MENGHINDARI KETAGIHAN DALAM BERMEDITASI (BAGIAN 1) Posted by Darmayasa on 2008-03-19 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Menanggapi pertanyaan dari salah seorang penekun Meditasi Angka yang bertanya, “Bagaimana caranya agar bisa lelap dalam meditasi dan menjadi ketagihan? Karena dirasa selama ini meditasi yang dilakukan sepertinya hanya sekadar duduk, namun pikiran susah dijinakkan.”
Mengingat ia adalah suatu pertanyaan yang umum ditemui, maka dalam renungan kali ini kita akan mengangkat topik ini.
Dalam Meditasi Angka, kita tidak mengajarkan agar orang menjadi ketagihan meditasi. Tetapi kita mengajarkan orang untuk menjadikan Meditasi Angka sebagai suatu kebutuhan hidup sehari-hari yang sama sekali ia tidak dapat abaikan. Sebagaimana halnya kita memerlukan makan setiap hari, tanpa makan kita tidak akan bisa hidup, sebagaimana kita memerlukan minum air setiap hari, tanpa air kita akan mengalami kesulitan dan berbagai organ atau kerja organ-organ tubuh akan terganggu, maka seperti itu pula halnya, tanpa Meditasi Angka secara teratur, maka kita tidak akan merasa nyaman.
Keadaan seperti itulah yang hendaknya dicari oleh setiap pe-Meditasi Angka. Dan bukan keadaan ketagihan, yang cendrung mengarah kepada hal-hal negatif yang tidak diinginkan. Carilah keadaan dimana tanpa melaksanakan Meditasi Angka, maka anda akan merasakan kegelisahan tanpa alasan. Tanpa melaksanakan Meditasi Angka... anda tidak akan merasa nyaman. Tanpa melaksanakan Meditasi Angka, banyak kegiatan dan cara kerja organ-organ tubuh dan mental anda tidak akan bekerja dengan baik. Keadaan seperti itulah yang hendaknya kita dapatkan. Karena dengan mendapatkan keadaan seperti itu, kita akan merasakan ketenangan, dan akhirnya kita akan ber-Meditasi Angka dengan baik.
Apabila teman-teman berMeditasi Angka setiap hari tanpa perlu secara sengaja memikirkan bahwa saya harus berMeditasi Angka, atau bahkan dengan memaksakan diri, maka pada saat ia tidak memaksakan diri itulah artinya ia telah menjadi peserta Meditasi Angka. Sementara, jika belum mencapai taraf itu... artinya ia belum menjadi penekun Meditasi Angka.
Kalimat ini layak dijadikan alat untuk memukul diri sendiri; siapa pe-Meditasi Angka dan siapa yang bukan pe-Meditasi Angka..., inilah cara memacu diri kedalam pergaulan Meditasi Angka dengan baik.
Apa yang saya harapkan adalah, teman-teman, khususnya yang rajin dekat-dekat dengan saya dengan berbagai cara; secara langsung, baik lewat chat, email dan lain-lain... ya... teman-teman yang rajin “membuang-buang waktu saya”...hendaknya mengarahkan diri pada keadaan seperti yang tadi saya tuliskan di atas.
Biarkanlah aktivitas Meditasi Angka anda datang secara normal dan alami. Bagaikan begitu pagi hari tiba... anda sudah merasakan tanda-tanda di perut, dan anda langsung ke kamar kecil, begitu malam tiba...anda sudah merasakan rasa kantuk..., seperti itulah hendaknya Meditasi Angka kita.
Biarkanlah ia datangnya secara alami dan normal, tanpa dipaksakan. Keadaan indah seperti itulah yang sedang menjadi tujuan kita.
Seperti salah seorang penekun Meditasi Angka, dalam kegiatannya memasak, ia tidak pernah melepaskan pengulangan angka pilihannya di dalam batinnya. Di saat ia sedang berjalan-jalan di taman di dekat rumahnya, ia tetap dapat melaksanakan Meditasi Angka. Ketika ia bersih-bersih di rumah, ia ber-Meditasi Angka. Sebelum tidur, ia selalu melaksanakan Meditasi Angka. Ketika baru bangun tidur, ia juga ber-Meditasi Angka. Keadaan seperti itulah yang sedang menjadi tujuan kita bersama di dalam pergaulan Meditasi Angka.
Hendaknya setiap pe-Meditasi Angka menyadari hal ini, ikuti, camkan, dan laksanakan. Tidak usah menunggu agar orang lain menjadi seperti itu terlebih dahulu, karena bukan orang lain, melainkan kita sendirilah yang harus seperti itu.
Kita sendirilah yang harus menuju keadaan indah itu. Kitalah yang harus menjadi baik seperti itu. Usahakan jangan menunggu orang lain sampai pada keadaan seperti itu terlebih dahulu, kemudian kita berharap dapat mengambil contoh darinya.
Sikap menunggu orang lain menjadi baik terlebih dahulu adalah sebuah sikap yang tidak terpuji. Sikap menunggu seperti ini telah dipraktikkan oleh tidak terhitung banyaknya dari jumlah para praktisi meditasi, dan semuanya menemui kegagalan untuk menjadi baik.
...bersambung...
Sriguru,
Darmayasa
|