LEAK MENJERIT KESAKITAN Posted by Admin on 2004-05-03 [ print artikel ini | beritahu teman ]Teman sepermainan sejak kecil mengalami problem diganggu LEAK (makhluk jadi-jadian dengan wajah seram mengerikan) hampir setiap malam. Suatu kali saya menginap di rumahnya. Kebetulan hari itu adalah hari meditasi angka bersama dari meditasi Kundalini-nya Bapak Darmayasa, yaitu Sabtu malam.
Malam itu, kami masih cerita-cerita sambil mengenang masa-masa kecil kami bersama bermain-main di pesawahan di desa. Tiba-tiba saya merasakan ada hawa atau getaran aneh menekan/menyerang diri saya. Terasa seperti diikat tanpa tali, oleh suatu kekuatan luar biasa.
Saya teriak dan memberitahu Nengah Darmi (teman saya) bahwa ada LEAK menyerang kami. Saya minta ia mengambilkan air suci yang diberikan oleh Bapak Darmayasa kepada saya tetapi saya berikan juga kepada Nengah Darmi untuk disimpan, mungkin ia lebih memerlukan air suci tersebut.
Ketika teman mengambil air suci, tiba-tiba ia terdorong ke belakang. Tampaknya makhluk LEAK itu bersembunyi di bawah altar tempat menyimpan air suci. Namun, teman saya berhasil mengambil dan memberikan air itu pada saya.
Air suci saya pergunakan untuk memerciki diri/kepala dan minum. Tiba-tiba saya mendapat penglihatan, ya saya dapat melihat makhluk itu, sangat jelas. Kaget tetapi pada saat yang sama tidak merasa takut, saya melihat satu makhluk besar kehitaman di depan. Ia merunduk dan menyembunyikan wajahnya di balik rambutnya yang awut-awutan dan panjang menyeramkan. Tangannya penuh bulu panjang-panjang, dan juga kuku yang panjang-panjang. Ketika makhluk tersebut lewat di depan TV yg kami matikan, tiba-tiba ia menoleh ke arah saya dan melakukan gerakan menerkam seperti hendak mencaplok saya hidup-hidup. Saya berteriak menyebut Nama Tuhan, ia agak mundur tetapi masih ada di kamar.
Saya segera duduk bermeditasi. Aneh, makhluk tersebut langsung menghilang, tidak kelihatan lagi. Langsung saya hentikan meditasi, turun dari tempat duduk dan menyalakan lilin serta dupa/hio sebanyak angka pilihan. Begitu saya tancapkan dupa ke atas tanah di halaman depan, tiba-tiba terdengar teriakan menjerit keras kesakitan di dalam kamar salah seorang tetangga kost. Kami kaget mendengar jeritan tersebut, tapi akhirnya mengerti bahwa “ada sesuatu” sehubungan dengan kejadian ini. Kami melanjutkan melakukan meditasi rutin setiap hari Sabtu malam, kemudian tertidur.
Besok pagi-pagi, tetangga kost perempuan keluar dari kamarnya dengan mata merah dan pipi kemerahan rada malu-malu. Ia menderita sakit mata beberapa hari. Sejak kejadian malam itu, teman saya merasakan ketenangan, bebas dari gangguan LEAK tersebut.
|