Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
KESALAHAN/KEJAHATAN/DOSA DALAM SPIRITUAL
Posted by Darmayasa on 2006-05-27
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam kasih,

Di saat sedang melangkah di jalan Spiritual, banyak terdapat celah bagi para penekun untuk melakukan sebuah kesalahan, kejahatan, dosa, ketidakadilan dan lain-lain, yang dalam bahasa Sansekerta disebutkan sebagai “Aparadha”.

Dalam perjalanan spiritual, orang-orang sering terpancing untuk mengabaikan aparadha ini. Mereka telah atau sedang diasyikkan oleh kesenangan dalam mendengarkan tutur-tutur suci spiritual, terlelap dalam memberikan tutur-tutur suci spiritual, terlelap dalam kemeriahan praktek-praktek suci spiritual dan lain-lain. Kemudian ketika dalam penampakan luar ia telah mencapai tingkatan tertentu, baik itu dengan melewati tahapan formalitas berupa kertas sertifikat, atau dalam tingkat-tingkat inisiasi tertentu, atau yang lumrah adalah kelelapan dalam "lamanya ia dalam menekuni praktek suci spiritual", maka akan terdapat kecendrungan halus berupa pengabaian aparadha.

Kadangkala, kita melihat ketika orang telah lama dalam menasihati orang, telah lama dalam mendengarkan ajaran-ajaran, telah lama dalam ikut suatu praktek spiritual, maka mereka mulai mengukir kesadaran "aku lebih" muncul di dalam batinnya. Nah, tanpa disadari dia telah menanam benih kurang menguntungkan di dalam batinnya. Dan benih itu akan berkembang pesat dalam berbagai bentuk yang sering akan bersembunyi dalam kemasan kesalehan / spiritual. Jika orang kurang berhati-hati, sekali lagi kita sampaikan, orang akan terjebak dalam kekeliruan, sehingga menganggap bahwa kegagalan itulah yang diyakini sebagai sebuah kemajuan.
Berbagai aparadha atau kesalahan dapat terjadi dalam perjalanan spiritual. Dua yang terpenting adalah Bhagavat Aparadha dan Bhakta Aparadha. Atau kadang ada yang menjelaskan Bhagavat aparadha itu sendiri ditafsikan atau dijelaskan dalam dua jenis penjelasan.

Aparadha pertama, yaitu Bhagavat Aparadha, adalah kesalahan pada Tuhan YME. Kesalahan tersebut terjadi dalam hal pelayanan pada arca Tuhan, pada Nama Tuhan, pada Kebesaran Tuhan, atau kesalahan dalam hal menganggap bahwa Tuhanlah yang bertanggung jawab atas dosa-dosa atau kesengsaraan yang menimpa atau terjadi pada diri seseorang.

Dalm hal mengucapkan Nama Tuhan dengan tasbih, terjadi jika dilakukan tanpa berkonsentrasi dengan baik, tanpa berkonsentrasi dalam kesadaran dalam menghubungkan diri pada Tuhan YME, adalah juga merupakan suatu jenis kesalahan atau Aparadha. Ketika orang memegang tasbih sambil marah, ia adalah Bhagavat Aparadha. Ketika orang memegang tasbih tetapi di saat yang bersamaan sambil mengembangkan berbagai sifat nafsu.., keserakahan.., atau sambil membicarakan kejelekan orang lain, dan sebagainya, dan sebagainya..., maka hal itu semua adalah juga termasuk dalam Bhagavat Aparadha, yaitu suatu kesalahan pada Tuhan YME.

Berbagai jenis kesalahan yang lainnya bisa kita temukan sendiri ketika kita sudah mulai tulus meneliti diri dengan sebuah kejujuran demi diri sendiri dan bukan karena keinginan agar dilihat atau diketahui oleh orang lain. Kesalahan terhadap Tuhan YME ini akan mengantarkan seorang kedalam kejatuhan spiritual.

Kemudian Kesalahan / Kejahatan / Dosa berikutnya adalah Bhakta Aparadha.
Bhakta Aparadha, merupakan kesalahan kepada Hamba / Penyembah / Pelayan Tuhan yang telah maju dalam spiritual.

Kesalahan pada Pelayan Tuhan dianggap lebih berbahaya dan lebih SEGERA menjatuhkan orang kedalam kejatuhan spiritual. Oleh karena itu, orang-orang yang menginginkan kemajuan spiritual, akan sangat berhati-hati dalam hal ini. Ia akan sangat menghindari berbuat kesalahan kepada Penyembah Tuhan YME.

Dalam hal ini, seringkali Pelayan Tuhan yang murni bersembunyi dalam sebuah kesederhanaan. Seorang Penyembah / Pelayan Tuhan yang murni sering muncul sebagai seorang pengemis, petani dan dalam ketidak terpelajaran tampilan luar. Mengertikan Penyembah / Pelayan Tuhan yang maju adalah mereka yang berhasil menghafalkan puluhan ribu ayat / sloka suci, atau yang telah berhasil beratus-ratus juta kali mengucapkan Nama Suci Tuhan, atau berhasil mencapai gelar-gelar tertentu dalam praktek spritual..., mungkin perlu kiranya ia segera mengadakan perenungan ulang....

Kesalahan yang dilakukan kepada seorang Penyembah / Pelayan Tuhan yang murni akan lebih berbahaya bagi seseorang, dan dikatakan bahwa Tuhan sendiri tidak akan mengampuni mereka yang berbuat kesalahan / kejahatan / dosa pada seorang Penyembah / Pelayan Tuhan yang murni tersebut.

Semoga semua berbahagia...

Sriguru...
(Darmayasa)

Renungan 052 :











Menghindar Dari Tangkapan Rasa Iri Hati
Pembersihan Pikiran Dalam Praktek Medang
Menanggalkan Kaca Mata Dunia
Korban Suci Japa/dzikir Dalam Meditasi Angka (bagian 3)
Hari Gita Jayanti
Cinta Kasih Sejati (era Baru)
Memperlemah Volume Perbedaan
Korban Suci Japa/dzikir Dalam Meditasi Angka (bagian 2)
Lesson Of The Day – April 2013
Korban Suci Japa/dzikir Dalam Meditasi Angka (bagian 1)
Selayang Pandang Syc 2013 Hari Ke Tiga
Selayang Pandang Sadhana Youth Camp 2013 Hari Ke Dua
Sadhana Youth Camp 2013
Proposal Kegiatan Sadhana Youth Camp 2013
Melepaskan Keterikatan Cinta Duniawi
Begitu Kuatnya Angka…
Buku "keagungan Dhuna Guru"
Kronologis Perjalanan Tirthyayatra Ke India 13-22 Februari 2013
Melangkah Di Zaman Kali (bagian 3)
Melangkah Di Zaman Kali (bagian 2)

Gerakan Suryanamaskar