MAKANAN DALAM MEDITASI 02 Posted by Darmayasa on 2004-07-04 [ print artikel ini | beritahu teman ]Dan ada tingkat yang disebutkan mengatasi ketiga sifat alam itu, bahkan mengatasi sifat kebaikan, dalam tujuan memasuki tingkat spiritual, tiangkat yang mengatasi kesalehan, tingkat yang mengatasi batas-batas agama, seseorang perlu juga mengatsi sifat kebaikan. Level kebaikan masih ada batas-batasnya, masih ada "perlombaan" identifikasi. Tetapi, tingkat yang mengatasi tiga sifat alam tsb (sattvam, rajah dan tamah) dinamakan visuddha sttvam, tingkat saleh sejati, tingkat kebaikan yg tidak tercemari/ternodai.
Memang sattvam merupakan sifat yang indah dan sifat dasar daripada sang roh (soul). Sedangkan rajah (kenafsuan) berhubungan dengan badans halus, dan tamah (kelambanan, kebodohan, kegelapan) berhubungan dengan badan kasar. Bagi orangs yang tekun mempraktekkan meditasi, mereka akan berusaha menjauhkan diri dari sifats kenafsuan dan kebodohan/kemalasan, sebab, ia mengotori kesdaran spiritual. Mereka akan berusaha pelan-pelan tetapi pasti, untuk mengurangi pengaruhs kenafsuan dan kemalasan/kebodohan dalam kesadarannya. Selanjutnya, hanya kesadaran bersih didalam visuddha sattvam akan mampu mewujudkan kebenaran sejati di dalam kesadaran, demi menjalin hubungan murni dengan Tuhan YME. Hubungan kita dengan Tuhan tidak akan lagi sekadar basa-basi, tukar menukar atau jual beli. Dengan berdoa sebulan sekali, seminggu sekali, atau sehari sekali, kita meminta imbalan dari Tuhan berbagai hal. Tidak, hubungan orang didalam tingkat spiritual tdk lagi "tingkat murahan" spt itu melainkan ia sudah menyatu dgn kesdaran Tuhan, sehingga Tuhan tdk lagi diganggu oleh "tukar menukar" atau "jual beli" yang masih tingkat Taman Kanaks. Sekali lagi ditekankan, kebenaran sejati, kedamaian dan cinta kasih murni hanya bisa datang kapan seseorang telah berhasil menempatkan diri/kesadarannya didalam kesadaran visuddha sttvam, atau kebaikan murni. Kebenaran tidak lagi merupakan hasil "diskusi" atau "persetujuan" orang banyak. Kebenaran tidak lagi ditentukan oleh kepintaran argumen. Kebenaran telah menjadi sebagai kebenaran, tanpa tanda tanya lagi.
Para siswa meditasi akan memantapkan diri pelan-pelan mengarahkan kesadaran dan kebiasaannya dalam pengaturan makanan jenis sattvam. Demikian pula, pelan-pelan akibat dari pengaruh makanan sattvam, ia otomatis akan mengarahkan pergaulan dan lingkungannya kedalam lingkungan spiritual, hidup secara rohani dalam batas-batas "HIDUP SEDERHANA, BERPIKIR TINGGI". Lingkungan spiritual atau lingkungan visuddha sattvam penuh dengan suasana alami, bersih, suci, tenang, damai dan dipenuhi oleh cinta ksih spiritual, bakti dan kebenaran tanpa tanda Tanya.
Beberapa respons disampaikan terhadap terbitan buku saya "Ahingsa Dharma dan Vegetarian", terbit pertama kali tahun 1983, khususnya pernyataan di atas, yaitu HIDUP SEDERHANA, BERPIKIR TINGGI dan YOU ARE WHAT YOU EAT.
Hidup sederhana tidak berarti dan tidak menunjukkan hidup dlm kekurangan. Makanan sederhana tidak berarti kita hanya memakan nasi putih tanpa rasa sama sekali. Hidup di dunia ini kita perlu menikmati atau memberikan kepuasan kepada lidah kita dlm bentuk enam rasa. Tetapi, rasa-rasa tersebut telah dimurnikan, telah di-visuddha sattvam-kan lewat proses spiritual. (Bagi yang berkenan dan berniat mempraktekkannya silakan menghubungi kami. Bagi yang sekadar hanya ingin tahu, sebaiknya berkonsentrasi hanya pada makanan vegetarian sebagai alat menjaga kesehatan dan tidak membunuhs).
Makanans yang anda makan pelans akan merubah bukan hanya cara hidup dan cara berpikir anda melainkan juga bahkan merubah badan anda. Penyelidikan ilmiah bahkan menyebutkan, badan kita berganti total dalam waktu tujuh tahun. Dalam tujuh tahun kita telah sepenuhnya ber-"reinkarnasi", kita telah menjadi orang lain. Dan ia akan ditentukan oleh jenis makanan yang memasuki dan membantuk bdan kasar kita. Jika orang menginginkan badan yang setiap organs dan sels-nya dipenuhi getarans dan alirans kedamaian, ketenangan, cinta kasih, kesucian, kesalehan dll, maka sebaiknya memang orang mentekadkan untuk pelans mengarahkan diri pd makanans sattvam yang diperkuat oleh bimbingans dan pergaulans spiritual.
|