Warning: file(): php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/u2539/domain/darmayasa-divine-love.com/web/inc/procedure.inc on line 370

Warning: file(http://www.divine-love-society.org/inc/banner-left.inc): failed to open stream: Success in /home/u2539/domain/darmayasa-divine-love.com/web/inc/procedure.inc on line 370

Warning: implode(): Bad arguments. in /home/u2539/domain/darmayasa-divine-love.com/web/inc/procedure.inc on line 370
SAMA TAPI BERBEDA - CERITA RENUNGAN > Divine-love-society.org > Artikel
 
Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Donasi
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
 
 
 
 
Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
SAMA TAPI BERBEDA
Posted by Darmayasa on 2004-06-15
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Kitab-kitab suci menganjurkan agar kita mengikuti langkah-langkah orang-orang suci. Dalam mengikuti langkah-langkah orang-orang suci, ada dua hal yang patut diketahui, yaitu:

1. Anukaraëa dan 2. Anuçaraëa.

Anukaraëa berarti meniru, dan Anuçaraëa berarti mengikuti. Kita tidak dianjurkan meniru langkah-langkah atau apa-apa yang dilakukan oleh orang-orang suci. Sebaliknya kita dianjurkan mengikuti langkah-langkah beliau.

Anukaraëa atau meniru, berarti kita harus memiliki kesucian, kemampuan dan kesempatan yang persis sama dengan beliau. Kalau tidak, kita akan menjadi seorang Pemain Drama yang mengagumkan orang-orang biasa, tetapi menjadi cemohan orang-orang yang tahu “pantat” kita.

Anuçaraëa atau mengikuti, berarti kita tidak begitu dituntut untuk memiliki kesucian, kemampuan dan kesempatan yang persis sama dengan beliau. Semakin kita mengakui diri kita jauh lebih rendah dari beliau sejauh itu diri kita akan diangkat oleh beliau.

Adalah berbahaya untuk terlalu akrab atau terlalu dekat dengan orang suci atau guru rohani kita. Sebab, kita akan cendrung melihat wujud luar dari badan, tingkah laku atau kegiatan yang beliau lakukan. Akhirnya kita akan melihat beliau sebagai orang biasa, sama dengan kita, atau malah dalam banyak hal kita akan menganggap diri kita berada jauh di atas beliau.

Barangkali, seorang guru atau orang suci melakukan sesuatu yang sama dengan apa yang kita lakukan. Tetapi, mengertilah, bahwa beliau melakukan hal yang sama dengan apa yang kita lakukan adalah untuk memberikan contoh kepada kita, untuk menunjukkan kepada kita bahwa beliau pun ber-bhakti kepada Tuhan. Sebab kita dengan mata, kecerdasan dan pengalaman duniawi kita tidak akan mengerti apa yang sedang beliau lakukan, atau beliau itu sedang berada di tingkat mana. Apa dan bagaimana beliau, selain Tuhan dan utusan-utusan-Nya, hanya beliau dan orang yang setingkat atau mendekati tingkat beliaulah yang mampu mengertinya.

Suatu ketika, penulis Çrérämacaritamänasa bernama Tulasidas bersama beberapa orang pengikutnya datang ke Vrindavan mengunjungi Suradas, seorang pengarang dan penyembah Çré Kåñëa. Tulasidas berkata memberi salam kepada Svämi Suradas, “Jaya Çré Räma…”

Svämi Suradas berkata, “Selamat datang Tulasidas…, mari silakan masuk…”

Para pengikut Tulasidas pada keheranan. Suradas adalah tuna netra, tidak bisa melihat. Bagaimana mungkin beliau bisa mengenali siapakah yang datang. Tidak mampu menahan rasa ingin tahunya, seorang diantaranya memberanikan dirinya bertanya, “Maaf Svämi Ji…, bagaimana Anda dapat mengenali bahwa yang datang ini adalah Tulasidas, sedangkan Anda adalah….”

Suradas segera menjawab, “Tulasidas Ji mengatakan Jaya Çré Räm… Rasa yang menyentuh hati menusuk batin seperti yang terdapat di dalam suaranya itu, suara itu tidak mungkin suara orang lain…”

Begitulah…, orang-orang biasa juga menyebut Jaya Çré Räm. Tetapi, getaran rasa yang terdapat didalam suara mereka tidak sama. Berapa pun banyaknya orang suci, dengan indria-indria rohaninya beliau merasakan rasa manis dan keindahan dari Nama Suci Tuhan.

Begitu orang suci mengucapkan Nama Suci Tuhan, di saat itu terjadi proses luar biasa di dalam dirinya, yang tidak bisa dilihat atau dirasakan oleh orang lain, dan juga tidak bisa dilakukan oleh orang-orang biasa. Dengan demikian, meniru orang suci patut segera dihentikan, kalau kita menginginkan berkah untuk diri kita. Astu.











Minuman Penyegar Seorang Guru Spiritual ( Bag. 2)
Minuman Penyegar Seorang Guru Spiritual ( Bag. 1)
Jangan Mencoba Memegang Tuhan Tetapi Biarlah Tuhan Memegangmu. Itulah Jalan Yang Selamat Bagimu
Sudah Waktunya Kita Berhenti Merintih, Sebab Ia Bukanlah Nyanyian Penyejuk Sukma
Karawang Yatra
Bunuh Diri Bukanlah Tindakan Pengecut, Bukanlah Dosa Melainkan Ia Adalah Neraka Itu Sendiri
Engetahuan Suci Memerlukan Hati Yang Suci Bersih Dan Bukan Status, Kedudukan, Kasta Maupun Keterpelajaran Duniawi
Jangan Pernah Bermimpi Bahwa Orang Yang Tangannya Terbelenggu Rantai Emas Akan Mampu Membukakan Ikatan Tanganmu
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-7, Puncak Perayaan & Inisiasi
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-6, Ke Lempuyang
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-4, Pemantapan Meditasi Ii
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-3, Pelayanan Kesehatan Gratis
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-2, Lomba Anak-anak
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari 1, Kunjungan Sosial Ke Panti Asuhan Dan Jompo
Susunan Panitia Nasional & Agenda Hut X Meditasi Angka 2010
Orang-orang Yang Malas Spiritual Cenderung Mewakilkan Dirinya Lewat Setan Dan Iblis.
Menghindari Lubang
Mata Pelajaran Meditasi Bikin Siswa Lebih Berprestasi
Mengapa Kita Malas Ber-meditasi Angka? ( Bag. 2)
Majalah Meditasi Angka Edisi Juli 2005

Gerakan Suryanamaskar