MAKANAN DALAM MEDITASI 03 Posted by Darmayasa on 2004-07-04 [ print artikel ini | beritahu teman ]Makan sattvam adalah makanan jenis paling utama dan dua jenis makanan lain lagi (rajah atau kenafsuan dan tamah atau kegelapan, kelambanan, kemalasan). Bagi siswa meditasi yang serius, sangat dianjurkan untuk memilih menu setiap harinya dengan makanans jenis sattvam. Imakanan jenis sattvam cukup cukup bahkan paling tepat untuk memelihara badan dan demi kedamaian pikiran.
Makanan rajah dan tamah akan memberikan gebuans pikiran yang pasti sangat mengganggu konsentrasi. Banyak keluhan tentang konsentrasi yang sebenarnya banyak disebabkan oleh makanan yang mereka makan. Makanan sattvam mengantarkan orang pada kedamaian hidup, kesehatan, tentu saja perlu pengaturan menu yang harus seimbang dalam vitamin, protein dll. Termasuk didalam jenis makanan sattvam antara lain buah-buahan, sayur-sayuran, susu, umbia-an, yang dikembangkan menjadi juice buah segar, butter, kacangs-an, nasi, madu dll Secara umum para siswa meditasi dapat mengertikan bahwa makanan yang penuh kehidupan, protein, bersih,segar, penuh rasa dll adalah termasuk dlam makanan jenis sattvam/kebaikan.
Kitab bhagavad-gita menyebutkan bahwa makanan jenis sattvam/kebaikan adalah makanan yang disukai oleh oranges dlam sifat kebaikan, karena makanan tsb dpt memperpanjang usia, menyucikan kehidupan, memberikan kekuatan, kesehatan, kebahagiaan dan kepuasan. Makanan tersebut penuh sari/rasa, mengandung lemak cukup, bergizi serta menyebabkan kepuasan hati setelah memakannya.
Makanan rajah
Makanan rajah cenderung mempengaruhi kesadaran kita untuk ekstra aktif, menggebu-gebu, yang kurang begitu tepat bagi para siswa meditasi. Makanans jenis tsb antara lain makanan yang terlalu mengandung rasa berlebihan, panas, pedas, asam, asin, terlalu kering dan keras. Bagi para siswa meditasi yg sudah maju, mereka bahkan menolak memasukkan kedalam menu mereka jenis bawang merah dan bawang putih, yang beberapa orang mengelompokkannya didalam makanan jenis rajah, dan ada pula yang mengelompokkannya didalam makanan jenis tamah. Makanans jenis itu bahkan menghancurkan "ketenangan pikiran" yang justru sngat diperlukan dalam meditasi. Kita memang perlu berhati-hati dalam memuaskan lidah dengan resiko kehancuran kesadaran kita. Banyak pula penyakits ditimbulkan oleh makanans jenis rajah dan tamah. Kesadaran menjadi gelisah dan sulit mengadakan pengontrolan, karena kesadaran bersih yang merupakan alat kontrolnya juga telah terganggu Makanan-makanan yang mempengaruhi pikiran untuk gelisah, menumbuhkan nafsu keinginan, juga termasuk dalam makanan jenis rajah/kenafsuan.
Makanan jenis rajah dalam kitab suci bhagavad-gita disebutkan sebagai makanan terlalu pahit, terlalu asam, terlalu asin, terlalu panas, atau menyebabkan badan menjadi terlalu panas, terlalu pedas, kering, berlebihan bumbu yang menyebabkan duka cita, penyakit dan penderitaan.
Makanan tamah
Terlebih lagi makanan jenis tamah, makanan yang akan memberikan "hadiah" berupa kemalasan, kelambanan, kebodohan, penyakit dll, hendaknya segera dijauhi oleh para siswa meditasi. Ia tidak memberikan keuntungan kepada pikiran, kesadaran bahkan juga tidak memberikan keuntungan kpd badan. Sebaliknya ia cendrung memberikan penyakit dan halangans lain pd badan. Makanan tamah tidak mengandung "isi" dan pelans menggerogoti pikiran dan badan. Makanan didalam jenis tamah antara lain daging, minumans keras, alcohol, makanan yang sudah basi, makanan berlemak, berlendir, dll. Bawang merah dan bawang putih kadang-kadang juga dimasukkan kedalam makanan jienis tamah atau kegelapan. Makanan terlalu dingin, tanpa vitamin, tanpa rasa, berbau busuk juga dimasukkan kedalam makanan jenis tamah.
Makanan jenis tamah dijelaskan oleh kitab bhagavad-gita sebagai makanan yang dimasak telah lama, basi, hambar tanpa rasa, busuk, makanan yang terdiri dari makanans sisa dan tidak suci serta didapat dengan korban darah, adalah makana yang disukai oleh mereka yang berada didalam sifat kegelapan.
|