MENGHINDARI KETAGIHAN DALAM BERMEDITASI (BAGIAN 2) Posted by Darmayasa on 2008-03-28 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Untuk melangkah maju dalam spiritual, segeralah kita hentikan sikap menunggu agar orang lain maju. Mari kita hentikan sikap tak terpuji seperti itu, dan majukanlah diri anda sendiri terlebih dahulu, melangkah pelan ke depan tetapi pasti, maka kemajuan itu akan didapat secara pasti. Cobalah lihat, amati dan koreksi diri, sudahkah kita ingat Angka Pilihan begitu tejaga dari tidur di pagi hari? Kemudian langsung duduk melakukan Meditasi Angka lima (baca satu) menit? Sudahkah? Kalau memang belum... maka segeralah perbaiki terlebih dahulu kerusakan “onderdil” pada bagian itu. Jangan tergesa-gesa melejit ke atas berfilsafat yang tinggi-tinggi, tetapi perbaikilah bagian itu, dan setelah terperbaiki, majulah kembali dengan tenang menuju tujuan kita yang sebenarnya.
Kemudian lebih lanjut lagi, amati dan telitilah, apakah ketika kita sampai di kantor, sudahkah kita mendahulukan Meditasi Angka lima (baca satu) menit? Sambil menyalakan komputer dan memperbaiki file, serta bersih-bersih meja kerja kita? Sudahkah kita lakukan kewajiban kecil itu? Tanyakan pada diri sendiri dengan jujur, sudahkan ia dilakukan? Kalau ternyata belum dilakukan, maka kita punya PR lain di sana.
Hendaknya kita harus dengan sadar serta serius meneliti kekurangan-kekurangan dan penyebab-penyebab masih adanya kekurangan-kekurangan kita di bagian-bagian itu. Perbaikilah seluruh “onderdil” yang kurang berfungsi dengan baik tersebut. Janganlah memasang spare part palsu, tetapi beli dan pasanglah yang asli, yang merupakan keluaran pabriknya. Setelah bagian itu terperbaiki... lalu majulah dengan tenang pada Meditasi Angka anda, dan jadikan ia kebutuhan setiap hari. Tanpa usaha dari diri kita untuk melakukan hal itu, maka kita akan merasa tidak nyaman, akan merasakan seperti ada kekurangan dalam hidup kita hari itu.
Keadaan seperti itulah yang kita ingin capai. Sekali lagi, kita tidak mencari ketagihan dalam bermeditasi.
Mantapkan diri dalam hal ini dan kemudian majulah dengan tenang menuju tujuan Meditasi Angka... dan setelah itu... lebih lanjut lagi.... amatilah kegiatan Meditasi Angka lima (baca satu) menit kita di sore hari, sebelum kita meninggalkan kantor.
Usahakan menjadi orang yang bertanggung jawab pada diri sendiri. Karena kalau telah berada pada usia anda seperti sekarang ini, jangan sampai hanya untuk urusan-urusan kecil seperti Meditasi Angka satu menit saja saya atau orang lain masih harus setengah mati mengingatkan anda.
Saya sangat senang melihat perkembangan salah seorang teman pe-Meditasi Angka, bahwa setiap ia selesai mandi sore/malam... setelah berpakaian rapi... ia selalu menyalakan dupa.... dan dari bibirnya terdengar bisik-bisik doa-doa pembersihan diri dan puja-puji yang indah sekali.
Di saat-saat seperti itu saya sangat ingin melihat teman-teman pe-Meditasi Angka yang lain..., agar melakukan hal yang sama seperti itu. Jadi, yang saya harapkan dari teman-teman pe-Meditasi Angka, tidak lain adalah keteraturan pelaksanaan Meditasi Angka setiap hari, tanpa harus dipaksakan lagi, tanpa harus diingatkan lagi, atau... tanpa harus ada yang mengingatkan lagi.
Bagi teman-teman pe-Meditasi Angka yang sedang dalam perjalanan, atau sedang berada dalam situasi dan kondisi darurat tertentu... silakan melakukan penyalaan lilin dan dupa secara mental di dalam batin. Misalnya..., ketika kita sedang berkunjung ke satu tempat atau menginap di rumah orang, dan tidak memungkinkan melakukan penyalaan dupa dan lilin, maka dalam keadaan terpaksa seperti itu, sekali lagi hanya dalam keadaan benar-benar terpaksa, maka anda semua saya anjurkan agar melakukan hal ini secara mental pikiran. Saya tulis mental pikiran karena takut dimengertikan sebagai mental dalam arti terpental.
Caranya adalah, kalau bisa menyendiri di dalam kamar..., duduk dengan tenang, lakukan pavitri-karana atau penyucian diri dengan mantram dan lain-lain, bayangkan diri sedang mempersiapkan lilin yang indah dan dupa yang bagus, lalu anda mengitung jumlah stik dupa sebanyak angka pilihan anda, sebut Sriguru, lalu nyalakan dupa dan lilin sebagaimana anda biasa melakukannya. Kemudian bayangkan anda sedang memandangi nyala dupa ketika menyalakan dupa, dan memandang nyala lilin ketika anda menyalakan lilin.
Lakukan semua ini sambil mengingat angka pilihan dan ingat guru, leluhur dan Tuhan YME. Kemudian bayangkan diri pergi ke luar kamar dan menempatkan lilin dan dupa dengan penuh rasa hormat di luar sana, di tempat yang terpilih baik dalam batin/dibayangkan. Kemudian... kalau mau melanjutkan untuk bermeditasi, lakukanlah. Dan kalau mau melanjutkan acara lain juga dipersilakan.
Tetapi setelah pelaksanaan teknik tersebut diatas, hendaknya ditutup dengan permohonan ampun dan maaf pada Guru Sejati / Tuhan YME, apabila ada kekurangan kita pada saat melakukan proses batin ini. Tuhan Maha Mengetahui, dan juga Maha Pengampun. Lakukan semua ini dengan tulus dan bersih hati, maka keberhasilan adalah berkah dariNya.
Selamat berlatih...
…Selesai…
Sriguru,
Darmayasa
|