Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Donasi
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
[MA01] MAKANAN KODRATI MANUSIA
Posted by Meranggi on 2005-12-31
[ print artikel ini | beritahu teman ]

“Makan jagung rebus bikinan istri kali ini terasa lain, selain segar dan membuka kenangan masa kecil didesa suatu pelosok di Bali, juga ada rasa penasaran, kok saya makan jagung lebih segar dibandingkan makan daging, kenapa perasaan ini baru saya rasakan, padahal sebelumnya disaat memakan menu sejenis tidak seperti ini.”

Rasa penasaran membuat pikiran nakal menjelajah kehakikian makanan, menu makanan manusia sesungguhnya yang cocok itu seperti apa, terlepas dari selera dan budaya. Tergelitik cocoknya menu makanan manusia, saya teringat akan hadiah sebuah buku oleh bapak mertua, dan tulisan berikut saya sarikan dari buku itu.

Alam menyediakan makanan dan minuman bagi penghuninya, secara alami pula penghuninya akan memakan dan meminum sesuai dengan kodratnya.
Mahluk hidup pemakan tumbuh-tumbuhan disebut Herbivora dan pemakan daging disebut Carnivora.

Makanan kodrati adalah makanan yang paling cocok di konsumsi manusia, cocok untuk dikunyah, cocok untuk ditelan, untuk lambung, untuk faedah tubuh, cocok dengan anatomi tubuh. Dengan menghubungkan fungsi organ itu maka kita akan mengetahui klasifikasi makanan kodrati manusia.

Lebih mudahnya kita mengamati dua karakter mahluk ditinjau dari jenis makanan alam yang dimakannya. Mahluk pemakan daging (carnivora) dan mahluk pemakan tumbuhan (herbivora).

Pemakan daging mempunyai ciri khas, yaitu mulut dengan bukaan relatif lebar, dengan gigi seri yang tajam dan taring yang runcing dengan pinggiran tajam dan memanjang, geraham sisi pinggiran yang tajam. Gerakan geraham membuka dan menutup. (Laporan Dr. W.S. Collen, dalam American Society for the study of Atherosclerosis)

Bagaimana dengan mahluk pemakan tumbuhan, sebagaimana yang paling kita ketahui adalah sapi atau kambing dalam kehidupan keseharian, dia punya bukaan mulut relatif kecil dengan deretan gigi seri yang tajam dengan taring yang tak panjang, geraham yang relatif mendatar seperti penggilingan tahu yang memang untuk mengunyah, gerakan geraham yang bervariasi, naik-turun, muka–belakang-samping. (Dr Hereward Carrington)

Dari sisi gigi dan gerakan geraham kita sudah menduga bahwa manusia ada di kelompok mahluk pemakan tumbuhan. Usus kecil dan besar herbivora sangat panjang serta licin, sedang carnivora ususnya pendek. Manusia mempunyai usus yang panjang baik usus kecil maupun besar. (Dr. G.S. Huntington, The Anatomy of the human Peritoneum and Abdominal Cavity). Cara berkeringat herbivora melalui pori-pori kulit, sedangkan carnivora lewat mulut (Dr. Philip Chen), apakah manusia berkeringat lewat mulut? Air ludah manusia mengandung enzim Ptyalin yang berguna untuk mencernakan hidrat arang seperti air ludah herbivora lainnya.
Manusia meminum air dengan menghisap, sedang carnivora memakai lidah.
Dari sekian bukti diatas rasanya tak diragukan bahwa manusia memang memakan tumbuhan sesuai dengan kodratnya.

Terima kasih jagung rebus, walau telah direbus dia masih sempat memberikan suatu pelajaran pada saya tentang hakekat makanan kodrati manusia.

Jakarta, 12 Desember 2004.











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar