samkalpa dan menetapkan atau mentekadkan diri untuk memanfaatkan hidup manusia kita ini dengan sebaik-baik mungkin dan sesempurna mungkin yang kita bisa lakukan. Jangan lagi memboroskan hidup kita hanya di dalam pemuasan makan-makan..., rekreasi...., tidur...., hubungan kelamin...., bertengkar...., dan memang kenyataannya hidup kita hanya berada di level sekitaran itu saja. Kadang kala kita tertawa, terkadang larut dalam tangis, Kadang-kadang diliputi cinta, terkadang sibuk bertengkar dan sebagainya. Kalau di dalam lingkaran kehidupan dunia ini kita manfaatkan sedikit saja kejelian kita untuk mengambil Samkalpa, lalu tekadkan diri untuk disempurnakan, maka kita pasti akan diangkat oleh Guru Sejati (Tuhan YME) ke dalam jalan indah itu. Dengan demikian, hidup kita akan bermanfaat secara spiritual. Tujuan hidup kita akan tercapai dengan baik, dan kita tidak akan menjadi orang duniawi biasa yang hanya sedikit lebih beradab dari binatang, atau... dapat diistilahkan dengan binatang berkaki dua seperti yang dikatakan dalam sastra suci... Jadi, kita jangan berpuas hati untuk berhasil menjadi binatang berkaki dua. Dengan Samkalpa, kita pasti dibawa maju ke dalam jalan spiritual, yaitu jalan kebenaran sejati. Dan dalam pencapaian seperti itu, kita tidak akan berpuas hati dalam berdiskusi spiritual. Kita tidak akan bersenang hati dalam membaca atau mendengar ajaran-ajaran spiritual, melainkan kita akan memiliki di dalam seluruh pori-pori badan kita semua ajaran-ajaran spiritual tersebut. Hal itulah yang menjadi tujuan kita dengan mengambil Samkalpa atau tekad spiritual.
Dalam hal ini kita tentu saja tidak bermain-main. Tetapi, dalam usaha mencapainya kita memang bisa sambil bermain-bermain, lewat praktik Meditasi Angka yang sangat sederhana tetapi sangat kuat. Simple but powerful. Menurut Guruji, kalau saja seseorang mau memantapkan diri di jalan indah sederhana ini, maka segala tujuannya akan tercapai, dan ia akan bisa hidup dengan baik di level duniawi, keagamaan dan spiritual. Secara duniawi, orang-orang tidak akan mengalami kesulitan berarti, di dalam mengikuti ajaran-ajaran agama mereka juga tidak akan menemui hambatan apapun. Tetapi di dalam pencapaian spiritual mereka akan berhasil baik, menjadi mantap di dalam spiritual, dan keseluruhan dirinya diliputi strum atau energi spiritual. Semua ini akan dapat dicapai hanya dengan ketekunan tanpa putus asa didalam mempraktikkan Meditasi Angka.
Ada pula teman kita, ketika pertama kali datang menghadap ke center, ternyata mendapatkan berkah bisikan.... Bisikan yang langsung penuh power spiritual... bisikan niskala/kasat mata yang sangat penuh dengan isi...., yang mungkin juga teman kita itu tidak atau belum menyadari bahwa dirinya telah mendapatkan "intan permata indah" pada waktu itu. Ia menceritakan bagaimana di telinganya diberikan bisikan, pesan sangat khusus dan ia dengar sebagaimana orang mendapatkan bisikan langsung di telinga oleh temannya. Ia mengikuti bisikan tersebut dan ia mengalami perubahan besar didalam hidupnya.
Jadi, dalam Meditasi Angka, kita hanya fokus menuju tekad untuk menjadikan diri kita spiritual, dan bukan untuk memperkaya kepala kita dengan isi ajaran-ajaran spiritual, teori-teori spiritual dan kerlap-kerlip kenikmatan spiritual. Dan pesan yang juga saya ingin pertegas di sini adalah: kalau saja seseorang berpegang teguh pada praktik Meditasi Angka secara teratur dan tulus ikhlas, maka ia akan terselamatkan dari bencana-bencana yang akan datang. Dalam Meditasi Angka, Guru Sejati memberkahi kita semua melalui angka; demi kesehatan, keselamatan, kesejahteraan dan keberhasilan spiritual dari mereka yang menyelam dalam ketulusan ber-Meditasi Angka. Mereka tidak akan terpengaruh oleh naik-turunnya gelombang semangat orang lain, sebab ia telah memiliki gelombang mantap tersendiri.
…bersambung…
Sriguru,
Darmayas
|