MAKANAN DALAM MEDITASI 01 Posted by Darmayasa on 2004-07-04 [ print artikel ini | beritahu teman ]Seluruh alam semesta ditutupi oleh tiga sifat alam, yaitu sattvam (sifat-sifat kebaikan, kemuliaan, keindahan, kehalusan, kedamaian, cinta kasih dan lain-lain), rajah (kenafsuan, kekerasan, keganasan, iri hati, ketergesaan dan lain-lain) dan tamah (malas, lamban, bodoh, kotor dan lain-lain).
Kita bisa saksikan bagaimana makhluk-makhluk hidup dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu:
1. para dewa/malaekat yang berada pada tingkat atau didalam sifat sattvam,
2. manusia yang berada pada tingkat atau didalam sifat rajah, dan
3. tumbuhan/binatang yang berada pada tingkat atau didalam sifat tamah.
Manusia juga dibedakan dalam 3 (tiga) kelompok seperti tersebut di atas, yaitu:
1. Mereka yang berada didlm sifat sattvam, yakni sifat “orange”, bersifat saleh, baik, suka berderma, suka menolong orang lain, suka sembahyang dan lain-lain.
2. Sedangkan mereka yang bersifat galak, penuh emosi, iri hari, suka marah, kurang tunduk hati, mereka memiliki kesadaran bahwa tujuan hidup seolah-olah adalah gelimangan harta, nama dan lain-lain.
3. Mereka yang ditutupi oleh sifat tamah, akan berada didalam sifat-sifat kemalasan, kelambanan, kebodohan dan/atau kurang memakai kecerdasan dan lain-lain.
Begitu pula dalam hal makan dan minum, dibedakan dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu:
1. makanan dalam sifat kebaikan, kehalusan, penuh kasih;
2. makanan dalam sifat kenafsuan, serba pedas, merangsang bangkitnya nafsu, dan lain-lain, dan
3. makanan yang kotor, basi, mengakibatkan menumpuknya lemak dalam badan, menimbulkan kemalasan dan kebodohan, dan lain-lain.
Tidak semua orang harus memakan makanan murni sattvam. Bagi ksatriya, militer dan lain-lain yang lebih banyak dengan alasan demi kesehatan, mereka justru memasukkan makanan-makanan yang bisa membangkitkan sifat-sifat "hangat", galak dan lain-lain (semua dalam arti positif). Mereka tidak dianjurkan memakan makanan-makanan untuk para pendeta, yang pada umumnya memberikan akibat damai, tenang, dan lain-lain.
|