PENANGANAN SAKIT JANTUNG JARAK JAUH Posted by Admin on 2004-04-01 [ print artikel ini | beritahu teman ]Pada hari Sabtu, tgl 12 July 2003 saya mendapat Sms dari Bapak memberithukan bahwa Paman (kakak dari Ibu) saya menderita sakit keras, Bapak menanyakan mengenai Pak Darmayasa, karena Bapak saya mengiginkan bantuan dari beliau. Pada waktu itu Pak Made sedang istirahat karena kurang enak badan. Selesai membantu menyelenggarakan “Press Conference” kedatangan Tim Dinas Pariwisata Bali dipimpin Kepala Dinas Pariwisata Bali Bapak Pitana dan Wagub Bali, I Gusti Bagus Alit Putra, pkl. 23.00 malam kehujanan mendorong mobil jipsinya.
Waktu itu, ketika mengantar kawan untuk latihan tari di KBRI, saya terima lagi sms dari Bapak yang memperjelas bahwa menurut pernyataan Dokter Paman saya menderita Serangan Jantung dan juga sudah 3 kali berobat ke Balian (dukun) yang berbeda tetapi belum mendapatkan kesembuhan.
Sms ketiga kalinya dari Bapak menyebutkan bahwa sakit Paman saya sudah sangat parah, sampai makan pun tidak mau. Mengingat situasi dan kondisi yang sangat genting seperti itu, saya segera menghubungi Pak Darmayasa lewat telpon mohon bantuannya. Beliau mengatakan, “Saya akan lakukan nanti malam, sampaikan agar menyalakan dupa dan lilin tengah malam, pkl 23.00 WITA”.
Tepat jam 20.00 malam saya menerima Sms dari Bapak lagi yang menyampaikan agar sementara menunda dulu proses penyembuhan oleh Pak Darmayasa karena keluarga di rumah baru saja datang dari “nunasang” (minta petunjuk dari leluhur) dimana diberitahukan bahwa Paman saya terkena “keponggoran” (kena marah leluhur atau kawitan karena kesalahan dalam perbuatan–perbuatannya).
Saya beritahukan hal tersebut kepada Pak Darmayasa. Beliau mengatakan, “Walau pun begitu saya tetap akan melakukannya karena saya harus menjaga kata-kata yang telah saya ucapkan”. Saat itu juga saya melihat Pak Darmayasa melakukan sembahyang khusus dan saat itu juga saya langsung mengirim Sms ke rumah meminta agar menyalakan lilin dan dupa saat itu juga.
Keesokan harinya saya kirim sms ke orangtua menanyakan kondisi Paman. Bapak saya menjawab SMS menyebutkan bahwa Paman saya yang menderita serangan jantung itu sudah bisa berjualan ke pasar.
Bagi saya pribadi, hal ini merupakan suatu keajaiban yang luar biasa karena hanya dalam semalam saja, penyakit yang diderita sekian lama oleh Paman saya bisa disembuhkan. (New Delhi, 13/7/2003).
|