Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
PESTA SATU SURO DI TAMAN MINI INDONESIA INDAH
Posted by Admin on 2004-05-02
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Kejadian ini terjadi pada saat acara Satu Suro pada bulan Maret 2001 yang diselenggarakan oleh Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta. Tanggal satu Suro adalah hari atau saat pergantian tahun baru bagi kalendar Jawa. Biasanya Satu Suro ini terjadi antara bulan Maret atau April pada kalender masehi, dimana bagi sebagian besar masyarakat Jawa, malam pergantian tahun ini sangat sakral. Banyak orang Jawa mencuci atau memandikan pusaka-pusaka mereka pada malam Satu Suro, banyak pula yang melakukan tirakat prihatin, berpuasa, berdoa, meditasi, tapa dan laku spiritual lainya. Sedangkan bagi masyarakat awam, banyak yang melewati malam Satu Suro dengan tidak tidur.

Pada Satu Suro tahun itu Taman Mini Indonesia Indah menyelenggarakan pesta Satu Suro dengan mengundang para pelaku spiritual/pemuka agama dan paranormal kondang di Indonesia baik yang bermukim di Jakarta maupun berdatangan dari daerah-daerah lain di Indonesia dan juga dari luar negeri, untuk berkumpul dan berdoa bagi ke sejahtera-an Indonesia. Kalau tidak salah informasi, jumlah mereka semua ada sekitar 240 orang.

Pada acara ini para paranormal itu masing-masing membawa air yang menurut mereka, dikumpulkan dari tempat suci atau keramat yang ada di Indonesia maupun di luar Indonesia.

Salah satu orang yang di undang secara khusus oleh Taman Mini Indonesia Indah adalah Bapak.Darmayasa, dimana saat itu beliau juga membekali diri dengan air suci yang menurut beliau merupakan campuran dari 1111 (seribu seratus sebelas) air suci yang kebanyakan dari tempat-tempat suci di India.

Semua air suci itu nantinya akan di kumpulkan jadi satu dan di tampung dalam dua gentong besar yang ditempatkan di suatu area yang terbuka/Lapangan. Banyak masyarakat awam yang datang, selain untuk menonton,juga untuk mengambil berkah dari air tersebut. Menurut laporan, acara tersebut dihadiri oleh sekitar 2000-an (dua ribu) orang pengunjung.

Pertama-tama air-air suci tersebut dikumpulkan di dalam dua buah gentong yang besar tadi, setelah para paranormal tersebut memperlihatkan atau mempertunjukan kebolehan mereka masing-masing, maka mereka pun diminta untuk memberikan berkat mereka masing-masing untuk air yang ada di kedua gentong tsb.

Ada sekitar 20 orang paranormal memerikan power dan doa mereka masing-masing untuk mengisi air itu. Namun hanya Bapak Darmayasa seorang yang mendapat kesempatan istimewa untuk mengisi kedua gentong air tesebut dengan waktu khusus. Setelah semua paranormal itu memberikan power mereka, barulah Bapak Darmayasa menuangkan air suci yang secara khusus beliau bawa dari India. (Pada saat itu, ada beberapa perubahan alam. Sayang saya tidak memiliki pandangan waskita atau mampu melihat hal-hal gaib, hanya bisa merasakan ada sesuatu yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata, hingga pada bagian yg penting ini saya tidak bisa bercerita banyak).

Disinilah,pada waktu itu, semua mata, baik dari para penonton, para undangan maupun paranormal yang lain, menyaksikan suatu hal yang luar biasa.

Pada saat Bapak Darmayasa menuangkan air suci dari piala atau cup yang dibawanya, air di piala itu seakan-akan tak habis-habisnya tercurah kedalam gentong yang pertama. Padahal piala itu hanyalah piala yang kecil saja. Bahkan tidak tidak lebih besar dari sebuah cangkir teh yang kecil, dan itu pun berisi air hanya setengah.

Pada saat Bapak.Darmayasa selesai menuangkan air suci di gentong yang pertama, masyarakat yang menunggu berkah air tersebut. meluruk/menyerbu untuk mengambil air tersebut. Melihat hal tersebut dan mengkhawatirkan keadaan Bapak Darmayasa akan tergencet dan terinjak-injak oleh masa yg berebutan, saling dorong mendorong untuk mengambil air suci tersebut, saya pun segera lari menuju Bapak Darmayasa. Namun usaha saya tidak bisa berhasil, karena terhalang oleh banyaknya orang yang berebutan air suci itu dan untuk se-saat Pak Darma terlepas dari pemantauan saya. Pada saat saya sedang terdorong kesana-kemari oleh orang-orang yang menyerbu air itu, tiba-tiba mata saya bisa melihat Bapak Darmayasa sedang dengan tenang menuangkan air suci dari piala/cup yang sama untuk mengisi gentong yang kedua. Karena gentong yang kedua ini belum selesai di berkati oleh Bapak Darmayasa, masa masih terkonsentrasi di gentong yang pertama.

Begitu selesai Bapak Darmayasa menuangkan air suci di gentong yang kedua, kembali masa pun meluruk/menyerbu gentong itu, tapi kali ini dari tempat saya berdiri, saya bisa melihat Bapak Darmayasa bisa keluar dari kerumunan masa dengan tenang. Belakangan baru ketahuan bahwa selendang Bapak.Darmayasa lenyap entah kemana.

Sejak massa menyerbu gentong air suci pertama, sang pembawa acara (MC) berteriak-teriak lewat mike meminta massa tenang bahwa air suci akan dibagikan kepada semua. Tetapi, belakangan teriakannya berganti menjadi, “Tolong..tolong…kaki saya keinjak…”

Untuk mengatur masa yang berebutan Air Suci, maka panitia pun terpaksa menggunakan dua ekor gajah untuk mengatur dan menghalau masa yang tumpah ruah rebutan Air Suci tersebut.

Saya dan panitia mencari-cari Bapak Darmayasa. Seorang panitia bahkan meneteskan air mata mencemaskan beliau terinjak-injak oleh massa. Akhirnya kami menemukan beliau di pojok berdiri dengan sikap tangan sidekap. Ternyata beliau menjaga/mendoakan agar tidak terjadi korban atau hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa menggagalkan acara Pekan Suatu Suro tersebut.

Kejadian ini ternyata tidaklah berhenti hanya demikian saja. Pagi ke-esokan harinya saat saya sedang bersama Bapak.Darmayasa, saya melihat salah satu tamu Beliau adalah, seorang paranormal kondang, yang malam tadi ikut hadir pula di peraya-an Satu Suro, bernama Ki.Joko Bodo. Dari Ki Joko Bodo inilah cerita agak lengkap terungkap, bahwa pada saat Bapak Darmayasa selesai mengisi gentong yang pertama, menurut penglihatan dia, saat itu pada waktu hendak pindah untuk mengisi gentong yang kedua, air suci yang tertuang itulah yang 'terbang' menghampiri gentong yang kedua, yang berjarak beberapa meter dari gentong yang pertama, kemudian baru menyusul Pak Darmayasa. Pada saat bercerita, Ki Joko Bodo di saksikan juga oleh beberapa orang tamu dan staf dari Taman Mini Indonesia indah. Ia sempat mengatakan, “Baru kali ini saya melihat orang sakti sejati, yaitu Bapak Darmayasa….”.

Piala/cup bersejarah itu, sampai saat sekarang masih tersimpan di rumah saya. Dari cup itulah saya mendapat berkah meminum sisa air suci, dan saya harus mengakui bahwa saya termasuk orang paling berbahagia diantara orang-orang paling berbahagia.


Dendi.
Jakarta – Indonesia.











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar